Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN INDUSTRI PODP YANG BERDAYA SAING : REFLEKSI GLOBAL DAN RENCANA STRATEGIS INDONESIA Az Zahra, Nisrina Nabila; Susatia, Vania Anindira; Yani, Indri Widuri; Faisal, Davin Ezra Alkan Al; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.64521

Abstract

Produk obat derivat plasma (PODP) merupakan hasil pengolahan plasma darah manusia yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti gangguan imun, hemofilia, dan penyakit autoimun. Penggunaan PODP semakin meluas seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan terapi berbasis protein plasma. Namun, perkembangan PODP di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan pasokan plasma berkualitas hingga ketergantungan pada produk impor. Artikel ini menyajikan tinjauan mengenai jenis PODP, proses produksinya, sistem deteksi patogen, serta upaya global dalam menjamin keamanan dan ketersediaan produk. Tinjauan ini didasarkan pada literatur dari basis data ilmiah seperti Embase, PubMed, EBSCO, dan World of Science dengan kata kunci terkait seperti “plasma-derived medicinal products”, “plasma-derived medicinal products”, dan “plasma fractionation”, yang mencakup aspek klinis, produksi, regulasi, dan industri dari PODP. Kajian ini juga menyoroti potensi Indonesia dalam membangun sistem produksi PODP yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merumuskan strategi nasional yang tepat. Melalui tinjauan ini, disimpulkan bahwa dengan komitmen kebijakan yang kuat, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri PODP yang aman, mandiri, dan berdaya saing global.
Aktivitas In Silico Senyawa pada Biji Pepaya (Carica papaya) terhadap Dipeptidyl Peptidase-4 Faisal, Davin Ezra Arkan Al; Sahrandi, Fahri Dejan; Fasyanora, Liviananda; Yani, Indri Widuri; Claudiana, Nur Shelly Ester; Colin, Michell Natasha; Nuwarda, Rina Fajri
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 5, No 3 (2025): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v5i3.69094

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 oleh Departemen Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 2,1% menjadi 10,9% pada tahun 2018. Oleh karena itu perlu terus dilakukan  penelitian tentang obat diabetes baru yang dapat memberikan efisiensi yang maksimal dan efek samping yang paling sedikit. Pepaya adalah buah yang dapat dengan mudah ditemui di Indonesia, berdasarkan penelitian terhadap tikus diabetes, ekstrak biji dan daun pepaya mampu memberikan efek antihiperglikemik secara signifikan. Alkaloid, saponin dan tanin yang terkandung pada pepaya diduga memberikan efek antidiabetesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi molekuler dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam biji pepaya dengan protein Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes menggunakan metode penambatan molekuler, prediksi Lipinski’s, dan PreADMET. Pengujian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, BIOVIA Discovery Studio 2021, dan AutoDock Tools 1.5.6 serta situs DUD-E, PreADMET, RCSB, dan SwissADME. Dari hasil analisis, diketahui bahwa senyawa trifluoromethyl merupakan kandidat obat terbaik dengan nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi berturut-turut sebesar −10,34 kkal/mol dan 0,02629 µM, dengan interaksi yang terjadi pada residu asam amino GLU B:167, HIS B:644, TYR B:662, GLU B:168, dan SER B:626.