Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Dinda Putri Abadi; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722

Abstract

Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
Perspektif Positivisme VS Post-Positivisme dalam Memandang Ilmu Pengetahuan Bebas Nilai serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Abadi, Dinda Putri; Nuha, Moch. Syihabudin; Indreswari, Henny; Hotifah, Yuliati
Sehati Abdimas Vol 6 No 1 (2023): Prosiding Sehati Abdimas 2023
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v6i1.676

Abstract

As a paradigm in science, both the Positivism paradigm and the Post-positivism paradigm have had a significant impact on the progress of knowledge and human civilization. This is also included in human development. In this process, philosophy and research methodology play an important role not only in forming science, but also in assessing the existence of science itself. The research method used in compiling this article is qualitative research through literature study. This research was carried out in several stages, namely (1) collecting data from library sources (2) processing data by citing references appropriate to the research topic (3) presenting research results (4) carrying out abstraction so that it becomes complete information (5) interpreting findings and (6) The last is drawing conclusions. The results of the study found five main characteristics of scientific knowledge, namely empirical, systematic, objective, analytical and verification. Positivism emphasizes empirical knowledge. Meanwhile, post-positivism highlights meaning, subjectivity and recognizes that knowledge is often not value-free. Guidance and counseling is a scientific practice that contains values that are reflected in the understanding of Guidance and Counseling. Guidance and counseling are closely related to values in education. Guidance and counseling are scientific practices that contain values that are reflected in the understanding of guidance and counseling. Guidance and counseling are closely related to education and bring values to education. Therefore, guidance and counseling cannot be considered value-free.
Potret Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Bidang Belajar pada SMP Brawijaya Smart School Malang Abadi, Dinda Putri; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i0.9399

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkepribadian unggul. Dalam situasi ini, layanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan elemen kunci yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini mengevaluasi layanan bimbingan belajar di SMP Brawijaya Smart School Malang, dengan menggunakan pendekatan mixed-methods yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga guru BK dengan instrumen utama berupa angket evaluasi bimbingan belajar dan teknik Forum Group Discussion (FGD). Proses penelitian mencakup tahapan persiapan, pengumpulan data, analisis data, serta diskusi kelompok terfokus (FGD). Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor evaluasi layanan bimbingan belajar adalah 369,67, yang masuk kategori baik. Konselor yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun memiliki skor evaluasi yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa pengalaman kerja berkontribusi positif terhadap efektivitas layanan. Hasil FGD menyoroti bahwa layanan bimbingan belajar berjalan baik namun masih memerlukan peningkatan dalam beberapa aspek, seperti penyesuaian metode dan materi layanan sesuai kebutuhan siswa. Kesimpulannya, layanan bimbingan belajar di SMP Brawijaya Smart School cukup berhasil, meskipun ada bagian untuk perbaikan terutama bagi konselor dengan pengalaman kerja lebih singkat. Pentingnya strategi pengembangan profesional bagi semua konselor diidentifikasi sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pencegahan Perilaku Bullying Melalui Program Psikoedukasi Berbasis Nilai Moral Islami di SMP Darussalam Kepanjen Mohammad Hilfi Azra Dzikrulloh; Dinda Putri Abadi; Nadia Erlina Mayangsari; Luhur Kuncoroanggo; Yusron Risqy Maulana; Ni’matun Nashiroh; Putri Rahma Abadi; Putri Rismawati; Yenin Nadhifah; Maulida Kurniawati; Melinda Cahyawati; Hayuni Retno Widarti
Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pandawa.v2i1.460

Abstract

School is a very important place where many aspects of life are taught. However, lately news about bullying cases in schools is often found. Bullying can be categorized as bad behavior or deviant behavior, this is because this behavior has a serious impact on the victim. Based on the various problems and solution studies that have been described, it is necessary to make efforts to prevent bullying behavior. One solution to prevent bullying behavior is a psychoeducation program that is integrated with Islamic moral values such as tolerance and courtesy as one of the reinforcements and supports the success of a guidance for behavior change. The method carried out in this activity is divided into several stages, namely (1) preparation stage, (2) implementation stage, and (3) evaluation stage. This activity produces several products, namely digital posters and guidebooks for teachers and students. The final results of Islamic moral psychoeducation show that students have an understanding of the behaviors that include bullying and understand how to prevent bullying behavior based on Islamic moral values.
Resilience of Gen-Z people with disabilities against the dark joke phenomenon: Qualitative research Abadi, Dinda Putri; Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Reidana, Linka Latifany Falasifa; Wahyuni, Fitri
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v7i1.248

