Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Nature of Science untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran IPA Intan Cahyaningrum; Ulfatun Nikmah; Harum Isni Wiharti; Meylina Arisnaini; Sri Suciatun; Kusmiyati, Nurul
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i5.1458

Abstract

Conceptual understanding is a fundamental aspect of meaningful learning. Without a solid grasp of concepts, students tend to merely memorize information without being able to apply it in real-life situations. One instructional model that can foster this ability is the Nature of Science (NOS) learning model. The purpose of this study is to describe the steps, advantages, and disadvantages of implementing the Nature of Science learning model in science education at Madrasah Aliyah Negeri 2 Rembang and Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. This research employed a qualitative approach. The subjects of the study were science teachers at Madrasah Aliyah Negeri 2 Rembang and Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study are as follows: (1) The steps of the Nature of Science model include background readings, case study discussions, inquiry lessons, inquiry labs, and historical studies; (2) The advantages of the model include increasing student activeness and self-confidence, providing enjoyable and contextually relevant learning experiences, promoting the development of scientific process skills, and helping students gain hands-on experience through practical activities that allow them to discover concepts independently; (3) The disadvantages of the Nature of Science model are that it is more suitable for science and technology fields, requires high levels of precision, perseverance, and diligence, and that experimental outcomes may not always align with expectations due to factors beyond students’ control or experience. The conclusion of this study is that the Nature of Science learning model can be applied in the teaching process as an effort to enhance students' conceptual understanding at the Madrasah level.
Model Pembelajaran Drilling dan Tasking Pada Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Kuswahyuningsih, Kuswahyuningsih; Suyadi, Suyadi; Takbir Rianto; Suparmin, Suparmin; Wiyono, Wiyono; Sri Suciatun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dalam penyelesaian soal Tes Kompetensi Akademik, serta mengidentifikasi kendala dan upaya guru dalam mengimplementasikan kedua model tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan esensial sesuai dengan kompetensi akademik yang diuji; (2) penerapan latihan intensif melalui model drilling untuk memperkuat penguasaan keterampilan dasar siswa; (3) penerapan model tasking melalui pemberian tugas yang menantang dan kontekstual untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah; serta (4) evaluasi dan pemberian umpan balik secara berkelanjutan untuk memperbaiki pemahaman dan kemampuan siswa. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa kendala dalam implementasi model pembelajaran Drilling dan Tasking, meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya pembelajaran, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima tugas yang menantang, serta adanya resistensi terhadap pendekatan pembelajaran baru dari guru maupun siswa. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyusun latihan soal berulang melalui model drilling dan memberikan tugas-tugas menantang melalui model tasking secara bertahap dan terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Tes Kompetensi Akademik. Model ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep dasar, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga layak dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif.