Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sacred symbols and hate speech: A forensic-pragmatic study of Panji Gumilang’s discourse Anggrayni, Okta Diana; Pratita, Ina Ika; Nasrullah, Riki
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 10 No 2 (2025): Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/al.v10i2.6392

Abstract

Background: Hate speech targeting religious symbols in digital media has sparked complex legal and social debates. Public figures often disseminate ideological views that may violate religious norms and legal provisions. Aims: This study aims to identify the linguistic forms and pragmatic functions of directive and representative speech acts in Pandji Gumilang’s statements on the Zaytun Official YouTube channel, which were used as evidence in a finalised criminal case. Methods: A descriptive qualitative method was employed using a forensic pragmatic framework based on Searle's speech act theory. Data were drawn from the Indramayu District Court Verdict No. 365/Pid.Sus/2023/PN.Idm using purposive sampling. The analysis focused on speech forms, communicative functions, and violations of Leech's politeness maxims, specifically tact, agreement, modesty, and approbation. Results: The study found 12 speeches containing hate speech against religious symbols, consisting of four directive speeches and eight representative speeches. All data violates the principles of politeness, especially the maxims of wisdom, agreement, humility, and decency. Statements such as "Indonesia is a sacred land", "not the kalam of Allah", and "strange nasab descendants of the Prophet Saw. show the manipulation of language that functions as an ideological means and has a legal impact. Implications: Findings reveal that directive and representative speech acts serve as ideological tools undermining Islamic symbols and provoking legal action. This research highlights the utility of forensic pragmatics in examining how language functions as symbolic power and a medium for religion-based offences.
Sacred symbols and hate speech: A forensic-pragmatic study of Panji Gumilang’s discourse Anggrayni, Okta Diana; Pratita, Ina Ika; Nasrullah, Riki
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 10 No 2 (2025): Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/al.v10i2.6392

Abstract

Background: Hate speech targeting religious symbols in digital media has sparked complex legal and social debates. Public figures often disseminate ideological views that may violate religious norms and legal provisions. Aims: This study aims to identify the linguistic forms and pragmatic functions of directive and representative speech acts in Pandji Gumilang’s statements on the Zaytun Official YouTube channel, which were used as evidence in a finalised criminal case. Methods: A descriptive qualitative method was employed using a forensic pragmatic framework based on Searle's speech act theory. Data were drawn from the Indramayu District Court Verdict No. 365/Pid.Sus/2023/PN.Idm using purposive sampling. The analysis focused on speech forms, communicative functions, and violations of Leech's politeness maxims, specifically tact, agreement, modesty, and approbation. Results: The study found 12 speeches containing hate speech against religious symbols, consisting of four directive speeches and eight representative speeches. All data violates the principles of politeness, especially the maxims of wisdom, agreement, humility, and decency. Statements such as "Indonesia is a sacred land", "not the kalam of Allah", and "strange nasab descendants of the Prophet Saw. show the manipulation of language that functions as an ideological means and has a legal impact. Implications: Findings reveal that directive and representative speech acts serve as ideological tools undermining Islamic symbols and provoking legal action. This research highlights the utility of forensic pragmatics in examining how language functions as symbolic power and a medium for religion-based offences.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi Melalui Media Parafrase Berbasis AI pada Siswa SMK: Studi Eksperimen Penggunaan Quillbot Anggrayni, Okta Diana; Darni; Raharjo, Resdianto Permata
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.985

Abstract

Keterampilan menulis teks argumentatif merupakan bagian penting dalam pengembangan literasi kritis siswa, namun masih menjadi tantangan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi Quillbot dalam meningkatkan kemampuan menulis teks argumentatif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group. Sebanyak 40 siswa terlibat, terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 20 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis (pra dan pascaperlakuan), observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji independent sample t-test dan perhitungan skor N-Gain menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor meningkat dari 68,00 menjadi 84,10 dan skor N-Gain sebesar 78,42% (kategori tinggi). Kelompok kontrol mengalami peningkatan dari 66,20 menjadi 76,45 dengan skor N-Gain 53,75% (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Quillbot memberikan kontribusi positif terhadap struktur kalimat, ketepatan tata bahasa, dan pilihan diksi siswa dalam menulis teks argumentatif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran menulis berbasis teknologi di SMK, serta membuka peluang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kualitas literasi akademik.
Pemahaman Dialek dan Variasi Bahasa di Indonesia melalui Kajian Literatur Islamiyah, Diyani; Herwanto, Herwanto; Anggrayni, Okta Diana; Choiri, Muttaqin
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 1, No 1: 2024
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v1i1.16

Abstract

Bahasa sangat lekat dengan dialek dan logat, semua itu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, kemampuan berbahasa dan lain sebagainya. Setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri. Pemakaian bahasa dalam masyarakat tergantung pada komunitas masyarakat tersebut. Hal ini nantinya akan menimbulkan variasi bahasa. Variasi bahasa adalah penggunaan bahasa setiap orang yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Review artikel penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran variasi bahasa di Indonesia dengan melakukan analisis-analisis yang dipublikasikan dari tahun 2010-2020. Data diperoleh melalui database penyedia artikel melalui pencarian di google. Penulis menuliskan kata kunci “dialektologi” dan dipilih artikel yang full text pdf. Muncul 20 temuan, kemudian dipersempit dengan memilih variasi dialek yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia dan ditemukan 10 temuan artikel. Berdasarkan hasil review dari 10 artikel ditemukan bahwa variasi bahasa yang paling sering muncul di Indonesia adalah dialek. Selain itu, ditemukan juga variasi bahasa secara fonetis, inovasi variasi leksikon, variasi bahasa formal dan non formal, kekerabatan isolek, dan variasi bahasa yang digunakan oleh dua etnik. Hal tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor geografi, faktor sejarah, status sosial, situasi berbahasa, waktu, budaya, individual, dan perilaku masyarakat setempat.