Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Kesehatan Masyarakat pada Daerah Kumuh di Kota Palembang Matolisi, Elizabet; Dwi Satriyanto, Muhammad; Alimin
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.111

Abstract

Wilayah kumuh perkotaan merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena ditandai oleh kepadatan penduduk yang tinggi, perumahan tidak layak, dan minimnya akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan desain deskriptif-analitik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang melalui telaah terhadap berbagai sumber data sekunder yang relevan. Kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang menghadapi tantangan serius akibat kondisi lingkungan yang buruk, kepadatan penduduk, serta keterbatasan akses layanan dasar. Penyakit menular seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit banyak terjadi karena sanitasi yang tidak memadai dan minimnya PHBS. Masalah gizi pada anak dan ibu, termasuk stunting dan anemia, juga masih tinggi akibat kurangnya asupan bergizi dan infeksi berulang. Rendahnya cakupan imunisasi, ANC, dan persalinan di fasilitas kesehatan menunjukkan lemahnya akses terhadap layanan kesehatan, diperparah oleh faktor ekonomi dan administrasi kependudukan. Selain itu, tekanan psikososial dan kondisi hidup yang padat memicu meningkatnya masalah kesehatan mental. Secara umum, perbaikan kesehatan di wilayah kumuh memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar, edukasi kesehatan, serta penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Gambaran Kesehatan Masyarakat di Wilayah Lahan Basah Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan Alimin; Dwi Satriyanto, Muhammad; Matolisi, Elizabet
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.112

Abstract

Wilayah lahan basah seperti Sungsang dan Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan merupakan kawasan pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi pusat aktivitas perikanan, pertanian, serta pemukiman masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain literature review atau tinjauan pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengeksplorasi dan menganalisis berbagai temuan ilmiah yang relevan terkait kondisi kesehatan masyarakat di wilayah lahan basah, khususnya di daerah Sungsang Banyuasin. Wilayah lahan basah Sungsang dan Banyuasin menghadapi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama akibat buruknya kualitas air, sanitasi, dan akses layanan kesehatan. Ketergantungan pada air sungai yang tercemar menyebabkan tingginya kasus penyakit diare, infeksi kulit, dan penyakit tropis. Selain itu, ISPA dan masalah gizi seperti stunting banyak ditemukan karena kondisi rumah yang tidak sehat, ventilasi buruk, serta konsumsi makanan bergizi yang minim. Hambatan geografis dan terbatasnya tenaga kesehatan memperparah kesenjangan layanan medis. Rendahnya praktik PHBS juga menunjukkan kurangnya edukasi kesehatan berbasis budaya lokal. Oleh karena itu, perbaikan kesehatan di wilayah ini memerlukan pendekatan lintas sektor, berbasis komunitas, serta dukungan kebijakan yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.
PENYULUHAN KESEHATAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)PADA WARGA KELURAHAN PEBATUAN RW 6 Putri, Tengku; Fadli, Rohmi; Amin, Suci; Dwi Satriyanto, Muhammad; Gustika, Nur Hasna; Alfin, Alfin
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 2 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/q4ggz116

Abstract

Henti jantung di luar rumah sakit merupakan penyebab kematian mendadak yang signifikan secara global dan memerlukan intervensi cepat pada menit-menit pertama untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Warga RW6 Kelurahan Pebatuan tentang BHD. Metode kegiatan dilakukan dalamĀ  tahap persiapan (observasi lokasi, penyusunan materi, dan persiapan alat), pelaksanaan (pretest, penyuluhan, demonstrasi, dan role play). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan awal saat menghadapi kegawatdaruratan, dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk membekali masyarakat dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat