Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFEKTIVITAS INTERNAL AUDIT DAN PELAKSANAAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI Dahlia, Lia; Arsanti, Selvi
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya perguruan tinggi mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas internal audit pada Perguruan Tinggi, dan  pelaksanaan Good University Governace (GUG) pada Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya Efektivitas Internal Audit. Tanggapan responden mengenai masing – masing kategori efektivitas internal audit, yaitu independensi sebesar 83% yang berarti independensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat tinggi, kompetensi sebesar 88,57% yang berarti kompetensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, kecermatan sebesar 88,8% yang berarti kecermatan internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, lingkup pekerjaan sebesar 88,16% yang berarti lingkup pekerjaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat luas, program audit sebesar 93% yang berarti program audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, pelaksanaan audit internal sebesar 92,4% yang berarti pelaksanaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, laporan audit sebesar 93% yang berarti laporan hasil audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, tindak lanjut sebesar 92,67% yang berarti tindak lanjut atas laporan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik dengan nilai sebesar 89,98%, hal tersebut bisa diperoleh karena perguruan tinggi sudah melaksanakan kedelapan hal tersebut (independensi, kompetensi, kecermatan, lingkup pekerjaan, program audit internal, pelaksanaan audit internal, laporan hasil audit internal, tindak lanjut atas laporan audit) dengan baik. Sedangkan pelaksanaan Good University Governance meliputi 5 prinsip, yaitu: 1) transparansi; 2) independensi; 3) akuntabilitas; 4) responsibilitas; 5) fairness, jawaban responden akan diuraikan berdasarkan masing-masing prinsip, yaitu transparansi sebesar 76% yang berarti transparansi di perguruan tinggi sudah baik, independensi sebesar 80,67% yang berarti independensi di perguruan tinggi sudah sangat baik, akuntabilitas sebesar 77,5% yang berarti akuntabilitas di perguruan tinggi sudah baik, responsibilitas sebesar 81,75% yang berarti responsibilitas di perguruan tinggi sudah sangat baik, fairness sebesar 79,71% yang berarti fairness di perguruan tinggi sudah baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan good university governance di perguruan tinggi sudah baik dengan nilai sebesar 78,52. Kata kunci: Audit Internal (independensi; kompetensi; kecermatan; lingkup pekerjaan; program audit internal; pelaksanaan audit internal; laporan hasil audit internal; tindak lanjut atas laporan audit), GUG (transparansi, independensi, akuntabilitas, responsibilitas, fairness)
EFEKTIVITAS INTERNAL AUDIT DAN PELAKSANAAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI Iryani, Lia Dahlia; Arsanti, Selvi
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 1 (2013): Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.751 KB)

Abstract

ABSTRAK Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya perguruan tinggi mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas internal audit pada Perguruan Tinggi, dan pelaksanaan Good University Governace (GUG) pada Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya Efektivitas Internal Audit. Tanggapan responden mengenai masing – masing kategori efektivitas internal audit, yaitu independensi sebesar 83% yang berarti independensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat tinggi, kompetensi sebesar 88,57% yang berarti kompetensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, kecermatan sebesar 88,8% yang berarti kecermatan internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, lingkup pekerjaan sebesar 88,16% yang berarti lingkup pekerjaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat luas, program audit sebesar 93% yang berarti program audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, pelaksanaan audit internal sebesar 92,4% yang berarti pelaksanaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, laporan audit sebesar 93% yang berarti laporan hasil audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, tindak lanjut sebesar 92,67% yang berarti tindak lanjut atas laporan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik dengan nilai sebesar 89,98%, hal tersebut bisa diperoleh karena perguruan tinggi sudah melaksanakan kedelapan hal tersebut (independensi, kompetensi, kecermatan, lingkup pekerjaan, program audit internal, pelaksanaan audit internal, laporan hasil audit internal, tindak lanjut atas laporan audit) dengan baik. Sedangkan pelaksanaan Good University Governance meliputi 5 prinsip, yaitu: 1) transparansi; 2) independensi; 3) akuntabilitas; 4) responsibilitas; 5) fairness, jawaban responden akan diuraikan berdasarkan masing-masing prinsip, yaitu transparansi sebesar 76% yang berarti transparansi di perguruan tinggi sudah baik, independensi sebesar 80,67% yang berarti independensi di perguruan tinggi sudah sangat baik, akuntabilitas sebesar 77,5% yang berarti akuntabilitas di perguruan tinggi sudah baik, responsibilitas sebesar 81,75% yang berarti responsibilitas di perguruan tinggi sudah sangat baik, fairness sebesar 79,71% yang berarti fairness di perguruan tinggi sudah baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan good university governance di perguruan tinggi sudah baik dengan nilai sebesar 78,52. Kata kunci: Audit Internal (independensi; kompetensi; kecermatan; lingkup pekerjaan; program audit internal; pelaksanaan audit internal; laporan hasil audit internal; tindak lanjut atas laporan audit), GUG (transparansi, independensi, akuntabilitas, responsibilitas, fairness)
EFEKTIVITAS INTERNAL AUDIT DAN PELAKSANAAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI Lia Dahlia; Selvi Arsanti
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v1i1.554

