Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dinamika Pendidikan Madrasah Diniyah: Tantangan, Kebijakan dan Strategi Pegembangan Palallo, Alief Asyur; Suparto, Suparto; Takdir, Ahmad Taqiyuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30748

Abstract

Pendidikan Madrasah Diniyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Madrasah Diniyah, termasuk tantangan yang dihadapi, kebijakan terkait, serta strategi pengembangan yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai penelitian sebelumnya yang fokus pada Madrasah Diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Diniyah mengalami berbagai dinamika mulai dari perubahan kurikulum, metode pembelajaran, hingga kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada operasional madrasah. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, adaptasi terhadap perkembangan zaman, dan regulasi yang belum sepenuhnya mendukung. Strategi pengembangan yang efektif meliputi revisi kurikulum secara periodik, peningkatan kompetensi pendidik, serta sinergi antara madrasah dan masyarakat.
Analysis of the Phrase Iż Qāla and its Various Derivations in QS. Al-Baqarah Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Muhammad Yusuf; Muhammad Yahya; Irfan Jaya Sakti; Alief Asyur Palallo
Jurnal test Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v4i2.322

Abstract

This study examines the phrase īz qāla and its derivations in Surah Al-Baqarah. This phrase is commonly used as an introductory expression in important stories or events in the Qur’an, typically referring to Allah or His prophets delivering a message or teaching. The focus of this study is on the interpretation of how the phrase īz qāla and its various derivations appear in Surah Al-Baqarah. The researcher employed a library research methodology with a linguistic approach, leading to the finding that the phrase īz qāla and its various derivations in Surah Al-Baqarah all take the form of īz ẓarfiyyah. However, in this phrase, īz often indicates an event (maf’ūl bih) and carries a command to pay attention to the event described. The interpretation differs when īz qāla occurs in the middle of a verse, where there are various opinions regarding the meaning of īz in this context.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Umar, Ratna; Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836

Abstract

Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Umar, Ratna; Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836

Abstract

Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
ANALISIS NILAI-NILAI AL-QUR’AN DALAM PENGOBATAN MAJJAPPI-JAPPI DI DESA SALULEMO, KECAMATAN BAEBUNTA, KABUPATEN LUWU UTARA Sakti , Irfan Jaya; Basri , Halimah; Mahfudz, Muhsin; Umar, Ratnah; Takdir, Ahmad Taqiyuddin
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4157

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis nilai-niali Al-Qur’an yang hidup dalam praktik pengobatan tradisional majjappi-jappi di Desa Salulemo, Kec. Baebunta, Kab. Luwu Utara. Metode penelitian ini adalah field research yang disajikan secara dekriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir dan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majjappi-jappi merupakan suatu metode pengobatan tradisional bugis yang bertujuan untuk meyembuhkan penyakit dengan cara berdo’a kepada Allah swt. Sehingga ilai-nilai Al-Qur’an yang termuat dalam metode pengobatan majjappi-jappi adalah nilai pengharapan melalui doa yang terinspirasi dari QS Gafir/40: 60 sebagai bentuk pengamalan maysyarakat Desa Salulemo dalam pengobatan majjappi-jappi dengan berdoa menggantungkan harapan terhadap kesembuhan pasien hanya kepada Allah swt., terdapat juga nilai bersaraah diri sepenuhnya (tawakkal) kepada Allah Swt. yang tergambar dalam QS. Al-Ma’idah/5: 23, nilai ikhtiar yang terefleksi dalam QS. Al-Syu’ara’/26: 80 yakni adanya keseimbangan antara usaha manusia dan sikap pasrah kepada ketentuan Allah swt, dan terakhir terkandung nilai menjadikan Al-Qur’an sebagai penawar suatu penyakit (syifā’)sebagai bentuk ekspresi masyarakat Desa Salulemo terhadap QS. Al-Isra’/17: 82.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Umar, Ratna; Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836

Abstract

Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
Nasakh dalam Sunah Implikasinya bagi Hukum Islam dan Tafsir Al-Qur’an Takdir, Ahmad Taqiyuddin; Arafah Julianto, Teguh; Hasanah, Nurul
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Hadis and Philosophy
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/70hysx16

Abstract

This article examines the concept of nasakh (abrogation) in the Sunnah of Prophet Muhammad Saw and its implications for Islamic law and Qur’anic exegesis. Nasakh is understood as the abrogation of an existing legal ruling by a subsequent one, based on a clear and authoritative Sharī‘ah evidence. The phenomenon of nasakh in the Sunnah can be found in several hadiths, such as the prohibition of visiting graves which was later permitted, the initial restriction on storing sacrificial meat for more than three days which was subsequently lifted, the allowance and later prohibition of temporary marriage (nikah mut‘ah), the prohibition and later allowance of using certain containers for wine, and the obligation of qiyam al-lail (night prayer) which was later reduced to a recommended practice. This study employs a library research method with descriptive-analytical and historical-normative approaches. The findings reveal that nasakh in the Sunnah plays a crucial role in maintaining the flexibility of Islamic law, resolving textual contradictions, and demonstrating the principle of tadarruj (gradualism) in legislation. Moreover, hadiths containing nasakh have significant implications for interpreting Qur’anic legal verses, making the study of nasakh an integral part of Islamic legal and exegetical scholarship.