Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbaikan keseimbangan lini produksi dengan metode regional approach, largest candidate rule dan ranked positional weight Esa Pratiwi; Agus Nurrokhman
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1698

Abstract

Perusahaan screen printing merupakan Perusahaan jasa second process yang salah satu proses produksinya yaitu proses screen printing. Permasalahan yang terjadi di area screen printing adalah banyaknya waktu menganggur pada lini produksi proses screen printing berdampak pada hasil produksi yang tidak tercapai dan jadwal pengiriman yang tidak tepat waktu, proses screen printing memiliki 13 stasiun kerja. Terjadi kelebihan waktu proses yang melebihi waktu standar pada stasiun kerja 3 (Paprint process) dengan adanya hal itu mengakibatkan tidak tercapainya target produksi 2500 pasang/hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan line efficiency dan balance delay terbaik pada proses screen printing dan memberikan usulan perbaikan agar dapat meningkatkan hasil produksinya. Metode yang digunakan adalah dengan kesimbangan lini regional approach, Ranked position weight dan largest candidate rules. Hasil yang didapat dengan nilai line efficiency terbesar yaitu 68,35% dengan balance delay terkecil yaitu 31,65% dan smoothness index terendah sebesar 6873,05 detik yang berarti memiliki keseimbangan lini yang baik atau berjalan lancar.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode HAZOP Dan FMEA Yudi Maulana; Hotma Antoni Hutahaean; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1527

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri maklon kosmetik yang melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan mekanis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya kerja di PT. ASK dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan, penyebab, konsekuensi, serta tindakan pencegahan berdasarkan matriks risiko. Sementara itu, FMEA menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian severity, occurrence, dan detection. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi terdapat pada proses mixing, packaging, filling, dan penerimaan bahan baku. Beberapa potensi bahaya utama antara lain tumpahan bahan kimia (RPN 144), reaksi bahan dalam mixer (RPN 120), serta postur kerja yang tidak ergonomis (RPN 112). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan HAZOP dan FMEA efektif dalam memberikan penilaian risiko secara menyeluruh serta membantu perusahaan merumuskan langkah pencegahan. Dengan demikian, penerapan K3 secara sistematis sangat penting untuk meminimalkan risiko dan mendukung perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keselamatan kerja.
Analisis Dan Perumusan Strategi Peningkatan Kinerja Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Ehs Pyramid Index Dan Fishbone Diagram Esa Pratiwi; Niera Feblidiyanti; Nurselvi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1589

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Environmental, Health, and Safety/EHS) merupakan elemen strategis dalam menjamin keberlanjutan operasional perusahaan serta melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja. Penerapan sistem EHS yang efektif memerlukan metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir kecelakaan kerja, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui indikator proaktif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah EHS Pyramid Index, yang menekankan keseimbangan antara leading indicators dan lagging indicators dalam pengendalian risiko keselamatan kerja. Perusahaan menetapkan target EHS Pyramid Index sebesar 98% sebagai tolok ukur kinerja keselamatan kerja. Namun, hasil evaluasi Triwulan I Tahun 2025 menunjukkan capaian aktual sebesar 90,9%, yang mengindikasikan adanya kesenjangan dalam implementasi sistem EHS di tingkat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaktercapaian target EHS Pyramid Index serta merumuskan strategi peningkatan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terukur dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif melalui analisis data EHS perusahaan, observasi lapangan, dan wawancara semi terstruktur dengan personel kunci. Analisis dilakukan menggunakan EHS Pyramid Index, Fishbone Diagram, dan pendekatan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pelaporan near miss dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan EHS menjadi faktor utama penurunan kinerja EHS. Strategi peningkatan difokuskan pada penguatan indikator proaktif, penyederhanaan sistem pelaporan, peningkatan peran manajemen, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja EHS dan menurunkan potensi kecelakaan kerja secara berkelanjutan.