Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Andriani, Tati; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Oscar, Agus Wiramsya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.625 KB)

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Tati Andriani; Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim; Agus Wiramsya Oscar
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Design of Automatic Irrigation System For Post-Mining Land Reclamation Sihombing, Ruspita; Azizah, Amiril; Arifin, Zainal; Sari, Wahyuni Eka; Oscar, Agus Wiramsya; Putra, Pandhu Rochman Suosa
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.1.2950

Abstract

post-mining land reclamation poses a challenge in restoring degraded land's ecological function and productivity, requiring optimal rehabilitation to make it productive and environmentally friendly. A key challenge in reclamation is the availability of efficient water sources to support the revegetation process. Conventional irrigation systems are inefficient and require intensive monitoring. Therefore, an innovative solution in the form of an automatic irrigation system is needed to optimize water use and support sustainable plant growth. This study aims to design and develop a technology-based automatic irrigation system that combines soil moisture sensors, water pumps, sprinklers, solar panels, solenoid valves, and microcontrollers to regulate irrigation efficiently and on time. The methodology includes hardware and software design, integration of soil moisture sensors, a microcontroller as the control unit, and system field testing. The system is designed to activate irrigation based on real-time soil moisture levels automatically, ensuring water is only applied when needed. The system is expected to reduce excess water use and improve irrigation effectiveness across large and diverse areas. Results show that this automatic irrigation system can reduce water consumption by 34.2% compared to conventional methods. In addition, farmers can remotely manage irrigation via the Internet or mobile apps, reducing irrigation time by 75 minutes. This system holds the potential to be an innovative and sustainable solution for post-mining land reclamation, ushering in a new era of efficient and sustainable agriculture.
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Andriani, Tati; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Oscar, Agus Wiramsya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12 No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Pengukuran Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Di PT. Nusantara Batulicin Oscar, Agus Wiramsya
Brahmana : Jurnal Penerapan Kecerdasan Buatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juni
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/brahmana.v4i2.229

Abstract

Research has been carried out on how to apply the Balance Scorecard as a benchmark for employee performance at the Rubber Factory at PT. Nusantara Batulicin PT. Nusantara Batulicin is a private company located in South Kalimantan province in Tanah Bumbu district which operates in the rubber industry, bearing in mind that rubber in the Covid-19 and post-Covid-19 era experienced unpredictable price changes, initially the price of rubber reached Rp. 12,000,- per kilogram to Rp. 2,000,- per kilogram which of course has a big impact on the performance of the company's employees. Based on the results of the research that has been carried out, the conclusion obtained is that the results of research using the application of the Balanced Scorecard in this research based on the four perspectives are in the good category. The financial perspective regarding the company's sales or income is in the positive category or making a profit from its business results, although in 2019 it experienced a loss but can be improved in 2020 and 2021. The customer perspective in terms of market share is correct, apart from that the company also provides maximum service so that customers feel satisfied and customer retention can be maintained. The internal business perspective from an innovation perspective always provides different innovations so that it can improve the quality of production results. Apart from that, from the operational aspect, the operational process is in accordance with the standards and procedures set by the government.
Paleoenvironmental Influences Evaluation on Sedimentary Organic Matter of the Kampungbaru Formation, Lower Kutai Basin: Organic and Inorganic Geochemical Approaches Jamaluddin; Jamaludin, Siti Nur Fathiyah; Massinai, Muhammad Altin; Zhang, Shiqi; Mansor, Hafzan Eva; Oscar, Agus Wiramsya
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 4 (2025): JGEET Vol 10 No 04 : December (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.4.24526

Abstract

The study of paleoenvironmental influences on sedimentary organic matter has become a critical field of research, particularly in understanding the depositional conditions that control the accumulation and preservation of organic matter. In present study, Upper Miocene-Pliocene Kampungbaru Formation of the Lower Kutai Basin, Indonesia was evaluated by utilizing geochemical proxies to interpret the role of paleoclimate, paleosalinity, and paleoredox conditions on the enrichment of sedimentary organic matter. The rock unit is mostly comprised of shale, coaly shale and coal. The sediments of the Kampungbaru Formation were mostly deposited in a freshwater to brackish depositional environment, likely representing swampy or deltaic settings with transitions between weakly anoxic to oxic environments. A fluctuation between humid and arid climates with higher total organic carbon (TOC) values associated with humid conditions that enhanced  the organic matter preservation. The geochemical results indicate that the analyzed samples have a TOC content between 1.50 wt.% to 43.68 wt.%, indicating a good to excellent organic matter content. Organic matter in the Kampungbaru Formation is composed of type III (gas-prone) and type II-III (mixed oil and gas prone) kerogen, with HI values ranging from 91 to 269 mg HC/g TOC. The pyrolysis Tmax of the Kampungbaru Formation range from 301 to 427 °C which indicate that sediments are thermally immature, bordering on the limit of 435ºC. The closure of the Indonesian Seaway during the Miocene-Pliocene restricted marine water exchange between the Indian and Pacific Oceans. This tectonic event likely reduced marine influence in the Lower Kutai Basin promoting freshwater-dominated depositional settings such as swamps and deltas.
Peningkatan Kualitas Material Kayu Olahan Melalui Pendekatan Robust Design Taguchi dan Identifikasi Akar Masalah Melalui Fault Tree Analysis Ice Trianiza; Agus Wiramsya Oscar; Irawan Noor; Abdurahim Sidiq
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i3.5871

