Sopidi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG-BANG PADA AKHLAQ SISWA Sopidi; Alvisahr, Suci; Muslihudin; Akhmad Affandi
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kebiasaan perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 2) Menemukan dampak perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Akhlaq siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 3) Menganalisis Faktor yang menyebabkan siswa kecanduan Game online Mobile legend Bang-bang Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi pada saat penelitian dengan teknik pengumpulan data melalu observasi, wawancara, serta sudi dokumen. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, data display, serta pengambilan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) kebiasaan bermain game online Mobile Legend Bang-bang (MLBB) di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, yang dimulai sejak sekolah dasar dan dipengaruhi oleh teman, keluarga, serta YouTuber game. Lokasi bermain bervariasi, dengan durasi 1-2 jam di sekolah dan 4,5-10 jam di rumah, terutama saat libur. 2) Kecanduan game MLBB berdampak negatif pada akhlak siswa terhadap Allah SWT (menunda sholat), orang tua (mengabaikan perintah), diri sendiri (kesehatan terabaikan), sesama (fokus berkurang saat belajar), dan lingkungan (kebersihan terabaikan).3) Faktor-faktor yang memengaruhi kecanduan meliputi kebutuhan hiburan, dorongan kemenangan, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua. Intervensi yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan hiburan dan tanggung jawab siswa.
Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial : Perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora Syibromilisi; Neng Wardatushobariah; Sopidi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/et5d2984

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, sementara praktik Manajemen Pendidikan Islam (MPI) masih cenderung didominasi oleh pendekatan teknokratis-administratif dan normatif-simbolik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya sensitivitas sosial lembaga pendidikan Islam serta lemahnya peran pendidikan Islam sebagai instrumen transformasi sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan kerangka konsep Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial melalui perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka ( library study ) yang bersifat konseptual analitis. Data diperoleh dari literatur Studi Islam klasik dan kontemporer, artikel jurnal Manajemen Pendidikan Islam dalam sepuluh tahun terakhir, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan interpretatif-kritis dan sintesis konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan sosio-humaniora ke dalam MPI melahirkan paradigma manajemen pendidikan Islam yang berbasis keadilan, inklusivitas, empati sosial, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Pendekatan ini menggeser orientasi fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan dari efektivitas efektivitas administratif menuju manajemen yang kontekstual dan transformatif. Artikel ini berkontribusi secara teoritis pada paradigma pengembangan MPI dan secara praktis memberikan referensi bagi madrasah, pesantren, dan sekolah Islam dalam memperkuat peran sosial lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam isu moderasi beragama, keadilan sosial, serta krisis kemanusiaan dan ekologi.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PERKEMBANGAN HOLISTIK PESERTA DIDIK Sapari; Sopidi; Huurun Ien; Ryan Akhyar Ramadhan; Fita Rahmah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/ey05yp57

Abstract

Kegelisahan akademik dalam penelitian ini berangkat dari lemahnya integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam praktik pendidikan, khususnya pada konteks pendidikan Islam, yang seringkali masih fokus pada penguasaan pengetahuan semata. Akibatnya, proses pembelajaran belum sepenuhnya mampu menghasilkan peserta didik yang berkembang secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara konsep manajemen pendidikan Islam dengan upaya pengembangan peserta didik secara holistik melalui ketiga ranah perkembangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan menelaah berbagai literatur klasik maupun kontemporer terkait teori perkembangan, manajemen pendidikan, serta kebijakan pendidikan nasional dan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang baik memberikan kontribusi langsung terhadap kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pendidikan Islam memiliki potensi yang kuat dalam memperkuat ranah ketiga tersebut karena menempatkan aspek moral, spiritual, dan perilaku sebagai dasar pengembangan peserta didik. Kesimpulannya, integrasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor hanya dapat terwujud melalui manajemen pendidikan yang efektif, lingkungan belajar yang kondusif, serta peran guru yang konsisten sebagai fasilitator dan teladan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik bukan hanya kebutuhan teoritis, tetapi juga tuntutan praktis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.