Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS BENTUK KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT KABAR WASPADA BERJUDUL “KEBUN BINATANG INI AJAK PENGUNJUNG NAMAI KECOAK PAKAI NAMA MANTAN” Sihite, Mutiara Angelica Hasian; Nurinsani , Jiwana; Yasmin, Kaila Azzahra; Sipayung, Stephanie; Jiratullah, Huraiyah; Sinaga, Daniel; Siregar, Mustika Wati
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44556

Abstract

Analisis kesalahan berbahasa adalah proses yang bertumpu pada pemahaman kesalahan yang dilakukan oleh individu yang sedang belajar terhadap objek yang telah ditentukan (yaitu bahasa). Dengan megidentifikasi beberapa penggunaan kata dan kalimat yang salah diataranya penggunaan huruf kapital, tanda kurung, tanda kutip dan kalimat yang ambigu/mubazir. Dengan ini peneliti berharap semoga penulisan surat kabar lebih diperhatikan lagi tata pola kebahasaanya. Peneliti menggunakan metode penelitian ini dengan penelitian kualitatif deskriptif. Objek yang dipilih oleh tim peneliti adalah surat kabar waspada.co.id dengan judul “Kebun Binatang Ini Ajak Pengunjung Namai Kecoak Pakai Nama Mantan” edisi hari kamis, 28 Januari 2024.
MENGHADAPI TANTANGAN INOVASI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA ERA SOCIETY 5.0: AI SEBAGAI SOLUSI DI SD SWASTA PAB 34 PATUMBAK Nurinsani, Jiwana; Sipayung, Stephanie Br; Sihite, Mutiara Angelica Hasian; Yasmin, Kaila Azzahra; Jiratullah, Huraiyah; Sinaga, Daniel Christian; Prasasti, Tri Indah; Azizah, Nurul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.51214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi dalam menghadapi tantangan inovasi materi ajar Bahasa Indonesia di era society 5.0 di SD Swasta PAB 34 Patumbak. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah kesulitan dalam menyusun modul dan materi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan teknologi zaman sekarang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi video liputan dengan guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI sangat membantu guru dalam mempercepat pembuatan materi ajar serta memberikan inspirasi konten yang variatif, meskipun tetap memerlukan revisi manual oleh guru. AI juga berperan dalam mempermudah pekerjaan guru dan meningkatkan efisiensi persiapan pembelajaran. Namun, keterbatasan teknologi dan akses siswa menjadi hambatan yang masih perlu diatasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa AI bukan sebagai pengganti guru, melainkan pendukung inovasi pembelajaran di era society 5.0.
Appreciation and Criticism of the Monologue Play Script “Marsinah Menggugat” by Ratna Sarumpaet: A Feminist Perspective Nurinsani, Jiwana; Yasmin, Kaila Azzahra; Sihite, Mutiara Angelica Hasian; Sipayung, Stephanie Br; Jiratullah, Huraiyah; Sinaga, Daniel Christian; Lubis, Fitriani
EDUCTUM: Journal Research Vol. 4 No. 4 (2025): Eductum: Journal Research
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejr.v4i4.1101

Abstract

This study aims to appreciate and critique the monologue drama script Marsinah Menggugat by Ratna Sarumpaet through a feminist perspective. The script tells the true story of a female laborer, Marsinah, who became a symbol of the struggle against injustice and oppression. This study uses a descriptive qualitative approach with a content analysis method to examine the drama text in depth. The focus of the analysis is directed at the representation of female characters, power relations, and expressions of resistance against patriarchal domination. The results show that Marsinah is depicted as a brave, critical woman with a high social awareness. The monologue in this script becomes a powerful medium to voice women's suffering and resistance against oppressive systems. The emotional dialogue and sharp narrative successfully convey social and feminist messages effectively. The conclusion of this study confirms that Marsinah Menggugat not only has literary aesthetic value, but also functions as a tool for social criticism that speaks out about gender injustice and fights for human justice.
Perkembangan Leksikografi di Era Digital: Studi Penyusunan Kamus Elektronik Bahasa Indonesia Agave, Kezia Erica; Yasmin, Kaila Azzahra; Sitorus, Tesalonica Evelin Br; Jiratullah, Huraiyah; Puteri, Anggia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan leksikografi di era digital dengan fokus pada penyusunan kamus elektronik bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan konsep leksikografi, menjelaskan peran teknologi dalam penyusunan kamus elektronik, serta mengkaji relevansi kamus digital dalam menghadapi perkembangan kosakata di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah terbitan tahun 2020–2025 serta dokumen resmi KBBI Daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi di era digital tidak lagi terbatas pada penyusunan kamus cetak, tetapi berkembang menjadi pengelolaan data leksikal yang dinamis, berbasis korpus, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Korpus bahasa berperan penting dalam menentukan lema, makna, kolokasi, dan contoh penggunaan secara lebih objektif. Dalam konteks bahasa Indonesia, KBBI Daring menjadi wujud konkret perkembangan kamus elektronik yang memungkinkan pembaruan data secara berkala dan akses yang lebih luas. Selain memiliki kelebihan berupa kemudahan akses, kecepatan pencarian, dan pembaruan yang fleksibel, kamus elektronik juga menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada teknologi, kebutuhan literasi digital, dan tuntutan akurasi data. Dengan demikian, penyusunan kamus elektronik bahasa Indonesia di era digital memerlukan perpaduan antara prinsip leksikografi, pemanfaatan teknologi, dan verifikasi ilmiah yang berkelanjutan.