Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI LABA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN METODE LAGRANGE PADA COFFEE SHOP “SELOW TIME” Jannah, Syarifah Miftahul; Hasibuan, Adinda Khairunnisa; Sitompul, Siti Rahmah; Halvin, Muhammad; Junaidi, Listya Devi
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i3.7125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan laba Coffee Shop Selow Time melalui pendekatan matematika ekonomi menggunakan metode Lagrange Multiplier dalam fungsi produksi Cobb-Douglas. Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran produksi, studi ini memformulasikan model matematis untuk menentukan kombinasi input modal dan tenaga kerja yang efisien. Melalui data simulasi, diperoleh hasil bahwa kombinasi modal sebesar 40 unit dan tenaga kerja 30 unit mampu menghasilkan output maksimum sebesar 72,13 unit dan laba bersih Rp6.213 dari total biaya Rp1.000. Pendekatan ini menunjukkan bahwa metode Lagrange dapat menjadi alat bantu manajerial yang efektif dalam pengambilan keputusan berbasis data, terutama bagi pelaku UMKM yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lagrange dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang efektif, khususnya bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya. Selain itu, fungsi produksi Cobb-Douglas terbukti mampu merepresentasikan hubungan input-output yang realistis dalam sektor jasa seperti coffee shop.
OLAHRAGA SEBAGAI SOLUSI KESEHATAN: MANFAAT DAN RISIKO BERDASARKAN TINJAUAN SISTEMATIS Darmadi Kosen, Yosua; Apriadi, Adis; Jannah, Syarifah Miftahul; Adiwijaya, Wilma; Hasanah , Annisa Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1707

Abstract

ABSTRAKOlahraga dikenal luas sebagai salah satu cara terbaik untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, serta mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Dalam konteks kesehatan masyarakat, olahraga memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan risiko olahraga berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang terpublikasi pada rentang tahun 2015 hingga 2025. Pemilihan artikel dilakukan melalui pencarian pada basis data PubMed, Scopus, Google Scholar, Cochrane, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ), serta diseleksi sesuai pedoman Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mendapatkan gambaran umum secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (150–300 menit per minggu) sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, serta meningkatkan kognitif dan kesehatan mental. Sebaliknya, olahraga intensitas tinggi yang dilakukan secara berlebihan tanpa panduan profesional dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti cedera otot dan sendi, kelelahan kronis, hingga gangguan psikososial seperti kecemasan performa, burnout, dan kehilangan motivasi. Risiko ini juga meningkat pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang tidak melakukan pemulihan secara memadai setelah latihan intens. Temuan ini menegaskan pentingnya menyesuaikan intensitas latihan dengan kemampuan individu agar memperoleh manfaat optimal dan meminimalkan risiko.Kata kunci : kesehatan fisik, kesehatan mental, manfaat dan risiko, olahraga
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental pada Remaja dan Dewasa Muda: A Systematic Review of Empirical Quantitative Studies Kosen, Yosua Darmadi; Jannah, Syarifah Miftahul; Apriadi, Adis; Asyum, Muhammad Arifial; Faustin, Amadea Jovita Miko; Nurfitri, Rizalya Zahra; Christanti, Yohana; Ryanto, Alyssa Feodora; Hersan, Kevin; Welliangan, Ariyani Sudhamma; Wahyudi, Chandra; Adiwijaya, Wilma; Tondang, Hana Grace
Jurnal Studi Pemuda Vol 14, No 1 (2025): Kaum Muda, Identitas, dan Transformasi Sosial di Era Digital
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.111681

Abstract

The growing prevalence of social media use among adolescents and young adults has raised concerns about its potential impact on mental health. This study was guided by the hypothesis that higher intensity of social media engagement is associated with adverse psychological outcomes. A systematic literature review was performed in accordance with PRISMA 2020 guidelines by searching Cochrane Library, PubMed, Scopus, Web of Science, Proquest, and Google Scholar for empirical studies published between 2015–2025 involving individuals aged 12–24 years. Twenty eligible articles were analysed, encompassing cross-sectional, longitudinal, and randomized controlled trial designs. The synthesis revealed that excessive social media use, particularly exceeding three to four hours daily, was consistently linked to depression, anxiety, sleep disturbances, emotional dysregulation, loneliness, and increased risk of self-harm or suicidal ideation. Key mediating mechanisms included fear of missing out, negative social comparison, cyberbullying, and poor sleep quality. Conversely, evidence from randomized controlled trials demonstrated that limiting usage to approximately 30 minutes per day or temporary abstinence significantly improved well-being, life satisfaction, and psychological resilience. These findings highlight the importance of targeted preventive strategies, including digital literacy, healthy lifestyle promotion, and structured time management, to mitigate the negative consequences of excessive social media use in adolescents and young adults.
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental pada Remaja dan Dewasa Muda: A Systematic Review of Empirical Quantitative Studies Kosen, Yosua Darmadi; Jannah, Syarifah Miftahul; Apriadi, Adis; Asyum, Muhammad Arifial; Faustin, Amadea Jovita Miko; Nurfitri, Rizalya Zahra; Christanti, Yohana; Ryanto, Alyssa Feodora; Hersan, Kevin; Welliangan, Ariyani Sudhamma; Wahyudi, Chandra; Adiwijaya, Wilma; Tondang, Hana Grace
Jurnal Studi Pemuda Vol 14, No 1 (2025): Kaum Muda, Identitas, dan Transformasi Sosial di Era Digital
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.111681

Abstract

The growing prevalence of social media use among adolescents and young adults has raised concerns about its potential impact on mental health. This study was guided by the hypothesis that higher intensity of social media engagement is associated with adverse psychological outcomes. A systematic literature review was performed in accordance with PRISMA 2020 guidelines by searching Cochrane Library, PubMed, Scopus, Web of Science, Proquest, and Google Scholar for empirical studies published between 2015–2025 involving individuals aged 12–24 years. Twenty eligible articles were analysed, encompassing cross-sectional, longitudinal, and randomized controlled trial designs. The synthesis revealed that excessive social media use, particularly exceeding three to four hours daily, was consistently linked to depression, anxiety, sleep disturbances, emotional dysregulation, loneliness, and increased risk of self-harm or suicidal ideation. Key mediating mechanisms included fear of missing out, negative social comparison, cyberbullying, and poor sleep quality. Conversely, evidence from randomized controlled trials demonstrated that limiting usage to approximately 30 minutes per day or temporary abstinence significantly improved well-being, life satisfaction, and psychological resilience. These findings highlight the importance of targeted preventive strategies, including digital literacy, healthy lifestyle promotion, and structured time management, to mitigate the negative consequences of excessive social media use in adolescents and young adults.