Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Flipbook Digital Berbasis Canva dan Heyzine tentang Penghayatan Asmaul Husna (An-Nafi) dalam Penggunaan Teknologi Sesuai Syariah Islam Nurazizah, Salma Tasya; Damayanti, Mutiara; Ramadhani, Moch Zakiyyan; Nuraeni, Ani
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v6i2.2028

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berupa Flipbook Digital berbasis Canva dan Heyzine guna meningkatkan pemahaman dan penghayatan Asmaul Husna (An-Nafi) dalam penggunaan teknologi sesuai syariah islam pada siswa kelas 3 di SDN Ciuyah 2. Media pembelajaran Flipbook Digital dirancang untuk memberikan pengalaman serta pembelajaran yang lebih bermakna dan interaktif dengan memungkinkan siswa untuk melihat dan berinteraksi dengan teknologi dalam pembelajaran akidah. Metode penelitian yang digunakan adalah desain dan pengembangan (D&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, lembar validasi ahli, serta angket kepuasan siswa terhadap produk flipbook digital setelah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flipbook digital secara signifikan meningkatkan pemahaman dan penghayatan Asmaul Husna (An-Nafi) dalam penggunaan teknologi sesuai syariah islam siswa. Media pembelajaran tersebut juga mendapatkan respon sangat positif dari siswa dengan mencerminkan peningkatan motivasi penggunaan teknologi sesuai syariah islam dan keterlibatan dalam proses belajar. Adapun kekurangan dari penggunaan media pembelajaran flipbook digital adalah ketersediaan akses internet dan proyektor yang mumpuni guna memproyeksikan media pembelajaran dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan media pembelajaran lainnya yang memanfaatkan teknologi Canva dan Heyzine untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah dasar. Kata Kunci : Media Pembelajaran Interaktif, Flipbook Digital, Asmaul Husna, Teknologi, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Sekolah Dasar Abstract: This study aims to develop interactive learning media in the form of Canva and Heyzine-based Digital Flipbooks to improve understanding and appreciation of Asmaul Husna (An-Nafi) in the use of technology according to Islamic sharia for grade 3 students at SDN Ciuyah 2. Digital Flipbook learning media is designed to provide more meaningful and interactive experiences and learning by allowing students to see and interact with technology in learning aqidah. The research method used is design and development (D&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection techniques through literature studies, observations, interviews, expert validation sheets, and student satisfaction questionnaires on digital flipbook products after media use. The results showed that the use of digital flipbook learning media significantly improved students' understanding and appreciation of Asmaul Husna (An-Nafi) in the use of technology according to Islamic sharia. The learning media also received a very positive response from students by reflecting an increase in motivation to use technology according to Islamic sharia and involvement in the learning process. The disadvantages of using digital flipbook learning media are the availability of internet access and a qualified projector to project learning media properly. This research is expected to be a reference for the development of other learning media that utilize Canva and Heyzine technology to increase the effectiveness of learning Islamic Religious Education and Ethics in elementary schools. Keywords: Interactive Learning Media, Digital Flipbook, Asmaul Husna, Islamic Religious Education and Cultivation, Elementary School
Pemertahanan Bahasa Daerah dalam Film Yowis Ben 2: Kajian Sosiolinguistik Hamidah, Latifah Winda; Firdaus, Yuli Ardila Nahla; Damayanti, Mutiara; Scogati, Tio Elsan Dewa; Sarah, Naswa; Putri, Salsabilla Juliana; Ardhian, Dany
Jurnal Budaya Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL BUDAYA
Publisher : Department of Language and Literature, Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia kaya akan keanekaragaman bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan salah satu aset budaya yang berharga di Indonesia. .Namun, akhir-akhir ini bahasa daerah mulai dimunculkan lagi pada media-media lokal ataupun nasional sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah.film menjadi alat yang sangat efektif dalam mengampanyekan dan melestarikan bahasa daerah, atau sebaliknya, menggantikannya dengan bahasa yang lebih dominan. Salah satunya melalui Film Yowis Ben 2, Film ini terkenal karena menghadirkan bahasa daerah, terutama bahasa Jawa, dalam dialognya. Keberhasilan film ini dalam mempertahankan bahasa daerah dalam konteks perfilman menjadi fokus utama penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik simak bebas libat cakap dan catat.Hasil penelitian menunjukkan setidaknya terdapat 4 data dalam bahasa Sunda dan 8 data dalam bahasa Jawa yang dapat diklasifikasikan sebagai upaya pemertahanan bahasa. Bentuk pemertahanan bahasa Sunda dalam film Yowis Ben 2 diindikasikan dari penggunaan beberapa pepatah dalam bahasa Sunda dan kosa kata yang memang menjadi ciri khas dari tindak tutur masyarakat Sunda. Sedangkan dalam bahasa Jawa,upaya pemertahanan bahasa yang terdapat dalam film Yowis Ben 2 adalah dimasukkannya bahasa Walikan yang merupakan ciri khas bahasa orang Malang, parikan yang menjadi ciri khas ludruk Jawa Timur, serta tembung entar dan penggunaan bahasa krama inggil yang menjadi khas dalam acara sakral budaya Jawa. Kata kunci: pemertahanan bahasa, Yowis Ben 2, film, sosiolinguistik Abstract Indonesia is rich in regional linguistic diversity. Regional languages are one of Indonesia's most valuable cultural assets. Recently, however, regional languages have begun to reappear in local or national media as a form of regional language preservation. Films have become a very effective tool in campaigning and preserving regional languages, or conversely, replacing them with more dominant languages. One of them is Yowis Ben 2, this movie is famous for featuring regional languages, especially Javanese, in its dialogues. The success of this film in preserving local languages in the context of cinema is the main focus of this research.This research uses a qualitative descriptive method with the techniques of free listening and note taking.The results show that there are at least 4 data in Sundanese and 8 data in Javanese that can be classified as language preservation efforts. The form of Sundanese language preservation in the film Yowis Ben 2 is indicated by the use of several Sundanese proverbs and vocabulary characteristic of Sundanese speech acts. In Javanese, on the other hand, the language preservation efforts contained in Yowis Ben 2 are the inclusion of Walikan, which is characteristic of the language of the Malang people, Parikan, which is characteristic of East Javanese ludruk, as well as tembung entar and the use of krama inggil language, which is typical of Javanese cultural sacred events. Keywords: language preservation, Yowis Ben 2, film, sociolinguistics
PSAK 74 Implementation and Conflict of Interest in the Digital Insurance Era Damayanti, Mutiara; Rindhyanti, Laiza Shendy; Winarto, Thomas Alvando; Yusnaini, Yusnaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7154

