Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Risiko Rantai Pasok Cabai Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada PT. XYZ Putri, Lutfiah; Soewardi, Hartomo; Apriani, Ratna Agil; Azizah, Nabila Aulia; Basuki, Demas Emirbuwono
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 4 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i4.10717

Abstract

PT.XYZ adalah salah satu perusahaan di kota Makassar yang bergerak dibidang pengiriman cabai ke beberapa daerah seperti Timika, Jayapura, Tarakan, Palu, dan Mamuju yang bekerja sama dengan suplayer, dan beberapa daerah pemasok cabai seperti Jeneponto, Malino, Barombong dan Enrekang. Cabai merupakan komoditas penting dalam sector pertanian dan ketergantungan masyarakat terhadap cabai membuat stabilitas pasokan menjadi kunci dalam memastikan kelangsungan oporasional. Hilangnya kualitas pada cabai di sebabkan oleh beberapa faktor seperti cuaca, cabai terlalu masak atau berair, cabai di simpan terlalu lama, dan penanganan pengiriman. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor resiko pengiriman cabai untuk menghindari terjadinya kerusakan pada cabai, metode yang digunakan adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yaitu suatu metode yang terstruktur dan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat risiko penyebab kualitas suatu produk. Hasil penelitian dalam menganalisis risiko rantai pasok cabai ini terdapat bahwa pada petani RPN tertinggi penyebab kabusukan pada cabai yaitu memanen buah yang terlalu masak dengan nilai RPN 72, dan pada Pengumpul RPN tertinggi penyebab kabusukan pada cabai yaitu cabai terkena air dengan nilai RPN 294, sedangkan RPN tertinggi penyebab kabusukan pada penyortiran yaitu memisahkan cabai yang busuk dan cabai yang masih segar dengan nilai RPN 112.
APPLICATION OF THE BEHAVIORALLY ANCHORED RATING SCALE (BARS) IN ASSESSING EMPLOYEES’ OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH SITUATIONAL AWARENESS Ahmad Padhil; Dirgahayu Lantara; Lutfiah Putri; Andi Pawennari
Journal of Vocational Health Studies Vol. 9 No. 1 (2025): July 2025 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V9.I1.2025.8-15

Abstract

Background: In 2017, at PT. XY, the average Frequency Rate (FR) was 4.68 accidents for every one million working hours, while the average Severity Rate (SR) was 336.16 lost workdays per one million work hours. These indicators reveal that 264 accidents and 18.983 working days lost during 56.469.736 working hours throughout the current year. Purpose: This research aims to determine the level of alertness among workers and investigate their behavior in carrying out tasks at the PT. XY factory. Method: Worker data were collected using sampling techniques and analyzed employing the Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) method to provide potential dangers and worker behavior in the PT. XY factory section. The research approach applied was quantitative, collecting data through the distribution of 44 questionnaires to workers in that section. Result: The potential hazards occurring in the PT. XY factory were attributed to workers’ lack of attention to Situational Awareness (SA) while doing work, where in the PT. XY factory section there are three processes, namely first press, second press, and filtration stage. The results of the confidence levels in the office section of the PT. XY factory showed actual accuracy and perceived accuracy values of 46.67% and 86.67%, respectively. In the process section, workers exhibited actual accuracy and perceived accuracy values of 42.85% and 84.28%, while in the maintenance section, the actual accuracy value was 44.81% and the perceived accuracy was 84.90%. Conclusion: Based on data analysis, office workers showed the highest level of alertness (65.00%), followed by maintenance workers (63.67%), while workers in the process section showed the lowest alertness level (63.00%).
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA KEDAI KOPI DARKST DI KOTA MEDAN Putri, Lutfiah; Nasution, Ridwan
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2026): Judika: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v4i1.12826