Abstract

This study aims to improve the quality of processed wood products through an integrative approach of Fault Tree Analysis (FTA) and the Taguchi Method. The use of FTA is focused on identifying the root causes of failure and the dominant factors affecting low product quality. Based on the fault tree analysis, it was found that the critical variables causing defects include cade room temperature, drying duration, and motor speed. Furthermore, Taguchi experiments were applied to determine the optimal process parameters to produce a robust product. The results showed that the optimal factor level combination was achieved at a cade room temperature of 65°C (level 2), a drying time of 18 days (level 1), and a motor speed of 2420 rpm (level 1). Statistical analysis through ANOVA indicates that the cade room temperature provides the most significant contribution to product quality at 45.69%. The application of these optimal parameters is projected to significantly reduce process variability, as the primary factors causing defects—specifically warping (48.5%) and uneven surfaces (32.5%)—have been successfully identified and controlled. Managerially, the company is recommended to implement the synergy of FTA and Taguchi methods as a continuous quality evaluation instrument. Additionally, a regular maintenance program for the cade room facility is crucial so that temperature fluctuations can be monitored precisely to guarantee consistent end-product quality.
Pelatihan Dan Pembuatan Pupur Babigi Gelinggang Kelor Bersama Ibu – Ibu Di Desa Kalahang Kabupaten Tabalong Firda Herlina; Robiatul Adawiah; Ice Trianiza; Yuli Panca; Agus Wiramsya Oscar; Faisal Rahman; Hazairin; Jainal Arifin; Mujiburahman
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 : Oktober (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has abundant biodiversity, yet its utilization is still limited to traditional consumption and has not been widely developed into economically valuable products. The leaves of galingale (Cassia alata) contain flavonoids, alkaloids, and tannins that are beneficial as antibacterials and antifungals, while the moringa leaves (Moringa oleifera) are rich in antioxidants, vitamins, and minerals beneficial for skin health. One local wisdom of the Kalimantan community is the pupur babigi, a traditional powder made from natural ingredients, which is now being abandoned due to the influx of modern cosmetic products. This community service activity aims to: (1) increase public knowledge about the contents and benefits of galingale and moringa leaves, (2) train the community in making pupur babigi, and (3) encourage the creation of micro-enterprises based on herbal products. The methods include preparation, socialization, practical training, mentoring, and evaluation, involving 25 participants (housewives and youth from the community). The results show an increase in participants' understanding from 20% (pre-training) to 85% (post-training). All participants were able to produce pupur babigi of good quality, and 80% expressed interest in developing the product as a business. In addition to skills transfer, this activity also raised collective awareness about the importance of utilizing local natural resources for economic empowerment.
DESAIN KONSEP MUTU LAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS TANJUNG SELOKA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Lutfiah Putri; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23373

Abstract

Puskesmas Tanjung Seloka adalah satu-satunya penyedia fasilitas rawat inap di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Minat masyarakat terhadap layanan ini meningkat, terlihat dari kenaikan total kunjungan dari 374 kunjungan pada tahun 2022 (97 rawat inap, 277 rujukan) menjadi 428 kunjungan pada tahun 2023 (90 rawat inap, 338 rujukan). Tingginya angka rujukan mengindikasikan adanya keterbatasan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pasien, merancang spesifikasi fasilitas rawat inap, serta mengevaluasi efektivitas desain usulan. Metode yang digunakan adalah integrasi Service Quality (SERVQUAL) dan Importance-Performance Analysis (IPA) ke dalam Quality Function Deployment (QFD) melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama pasien meliputi kebersihan ruangan dan toilet, sirkulasi udara baik, serta tempat tidur nyaman. Desain usulan mencakup tempat tidur berdimensi khusus, meja dengan lemari, tirai privasi, AC, jendela, tiang infus, wastafel, dan toilet duduk ergonomis. Evaluasi desain menghasilkan skor kegunaan 71,25 (kategori "Baik"), membuktikan desain usulan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasien.Kata Kunci: Puskesmas, Kualitas Pelayanan, House of Quality, Desain Fasilitas
DESAIN KONSEP MUTU LAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS TANJUNG SELOKA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Lutfiah Putri; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23373

Abstract

Puskesmas Tanjung Seloka adalah satu-satunya penyedia fasilitas rawat inap di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Minat masyarakat terhadap layanan ini meningkat, terlihat dari kenaikan total kunjungan dari 374 kunjungan pada tahun 2022 (97 rawat inap, 277 rujukan) menjadi 428 kunjungan pada tahun 2023 (90 rawat inap, 338 rujukan). Tingginya angka rujukan mengindikasikan adanya keterbatasan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pasien, merancang spesifikasi fasilitas rawat inap, serta mengevaluasi efektivitas desain usulan. Metode yang digunakan adalah integrasi Service Quality (SERVQUAL) dan Importance-Performance Analysis (IPA) ke dalam Quality Function Deployment (QFD) melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama pasien meliputi kebersihan ruangan dan toilet, sirkulasi udara baik, serta tempat tidur nyaman. Desain usulan mencakup tempat tidur berdimensi khusus, meja dengan lemari, tirai privasi, AC, jendela, tiang infus, wastafel, dan toilet duduk ergonomis. Evaluasi desain menghasilkan skor kegunaan 71,25 (kategori "Baik"), membuktikan desain usulan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasien.Kata Kunci: Puskesmas, Kualitas Pelayanan, House of Quality, Desain Fasilitas