Pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi yang tinggi dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dan workshop menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pelatihan dan workshop berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam meningkatkan kompetensi guru di SDN 036 Ujungberung, Kota Bandung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan mengacu pada teori pelatihan dari Glickman et al. serta teori manajemen POAC oleh G.R. Terry. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan dan workshop yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip POAC mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru. Dalam tahap perencanaan, program disusun sesuai kebutuhan guru; pada tahap pengorganisasian, pelibatan narasumber dan struktur kegiatan terkoordinasi dengan baik; pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dan kontekstual; serta pengendalian dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan. Temuan ini memperkuat bahwa pelatihan dan workshop yang dikelola secara sistematis mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta memperkuat interaksi sosial dan etika profesi. Dengan demikian, implementasi pelatihan berbasis POAC dapat menjadi model pengembangan profesionalisme guru yang efektif di sekolah dasar.