Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MARKETING DAN MEMBER DENGAN BRAND IMAGE HOTEL Qodariyyah, Meli; Sukarelawati, Sukarelawati; Kusumadinata, Ali Alamsyah
JURNAL KOMUNIKATIO Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Komunikatio
Publisher : FISIP Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.775 KB) | DOI: 10.30997/jk.v1i2.156

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; (1) Mengkaji tentang komunikasi interpersonal oleh marketing yang dilakukan Hotel Santika Bogor pada member, (2) Mengkaji brand image Hotel Santika Bogor, (3) Mengkaji hubungan antara komunikasi interpersonal marketing dan member dengan brand image Hotel Santika Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 tamu repeater yang menginap di Hotel Santika Bogor. Populasi ini diperoleh dari database Hotel Santika Bogor, sehingga merupakan populasi finit (terbatas). Sampel yang diambil dalam penelitian ini diambil dari populasi yang telah diketahui dari database repeater (populasi finit) Hotel Santika Bogor, yaitu sebesar 50 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik jenuh atau sensus yaitu dengan mengambil seluruh populasi yang ada. Hasil perhitungan uji signifikansi diperoleh harga thitung sebesar 6,202 dan ttabel untuk kesalahan 0,05 dengan uji dua pihak, dan dk = n – 2 = 48 diperoleh 2,021. Hal ini berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan komunikasi interpersonal marketing dan member dengan brand image Hotel Santika Bogor. Kontribusi faktor komunikasi interpersonal marketing dan member terhadap brand image adalah 44,5% sedangkan 55,5% lainnya dipengaruhi faktor lain, seperti diferensiasi produk, penggunaan celebrity endorser, event sponshorship, brand ambassador, kepemimpinan, dan keunggulan produk.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Brand Image
HUBUNGAN PERTUNJUKAN TEATER DENGAN PERILAKU PENONTON Niswan, Muhamad; Bilada, Hirar; Sukarelawati, Sukarelawati
Jurnal Sosial Humaniora Vol 9, No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v9i2.1381

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada hubungan suatu pertunjukan teater yang terdiri dari sumber pesan, isi pesan dan format pesan dengan perilaku penonton Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan di Gedung Kesenian Kamuning Gading pada anggota Keluarga Teater Kampus Bogor. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengetahui sumber pesan dalam teater, (2) untuk mengetahui isi pesan dalam teater, (3) untuk mengetahui format pesan dalam teater, dan (4) untuk menganalisis hubungan antara sumber pesan, isi dan format pesan dalam pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Analisa variabel dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif, Penelitian ini menggunakan metode asosiatif-kausal. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data deskriptif menggunakan weight means score, dan untuk menguji hubungan antara variabel menggunakan uji statistik Rank Spearmans. Adapun hasil penelitian menunjukan pada sumber, isi dan format pesan dalam teater, yang mempengaruhi pada perilaku penonton teater. Hali ini mempengaruhi penonton dalam memberikan efek kognitif, afektif dan behavioral dalam melihat pertunjukan teater.
MODEL KEKUATAN KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI TENTANG INFOTAINMENT DENGAN ADOPSI INOVASI PEMIRSA DALAM PEMBANGUNAN INFORMASI Sukarelawati, Sukarelawati; Salbiah, Euis
Jurnal Sosial Humaniora Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.925 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v7i1.485

Abstract

Masih ditemukan infotainment televisi yang hanya mengejar selera masyarakat dengan mengabaikan nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi. Hal tersebut menuai pro-kontra dari berbagai kalangan pemirsa yang juga memperdebatkan objektivitas sebagai nilai kebenaran atau nilai moral yang perlu dipertanggungjawabkan oleh berbagai kalangan terkait dan industri media agar menjadi informasi yang memiliki nilai kreativitas tinggi dan mencerahkan sehingga setiap kalangan dapat menuai manfaat atau kegunaan dari pesan media. Penelitian ini didesain sebagai penelitian deskriptif korelasional dengan uji kebebasan antarkategori Chi Square dan analisis korelasi Rank Spearman. Tujuan penelitian secara korelasi adalah untuk akselerasi pembangunan pada persepsi pemirsa tentang infotainmenttelevisi dari kekuatan karakteristik secara demografis dan psikografis sehingga dimungkinkan dapat menimbulkan dampak pada adopsi inovasi sebagai kritisi pemirsa dalam pembangunan informasi hiburan. Responden secara acak dengan rumus Slovin berjumlah 92 orang dari 1.100 populasi, dari rata-rata mahasiswa UNIDA dan D3 IPB yang aktif pada tiap semester. Adanya korelasi antara karakteristik demografis dengan persepsi responden tentang tayangan infotainment televisi swasta. Ketika pemirsa menonton infotainment cukup fokus, persepsinya tentang infotainment bisa ditemukan sangat baik dan adopsi inovasi pada pembangunan informasinya pun sangat baik, maka daya intelektual mahasiswa komunikasi dalam lingkup penyiaran televisi atau pada bidang jurnalistik cukup kritis.
HUBUNGAN PERTUNJUKAN TEATER DENGAN PERILAKU PENONTON Muhamad Niswan; Hirar Bilada; Sukarelawati Sukarelawati
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 9 No. 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.124 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v9i2.1381

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada hubungan suatu pertunjukan teater yang terdiri dari sumber pesan, isi pesan dan format pesan dengan perilaku penonton Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan di Gedung Kesenian Kamuning Gading pada anggota Keluarga Teater Kampus Bogor. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengetahui sumber pesan dalam teater, (2) untuk mengetahui isi pesan dalam teater, (3) untuk mengetahui format pesan dalam teater, dan (4) untuk menganalisis hubungan antara sumber pesan, isi dan format pesan dalam pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Analisa variabel dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif, Penelitian ini menggunakan metode asosiatif-kausal. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data deskriptif menggunakan weight means score, dan untuk menguji hubungan antara variabel menggunakan uji statistik Rank Spearmans. Adapun hasil penelitian menunjukan pada sumber, isi dan format pesan dalam teater, yang mempengaruhi pada perilaku penonton teater. Hali ini mempengaruhi penonton dalam memberikan efek kognitif, afektif dan behavioral dalam melihat pertunjukan teater.
KEPEMIMPINAN INFORMAL BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN LOKAL Ginung Pratidina; Nandang Saefudin Zenju; Sukarelawati .; Berry Sastrawan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.172 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2591

Abstract

Leadership is the most important factor in the management of groups and organizations, so that appropriate leadership is needed in achieving organizational goals. The Sundanese Indigenous Peoples (Kasepuhan) are unique communities to be investigated because the indigenous leaders in their leadership have success in managing their local food so that they rarely experience food shortages. One contributing factor is informal leadership based on community participation carried out by indigenous leaders. Therefore, this study aims to analyze the informal leadership of indigenous leaders based on community participation in maintaining local food security using descriptive analysis methods. Data were collected using literature study and observation techniques by distributing questionnaires and in-depth interviews, then the data were analyzed using analysis techniques Weight Mean Score (WMS). The results showed that the informal leadership of indigenous leaders based on community participation had a value of 3.22 on a scale of 4. this value is interpreted well. Based on observations and interviews with indigenous Kasepuhan Sinar Resmi Chiefs, two-way communication in conducting deliberations on each issue, because these indigenous communities focus on the culture of planting Sawah and Huma only once a year and starting from planting to harvest are carried out simultaneously, so that what is unique’s the indigenous head as the authority in making decisions when to plant to harvest, its members have high obedience, members Kasepuhan do not dare to plant first if the indigenous head has not started planting. This participation’s the strength of indigenous peoples so that they can maintain local food security in the region until now.  
KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL MARKETING OFFICER DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS NASABAH UMKM Sukarelawati Sukarelawati; Dinda Rizkiya; Desi Hasbiyah
JURNAL KOMUNIKATIO Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Komunikatio
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.739 KB) | DOI: 10.30997/jk.v9i1.7655

Abstract

Dalam dunia bisnis dan pemasaran, komunikasi menjadi pondasi dasar bagi setiap pelaku, bukan hanya dalam hal penjualan produk dan jasa, komunikasi juga berperan dalam menjaga hubungan baik dengan nasabah baru dan nasabah lama. Sangat penting bagi Marketing Officer  dapat menguasai kompetensi komunikasi interpersonal dalam pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indikator apa saja yang dimainkan dalam kompetensi komunikasi interpersonal Marketing Officer di PT. Sarana Sumut Ventura, dan faktor tertentu dimungkinkan sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan loyalitas nasabah. Metode yang digunakan ialah metode Kualitatif. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa kompetensi komunikasi Interpersonal officer marketing memiliki hubungan dengan teori yang dikemukakan oleh Spitzherg Cupac dalam Devito (1997) dengan indikator motivasi, pengetahuan dan skill.