Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi App.JelajahIlmu.com dalam Penyusunan Modul Ajar Bahasa Inggris Fase E Takbir Rianto; Kuswahyuningsih; Ika Sulistyawati; Lutfah Iin Setyorini; Siti Fatkhurohmah; Eko Budi Utomo
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5828

Abstract

This study aims to describe the implementation of App.JelajahIlmu.com in the development of Phase E English Teaching Modules at State Senior High Schools in Central Java and to identify the obstacles in the use of App.JelajahIlmu.com for the development of teaching modules. This study uses a qualitative method with descriptive qualitative techniques. Data analysis was obtained through a systematic process of data collection and organization, with data sourced from observations, interviews, and document reviews, including data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The research findings indicate that 1) the implementation of App.JelajahIlmu.com The implementation process begins with preparation and planning, which includes determining students' learning needs and objectives to design appropriate teaching modules. Teachers use the Jelajah Ilmu application during the design phase to create engaging teaching modules. Additionally, digital content development was carried out by uploading instructional modules and creating evaluation questions that could be automatically graded, enhancing the effectiveness of assessment. The application allows learning to be conducted both online and offline, enabling better interaction between teachers and students and facilitating real-time monitoring of student progress. The implementation results showed positive effects, such as increased student engagement and improved assessment efficiency. Therefore, the Jelajah Ilmu application has proven successful in improving the productivity and quality of English language learning.; 2) However, several challenges were identified, namely a) Limited internet access, b) Human resource constraints. The conclusion of this study is that App.Jelajahilmu.com can be applied in the process of developing teaching modules.
Model Pembelajaran Drilling dan Tasking Pada Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Kuswahyuningsih, Kuswahyuningsih; Suyadi, Suyadi; Takbir Rianto; Suparmin, Suparmin; Wiyono, Wiyono; Sri Suciatun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dalam penyelesaian soal Tes Kompetensi Akademik, serta mengidentifikasi kendala dan upaya guru dalam mengimplementasikan kedua model tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan esensial sesuai dengan kompetensi akademik yang diuji; (2) penerapan latihan intensif melalui model drilling untuk memperkuat penguasaan keterampilan dasar siswa; (3) penerapan model tasking melalui pemberian tugas yang menantang dan kontekstual untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah; serta (4) evaluasi dan pemberian umpan balik secara berkelanjutan untuk memperbaiki pemahaman dan kemampuan siswa. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa kendala dalam implementasi model pembelajaran Drilling dan Tasking, meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya pembelajaran, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima tugas yang menantang, serta adanya resistensi terhadap pendekatan pembelajaran baru dari guru maupun siswa. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyusun latihan soal berulang melalui model drilling dan memberikan tugas-tugas menantang melalui model tasking secara bertahap dan terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Tes Kompetensi Akademik. Model ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep dasar, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga layak dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif.