Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arus Balik Kekuasaan di Sulawesi Selatan Abad ke-17 Anawagis, Fian; Syukur, Syamzan; Makkelo, Ilham Daeng
JURNAL JAWI Vol 6 No 2 (2023): Islam dan Budaya Lokal
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202361865000

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang persaingan antara dua kekuatan politik (Gowa-Tallo dan Bone) yang melahirkan persekutuan dan perseteruan di Sulawesi Selatan pada abad ke-17. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan adalah sumber lokal dan sumber asing untuk menjawab fokus kajian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa arus balik kekuasaan di Sulawesi Selatan dipicu oleh persekutuan dan perseteruan antara kerajaan-kerajaan di Makassar dan Bugis, serta diperparah oleh keterlibatan Belanda yang mengakibatkan terjadinya perang Makassar (1666-1669). Perang ini menjadi titik balik kekuasaan di Sulawesi Selatan, yang mengakhiri supremasi politik Makassar dan bangkitnya kekuatan baru di bawah Kerajaan Bone pimpinan Arung Palakka. Selain mengungsian penduduk secara besar-besaran ke luar Sulawesi Selatan, dampak persaingan itu masih eksis sampai sekarang, ketika akhir tahun perang itu (1669) dijadikan tonggak hari jadi Sulawesi Selatan. Cara ini kurang tepat sebagai acuan momen kebangkitan kelompok tertentu dan kehancuran kelompok lain, sehingga perlu ditinjau kembali agar tidak mengekalkan primordialisme dalam sejarah Sulawesi Selatan.  
ADAPTASI BUDAYA MASYARAKAT DI KAWASAN KARST RAMMANG-RAMMANG YANG BER-KEARIFAN SEBAGAI PENGETAHUAN LOKAL PERUBAHAN IKLIM Anawagis, Fian; Rengko, Sumarlin; Rahman, Nurfadilah Fajri; Taufik, Muh.
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v9i1.357

Abstract

Pranata lokal di Kawasan karst Rammang-Rammang Maros mampu mempertahankan mekanisme budaya dalam sistem adaptif berbasis edukasi konservasi dan program kampung iklim terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan permasalahan yang nyata di Kawasan karst Rammang-Rammang, Maros. Penelitian ini mendeskripsikan setiap bagian dari masyarakat dalam pranata lokal Indonesia telah mewariskan pengetahuan dan kearifan tanpa pendidikan formal yang terbukti secara jenius mampu meminimilasir kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas dan jumlah kebutuhan manusia. Namun, kerapkali konlik sumberdaya dan ketidakharmonisan karena pengaruh dari luar membuat pengetahuan dalam adaptasi yang telah terinternalisasi dalam kearifan lokal sebagai mekanisme kadang dikesampingkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Analisis data mencakup beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal masyarakat yang diewajantahkan oleh pranata sosial melalui adaptasi budaya dan ekologis masyarakat mengelola lingkungan alam di ekosistem karst dapat memperkuat jangka panjang equilibrium terhadap perubahan iklim ditingkat mikro. Kapasitas untuk memperkuat equilibrium ini adalah dengan mengintegrasikan sistem pengetahuan konservasi tradisional (non formal), menerapkan mekanisme pelestarian lingkungan dengan berbasis edukasi kampung iklim (informal) dengan pengetahuan berbasis sains (formal) dalam wujud sosial kehidupan sehari-hari, integrasi dukungan saintis, integrasi ilmiah dari luar meningkatkan penjagaan alam sebagai spirit oleh peran serta masyarakat kepada lingkungan lokal bahkan global untuk mereduksi kerentanan yang beresiko tinggi..