Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prognosis in Thymoma Patients with Myasthenia Gravis Undergoing Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) Thymectomy: An Evidence-Based Case Report Mety, Susan Hendriarini; Permadijana, Diajeng; Ramli, Muhammad Syawal Satria
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 45 No 3 (2025)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v45i3.814

Abstract

Background: Thymoma, a tumor in the anterior mediastinum, is common in adults and often linked with myasthenia gravis (MG). Thymectomy is recommended for MG patients with thymoma and traditionally done via median sternotomy, which is invasive. Minimally invasive methods like video-assisted thoracoscopic surgery (VATS) offer benefits like less blood loss and quicker recovery. However, more extensive studies are needed to confirm long-term oncological outcomes. Methods: A literature search was conducted using PubMed, Cochrane, and Scopus databases focused on terms related to thymoma, myasthenia gravis, VATS thymectomy, and survival. Duplicates were excluded, and studies were selected based on criteria. The selected studies were then critically appraised for validity, importance, and applicability. Results: Three manuscripts are selected for this case report. He et al showed that the cumulative CSR in the VATS group (26.7%) was significantly higher than the transsternal group (P=0.026). Maggi et al reported that the VATS group is significantly correlated with CSR (P=0.0349). Meanwhile, Tian et al showed there was no significant difference in the level of CSR (32.7% vs. 36.7%; P=0.622) between the VATS and trans-sternal groups. Tian et al also showed that survival results in the VATS group were higher than in the trans-sternal group, but it was not statistically significant (P=0.109). Conclusion: The prognosis of thymoma patients with MG who undergo thymectomy using the VATS method is not significantly different compared with the trans-sternal method.
Peningkatan Literasi Kesehatan Kardiovaskular melalui Penyuluhan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Yayasan Santri Peduli Negeri, Bekasi, Jawa Barat Busro, Pribadi Wiranda; Wardoyo, Suprayitno; Mety, Susan Hendriarini; Putra, Muhammad Hendra Ridanny; Satriadinatha, Gede Bagus Yoga; Sitanggang, Johan Samuel
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2336

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko dan tindakan kegawatdaruratan menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan dan penanganan dini. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Yayasan Santri Peduli Negeri, Bekasi, tim Departemen Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular FKUI berupaya menumbuhkan literasi kesehatan jantung serta keterampilan dasar penyelamatan nyawa melalui penyuluhan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang diikuti oleh 52 peserta ini berlangsung interaktif dan partisipatif. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai penyebab dan tanda-tanda penyakit jantung, tetapi juga berlatih langsung melakukan tindakan pertolongan pertama pada henti jantung. Setelah mengikuti sesi edukasi dan pelatihan, sebagian besar peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik, terutama dalam mengenali tanda serangan jantung dan memahami pentingnya deteksi dini. Mereka juga merasa lebih percaya diri untuk bertindak jika menemukan keadaan gawat jantung di sekitar mereka. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat dapat memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan pengetahuan, program ini menumbuhkan sikap peduli dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap masalah kesehatan jantung. Upaya seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk pemberdayaan komunitas menuju masyarakat yang lebih sadar, tanggap, dan berdaya dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.