Abstract

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya perguruan tinggi mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas internal audit pada Perguruan Tinggi, dan pelaksanaan Good University Governace (GUG) pada Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya Efektivitas Internal Audit. Tanggapan responden mengenai masing masing kategori efektivitas internal audit, yaitu independensi sebesar 83% yang berarti independensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat tinggi, kompetensi sebesar 88,57% yang berarti kompetensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, kecermatan sebesar 88,8% yang berarti kecermatan internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, lingkup pekerjaan sebesar 88,16% yang berarti lingkup pekerjaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat luas, program audit sebesar 93% yang berarti program audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, pelaksanaan audit internal sebesar 92,4% yang berarti pelaksanaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, laporan audit sebesar 93% yang berarti laporan hasil audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, tindak lanjut sebesar 92,67% yang berarti tindak lanjut atas laporan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik dengan nilai sebesar 89,98%, hal tersebut bisa diperoleh karena perguruan tinggi sudah melaksanakan kedelapan hal tersebut (independensi, kompetensi, kecermatan, lingkup pekerjaan, program audit internal, pelaksanaan audit internal, laporan hasil audit internal, tindak lanjut atas laporan audit) dengan baik. Sedangkan pelaksanaan Good University Governance meliputi 5 prinsip, yaitu: 1) transparansi; 2) independensi; 3) akuntabilitas; 4) responsibilitas; 5) fairness, jawaban responden akan diuraikan berdasarkan masing-masing prinsip, yaitu transparansi sebesar 76% yang berarti transparansi di perguruan tinggi sudah baik, independensi sebesar 80,67% yang berarti independensi di perguruan tinggi sudah sangat baik, akuntabilitas sebesar 77,5% yang berarti akuntabilitas di perguruan tinggi sudah baik, responsibilitas sebesar 81,75% yang berarti responsibilitas di perguruan tinggi sudah sangat baik, fairness sebesar 79,71% yang berarti fairness di perguruan tinggi sudah baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan good university governance di perguruan tinggi sudah baik dengan nilai sebesar 78,52.Kata kunci: Audit Internal (independensi; kompetensi; kecermatan; lingkup pekerjaan; program audit internal; pelaksanaan audit internal; laporan hasil audit internal; tindak lanjut atas laporan audit), GUG (transparansi, independensi, akuntabilitas, responsibilitas, fairness)
EFEKTIVITAS INTERNAL AUDIT DAN PELAKSANAAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI Lia Dahlia Iryani; Selvi Arsanti
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 1 (2013): Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.751 KB) | DOI: 10.34203/jimfe.v5i1.717

Abstract

ABSTRAK Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya perguruan tinggi mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas internal audit pada Perguruan Tinggi, dan pelaksanaan Good University Governace (GUG) pada Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya Efektivitas Internal Audit. Tanggapan responden mengenai masing masing kategori efektivitas internal audit, yaitu independensi sebesar 83% yang berarti independensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat tinggi, kompetensi sebesar 88,57% yang berarti kompetensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, kecermatan sebesar 88,8% yang berarti kecermatan internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, lingkup pekerjaan sebesar 88,16% yang berarti lingkup pekerjaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat luas, program audit sebesar 93% yang berarti program audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, pelaksanaan audit internal sebesar 92,4% yang berarti pelaksanaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, laporan audit sebesar 93% yang berarti laporan hasil audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, tindak lanjut sebesar 92,67% yang berarti tindak lanjut atas laporan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik dengan nilai sebesar 89,98%, hal tersebut bisa diperoleh karena perguruan tinggi sudah melaksanakan kedelapan hal tersebut (independensi, kompetensi, kecermatan, lingkup pekerjaan, program audit internal, pelaksanaan audit internal, laporan hasil audit internal, tindak lanjut atas laporan audit) dengan baik. Sedangkan pelaksanaan Good University Governance meliputi 5 prinsip, yaitu: 1) transparansi; 2) independensi; 3) akuntabilitas; 4) responsibilitas; 5) fairness, jawaban responden akan diuraikan berdasarkan masing-masing prinsip, yaitu transparansi sebesar 76% yang berarti transparansi di perguruan tinggi sudah baik, independensi sebesar 80,67% yang berarti independensi di perguruan tinggi sudah sangat baik, akuntabilitas sebesar 77,5% yang berarti akuntabilitas di perguruan tinggi sudah baik, responsibilitas sebesar 81,75% yang berarti responsibilitas di perguruan tinggi sudah sangat baik, fairness sebesar 79,71% yang berarti fairness di perguruan tinggi sudah baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan good university governance di perguruan tinggi sudah baik dengan nilai sebesar 78,52. Kata kunci: Audit Internal (independensi; kompetensi; kecermatan; lingkup pekerjaan; program audit internal; pelaksanaan audit internal; laporan hasil audit internal; tindak lanjut atas laporan audit), GUG (transparansi, independensi, akuntabilitas, responsibilitas, fairness)
E-COMMERCE PENJUALAN IKAN CUPANG BERBASIS WEBSITE Ema Kurnia; Halimah Tus Sadiah; Teddy Setiawan; Setiawan Kriswanto; Bambang Wahyudiono; Selvi Arsanti; Fitra Syafaat
PISSN
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.653 KB)

Abstract

Pandemi covid-19 sudah berlangsung selama kurang lebih 1 tahun sejak tahun 2020. Selama 1 tahun itu banyak sektor yang terkena dampak pandemi covid-19 ini. Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi covid-19 ini adalah sektor ekonomi, karena pemerintah mengharuskan lockdown guna mengurangi penyebaran virus, perputaran uang menjadi lebih lambat sehingga banyak perusahaan merugi yang berujung banyaknya pemotongan hubungan kerja dan menyebabkan banyaknya pengangguran baru. Penjualan ikan cupang karang taruna patriot dilakukan dengan cara offline atau membuka toko. Toko dibuka dipinggir jalan raya agar mudah terlihat oleh orang maupun kendaraan yang lewat. Namun ternyata cara ini kurang efektif untuk jualan karena hanya menunggu pelanggan datang ke toko dan ruang lingkup yang kecil. Maka dari itu diperlukan toko online berbasis web untuk meluaskan pasar dari toko ikan cupang karang taruna patriot ini. Perlu adanya aplikasi e-commerce untuk dapat membantu pemasaran secara online. Tujuan penelitian ini, yaitu membangun e-commerce berbasis website untuk penjualan cupang. Metode Penelitian menggunakan metode waterfall yang langkahnya terdiri atas analisis, desain, implementasi dan pengujian. Penelitian ini telah berhasil membangun e-commerce yang hak akses sistem terdiri dari 3 hak akses, yaitu user tanpa akun, user dengan akun, admin dan super admin.
PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN (SPT) PPh PASAL 21 DAN PPh PASAL 4 AYAT (2) DI PT TAGME INDONESIA KREASI (REPORTING OF ANNUAL NOTICE (SPT) OF ITA 21 AND ITA 4 AYAT (2) AT PT TAGME INDONESIA KREASI) Badriah, Siti; Simamora, Patar; Arsanti, Selvi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v3i1.9419

