Takdir, Ahmad Taqiyuddin
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Pendidikan Madrasah Diniyah: Tantangan, Kebijakan dan Strategi Pegembangan Palallo, Alief Asyur; Suparto, Suparto; Takdir, Ahmad Taqiyuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30748

Abstract

Pendidikan Madrasah Diniyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Madrasah Diniyah, termasuk tantangan yang dihadapi, kebijakan terkait, serta strategi pengembangan yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai penelitian sebelumnya yang fokus pada Madrasah Diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Diniyah mengalami berbagai dinamika mulai dari perubahan kurikulum, metode pembelajaran, hingga kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada operasional madrasah. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, adaptasi terhadap perkembangan zaman, dan regulasi yang belum sepenuhnya mendukung. Strategi pengembangan yang efektif meliputi revisi kurikulum secara periodik, peningkatan kompetensi pendidik, serta sinergi antara madrasah dan masyarakat.
Analysis of the Phrase Iż Qāla and its Various Derivations in QS. Al-Baqarah Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Muhammad Yusuf; Muhammad Yahya; Irfan Jaya Sakti; Alief Asyur Palallo
Jurnal test Vol 4 No 2 (2025): AL-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v4i2.322

Abstract

This study examines the phrase īz qāla and its derivations in Surah Al-Baqarah. This phrase is commonly used as an introductory expression in important stories or events in the Qur’an, typically referring to Allah or His prophets delivering a message or teaching. The focus of this study is on the interpretation of how the phrase īz qāla and its various derivations appear in Surah Al-Baqarah. The researcher employed a library research methodology with a linguistic approach, leading to the finding that the phrase īz qāla and its various derivations in Surah Al-Baqarah all take the form of īz ẓarfiyyah. However, in this phrase, īz often indicates an event (maf’ūl bih) and carries a command to pay attention to the event described. The interpretation differs when īz qāla occurs in the middle of a verse, where there are various opinions regarding the meaning of īz in this context.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Umar, Ratna; Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836

Abstract

Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Umar, Ratna; Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836

Abstract

Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.