Abstract

The transformation of financial reporting architecture in the insurance industry through the implementation of PSAK 74 (IFRS 17) marks a fundamental shift from the historical cost model toward current value. However, in the digital era, this standard brings massive technological integration challenges and potential agency problems due to technical complexity and managerial subjectivity. This study aims to develop Systematic Literature Review (SLR) to identify the determinants of success and ethical barriers in the implementation of PSAK 74. Usinh the PRISMA Guildelines, 36 articles published between 2020 and 2025 were analyzed through a thematic approach. The mapping results show that 58.3% of the literature originates from reputable international journals, Indonesia becoming major reserch focus (41,6%). This indicates challenges related to IT infrastructure and human resource. Research findings reveal that financial reporting quality and transparency are the most dominant dependent variables affected by the adoption of this standard. Through the lens of agency theory, it was found that the principle-based nature of the standard provides broad discretionary space in determining actuarial assumptions such as discount rates and Contractual Service Margin (CSM), which could potentially be exploited for earnings management practices to maintain Risk-Based Capital (RBC) ratios. Meanwhile, legitimacy theory explains the tendency of insurance entities to engage in symbolic compliance to gain public recognition despite internal information asymmetry. This study concludes that the success of PSAK 74 in protecting the public interest highly depends on the transformation of IT systems into substantive internal control instruments to reduce opacity in insurance financial reporting.