Abstract

Perkembangan industri kedai kopi di Indonesia mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup, peningkatan daya beli masyarakat, dan kebutuhan akan ruang sosial yang nyaman mendorong tumbuhnya berbagai kedai kopi dengan konsep yang unik. Salah satunya adalah Kedai Kopi Darkst yang berada di Kota Medan, mengusung konsep gelap sebagai identitas utama. Meskipun memiliki lokasi yang tidak terlalu besar, kedai ini tetap ramai dikunjungi sejak pertama kali berdiri pada tahun 2020. Fenomena ini menjadi dasar dalam penelitian ini, di mana peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Kedai Kopi Darkst mampu menarik dan mempertahankan minat konsumen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana strategi komunikasi pemasaran pada Kedai Kopi Darkst di Kota Medan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan berdasarkan empat elemen dalam bauran pemasaran (4P): Produk (Product), Harga (Price), Tempat (Place), dan Promosi (Promotion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Kopi Darkst menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif, di antaranya adalah penyediaan beragam varian minuman kopi dan non-kopi, penetapan harga yang kompetitif dan terjangkau, penyediaan suasana tempat yang nyaman dan tematik sesuai dengan konsep gelap yang diusung, serta promosi aktif melalui media sosial, khususnya Instagram. Selain itu, kedai ini juga melakukan kolaborasi dengan brand lain untuk memperluas jangkauan pasar. Strategi-strategi ini membuktikan bahwa komunikasi pemasaran yang tepat dapat membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan loyalitas konsumen, sehingga Darkst mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri kedai kopi yang kompetitif.
DESAIN KONSEP MUTU LAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS TANJUNG SELOKA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Lutfiah Putri; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23373

Abstract

Puskesmas Tanjung Seloka adalah satu-satunya penyedia fasilitas rawat inap di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Minat masyarakat terhadap layanan ini meningkat, terlihat dari kenaikan total kunjungan dari 374 kunjungan pada tahun 2022 (97 rawat inap, 277 rujukan) menjadi 428 kunjungan pada tahun 2023 (90 rawat inap, 338 rujukan). Tingginya angka rujukan mengindikasikan adanya keterbatasan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pasien, merancang spesifikasi fasilitas rawat inap, serta mengevaluasi efektivitas desain usulan. Metode yang digunakan adalah integrasi Service Quality (SERVQUAL) dan Importance-Performance Analysis (IPA) ke dalam Quality Function Deployment (QFD) melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama pasien meliputi kebersihan ruangan dan toilet, sirkulasi udara baik, serta tempat tidur nyaman. Desain usulan mencakup tempat tidur berdimensi khusus, meja dengan lemari, tirai privasi, AC, jendela, tiang infus, wastafel, dan toilet duduk ergonomis. Evaluasi desain menghasilkan skor kegunaan 71,25 (kategori "Baik"), membuktikan desain usulan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasien.Kata Kunci: Puskesmas, Kualitas Pelayanan, House of Quality, Desain Fasilitas
DESAIN KONSEP MUTU LAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS TANJUNG SELOKA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Lutfiah Putri; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23373

Abstract

Puskesmas Tanjung Seloka adalah satu-satunya penyedia fasilitas rawat inap di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Minat masyarakat terhadap layanan ini meningkat, terlihat dari kenaikan total kunjungan dari 374 kunjungan pada tahun 2022 (97 rawat inap, 277 rujukan) menjadi 428 kunjungan pada tahun 2023 (90 rawat inap, 338 rujukan). Tingginya angka rujukan mengindikasikan adanya keterbatasan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pasien, merancang spesifikasi fasilitas rawat inap, serta mengevaluasi efektivitas desain usulan. Metode yang digunakan adalah integrasi Service Quality (SERVQUAL) dan Importance-Performance Analysis (IPA) ke dalam Quality Function Deployment (QFD) melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama pasien meliputi kebersihan ruangan dan toilet, sirkulasi udara baik, serta tempat tidur nyaman. Desain usulan mencakup tempat tidur berdimensi khusus, meja dengan lemari, tirai privasi, AC, jendela, tiang infus, wastafel, dan toilet duduk ergonomis. Evaluasi desain menghasilkan skor kegunaan 71,25 (kategori "Baik"), membuktikan desain usulan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasien.Kata Kunci: Puskesmas, Kualitas Pelayanan, House of Quality, Desain Fasilitas