Abstract

Humor or jokes have become an integral part of social life. The Gen-Z group's response to humor is strange, especially for those above 25 years old. It is often characterized by an absurd and dark sense of humor. This will certainly cause contradictions from many parties, especially for people with disabilities who feel themselves to be the butt of jokes. In responding to dark jokes, a person with a disability uses resilience to maintain their self-actualization in the community. The objectives of this study are (1) to analyze the resilience dynamics of Gen-Z people with physical disabilities towards the dark joke phenomenon. The method used in this research is qualitative research with phenomenological design. Data collection was conducted by in-depth interviews with 3 key informants and 3 supporting informants. The results of this study indicate that aspects of resilience that arise include (1) emotion regulation; (2) Reaching out; (3) Imput control of negative behavior; (4) use of dark jokes; (5) optimism and support from the surrounding environment; (6) self-adjustment; and (7) self-efficacy. People with disabilities also use coping mechanisms as a problem-solving strategy that includes emotion focused coping and problem focused coping. Through resilience and coping owned by people with disabilities, they are able to actualize themselves and accept their physical limitations.
Pornography Addiction Among 7th Grade Students in the Urban Community: Mixed-Method Research Abadi, Dinda Putri; Muslihati; Yuliati Hotifah
Bisma The Journal of Counseling Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v9i1.86517

Abstract

The advancement of information technology has significantly accelerated the dissemination of information, including harmful content such as pornography. This phenomenon raises concerns about the potential for pornography addiction among adolescents with unrestricted access to digital media. This study aims to analyze the level of pornography addiction tendencies among junior high school students and to explore the role of guidance and counseling services in addressing this issue. A mixed-methods approach was employed using an exploratory sequential design. Quantitative data were collected through a survey assessing the level of pornography addiction, while qualitative data were obtained through focus group discussions (FGD) with school counselors to examine implemented strategies and encountered challenges. Instruments included a pornography addiction scale and structured interview guidelines. Quantitative findings reveal that the majority of students (93.2%) fall into the low addiction tendency category, while 6.8% are in the moderate category. Qualitative results indicate that pornography addiction is driven by uncontrolled technological access, lack of supervision, and negative social influences. Although preventive efforts have been initiated through counseling services, their effectiveness remains limited due to insufficient support and inadequate facilities. The study recommends the development of educational media focused on enhancing adolescents’ self-control as a strategic intervention to prevent pornography addiction in secondary education contexts.
Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Putri Abadi, Dinda; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722

Abstract

Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
Potret Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Bidang Belajar pada SMP Brawijaya Smart School Malang Abadi, Dinda Putri; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i0.9399

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkepribadian unggul. Dalam situasi ini, layanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan elemen kunci yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini mengevaluasi layanan bimbingan belajar di SMP Brawijaya Smart School Malang, dengan menggunakan pendekatan mixed-methods yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga guru BK dengan instrumen utama berupa angket evaluasi bimbingan belajar dan teknik Forum Group Discussion (FGD). Proses penelitian mencakup tahapan persiapan, pengumpulan data, analisis data, serta diskusi kelompok terfokus (FGD). Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor evaluasi layanan bimbingan belajar adalah 369,67, yang masuk kategori baik. Konselor yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun memiliki skor evaluasi yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa pengalaman kerja berkontribusi positif terhadap efektivitas layanan. Hasil FGD menyoroti bahwa layanan bimbingan belajar berjalan baik namun masih memerlukan peningkatan dalam beberapa aspek, seperti penyesuaian metode dan materi layanan sesuai kebutuhan siswa. Kesimpulannya, layanan bimbingan belajar di SMP Brawijaya Smart School cukup berhasil, meskipun ada bagian untuk perbaikan terutama bagi konselor dengan pengalaman kerja lebih singkat. Pentingnya strategi pengembangan profesional bagi semua konselor diidentifikasi sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.