Anastya Basyith Ad Dauwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI CERITA ANAK DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK DALAM PROGRAM BELAJAR KREATIF BERKELANJUTAN Aliera Azzahra Putri; Anastya Basyith Ad Dauwi; Sabrina Putri Salsabila; Yunauro Prespi Mubaroq; Fauzan Dwi Alfianto; Decenni Amelia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42278

Abstract

Literacy and numeracy are fundamental skills that must be developed from the elementary school level because they form the basis for students’ thinking abilities and academic success. However, learning activities in the community are still often limited to conventional methods that are less engaging for children. This study aims to describe the implementation of literacy and numeracy assistance for elementary school students through digital children’s stories based on flipbooks within the Sustainable Creative Learning Program. This research used a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and student questionnaires during the implementation of the program. The assistance activities were carried out during a one-month community service program (KKN) in Harapan Jaya, Bekasi, through several thematic activities that integrated reading and numeracy exercises using digital flipbooks. The results show that the use of digital flipbook-based children’s stories made students more interested, active, and motivated in learning. Students were able to better understand reading content and apply simple numeracy concepts through contextual and enjoyable activities. Overall, digital flipbook media played an important role in supporting literacy and numeracy assistance by creating a more meaningful, interactive, and student-centered learning experience.
ANALISIS DAMPAK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP PERILAKU INTOLERANSI PELAJAR (GEN Z IDENTITY CRISIS) Yohamintin Yohamintin; Gianluigi Maulana Dhielfitri; Anastya Basyith Ad Dauwi; Argya Satyadini Mangku Praja; Inez Nila Kirana
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal Of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v7i1.11931

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak penguatan profil pelajar Pancasila terhadap perilaku intoleransi pada generasi Z. Kenaikan globalisasi dan kemajuan teknologi telah menyebabkan perubahan signifikan pada nilai-nilai dan keyakinan masyarakat muda, yang mengakibatkan krisis identitas. Krisis identitas ini ditandai oleh kekurangan kesadaran nasionalisme dan preferensi budaya asing atas warisan budaya nasional serta kurangnya kesadaran diri untuk menghargai dan mencintai diri sendiri karena terbawanya arus era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian kualitatif dengan metode kajian literatur Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa kata-kata, gambar, atau perilaku yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda sedang dalam tahap kritis identitas nasional, dengan banyak siswa menunjukkan kekurangan pemahaman terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh globalisasi dan teknologi telah berkontribusi pada degradasi identitas nasional pada generasi Z. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan profil pelajar Pancasila dapat membantu mengurangi perilaku intoleransi dengan meningkatkan kesadaran nasionalisme dan kebanggaan budaya. Penelitian ini merekomendasikan bahwa lembaga pendidikan harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulumnya untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme dan warisan budaya nasional di kalangan masyarakat muda.   Kata kunci :Krisis identitas, Remaja, Pancasila