Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pal Jepang Hill Tourism as a Tourist Attraction in Sapit Village, East Lombok Regency Prayuda, Danu Satria; Anggartyas, Putu Arya Reksa; Kosala, Made Dayuh Hari
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 2 No. 2 (2025): Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/thvgqt20

Abstract

This study investigates the tourism development potential of Pal Japan Hill in Sapit Village, Lombok. Its objectives are to identify and assess natural, cultural, and artificial attractions, determine influencing factors, and formulate development strategies. Utilizing a qualitative methodology, primary data was gathered through observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD), supplemented by secondary data and documentation. Data analysis employed SWOT analysis. Findings reveal Pal Japan Hill possesses significant and diverse tourism potential across natural, cultural, and artificial domains. Key factors enabling and constraining development were identified. Based on the SWOT analysis, the study proposes a strategic framework to leverage strengths and opportunities, address weaknesses and threats, and guide the sustainable development of Pal Japan Hill as a competitive tourist destination.
Kolaborasi pengelolaan Sektor Pariwisata: Catatan Diskusi dengan Tokoh Masyarakat, Guru dan Siswa di SMK Pariwisata Ar Nurul Jadid Tanak Beak Lombok Tengah Bratayasa, I Wayan; Martayadi, Uwi; Prayuda, Danu Satria
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata Lombok dikenal luas di dunia dengan tiga ikon utamanya, yakni Gunung Rinjani yang masuk dalam jaringan Geopark Dunia UNESCO, kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) sebagai destinasi internasional, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai pusat event global. Namun, di balik pesona tersebut, terdapat berbagai tantangan serius, antara lain kasus tewasnya wisatawan Brasil di Gunung Rinjani, krisis air bersih di kawasan Gili Tramena, serta penggusuran pedagang lokal di Pantai Tanjung Aan. Artikel ini merupakan catatan kegiatan pengabdian berupa sosialisasi dan diskusi yang dilakukan dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram bersama siswa dan guru SMK Pariwisata Ar Nurul Jadid, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sebagai calon pelaku pariwisata dalam menjawab tantangan industri pariwisata Lombok. Hasil diskusi menunjukkan bahwa siswa perlu mengutamakan keselamatan dan pelayanan, meningkatkan kompetensi bahasa asing serta keterampilan hospitality, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal, serta membangun profesionalisme, keramahan, dan karakter positif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk membangun pariwisata Lombok yang berkelanjutan dan berkualitas.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Transplantasi Karang untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Taman Laut Pandanan Kabupaten Lombok Utara Bratayasa, I Wayan; Idrus, Syech; Martayadi, Uwi; Prayuda, Danu Satria; Subadra, I Nengah
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): (Article on Progress)
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.564

Abstract

This community service activity aims to integrate coral reef restoration with the socio-economic empowerment of coastal communities. The method employed is a participatory, learning-by-doing approach, in which the community is directly involved in all stages, ranging from the production of transplant media to monitoring. The techniques applied include the use of sandy substrates in resin–catalyst layering to enhance coral attachment, as well as planting at depths of 10–15 meters, adjusted to ecological conditions. The results of the activity indicate an improvement in the technical capacity of the community and the emergence of new business opportunities, such as the production of spider frames and conservation-based educational tourism. This program demonstrates that coral transplantation can serve as an effective strategy for ecosystem rehabilitation while simultaneously supporting the development of sustainable marine ecotourism.