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini menjelaskan proses pelaporan SPT secara langsung dimana wajib pajak mendatangi KPP dan mengisi data pada formulir SPT baik disana maupun secara online, melaporkan SPT melalui DJP Online. Selain itu, untuk menjelaskan tata cara penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21 dan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2, silakan mengacu pada tata cara penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21 di PT. tagme Indonesia kreasi. Studi lapangan, wawancara dan studi literatur digunakan untuk pengumpulan data. Dari magang dan analisa yang kami lakukan, terlihat bahwa pengajuan SPT berkala juga dapat dilakukan secara online. Tidak semua artikel SPT Masa PPh dapat disampaikan secara online, misalnya melalui telepon. SPT Masa PPh Pasal 4 Ayat 2 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dapat disampaikan secara online. Tidak semua perhitungan dengan nilai nominal 0 atau 0 tidak dapat diajukan secara online. Namun, laporan masa pajak penghasilan disampaikan langsung ke KPP. Kata kunci : SPT Masa, DJP online, e-Filling, e-SPT.
E-COMMERCE PENJUALAN IKAN CUPANG BERBASIS WEBSITE Kurnia, Ema; Sadiah, Halimah Tus; Setiawan, Teddy; Kriswanto, Setiawan; Wahyudiono, Bambang; Arsanti, Selvi; Syafaat, Fitra
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v2i1.4897

Abstract

Pandemi covid-19 sudah berlangsung selama kurang lebih 1 tahun sejak tahun 2020. Selama 1 tahun itu banyak sektor yang terkena dampak pandemi covid-19 ini. Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi covid-19 ini adalah sektor ekonomi, karena pemerintah mengharuskan lockdown guna mengurangi penyebaran virus, perputaran uang menjadi lebih lambat sehingga banyak perusahaan merugi yang berujung banyaknya pemotongan hubungan kerja dan menyebabkan banyaknya pengangguran baru. Penjualan ikan cupang karang taruna patriot dilakukan dengan cara offline atau membuka toko. Toko dibuka dipinggir jalan raya agar mudah terlihat oleh orang maupun kendaraan yang lewat. Namun ternyata cara ini kurang efektif untuk jualan karena hanya menunggu pelanggan datang ke toko dan ruang lingkup yang kecil. Maka dari itu diperlukan toko online berbasis web untuk meluaskan pasar dari toko ikan cupang karang taruna patriot ini. Perlu adanya aplikasi e-commerce untuk dapat membantu pemasaran secara online. Tujuan penelitian ini, yaitu membangun e-commerce berbasis website untuk penjualan cupang. Metode Penelitian menggunakan metode waterfall yang langkahnya terdiri atas analisis, desain, implementasi dan pengujian. Penelitian ini telah berhasil membangun e-commerce yang hak akses sistem terdiri dari 3 hak akses, yaitu user tanpa akun, user dengan akun, admin dan super admin.
TATA CARA PENGINPUTAN DAN PELAPORAN PAJAK STATISTIK KOTA BOGOR FOR INPUTTING AND REPORTING TAX STATISTICS OF THE CITY OF BOGOR Hayati, Yetty Husnul; Putri, Shafira Ananda; Arsanti, Selvi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v4i2.10142

Abstract

ABSTRAK Dalam instansi pemerintah contohnya Badan Pusat Statistik Kota Bogor, profesi perpajakan ditugaskan kepada Bendahara Pemerintah yang berkewajiban untuk memotong / memungut pajak, menyetorkan, dan melaporkan pajak terutang. DJP memiliki laman khusus untuk instansi pemerintah, sehingga penulis tertarik untuk mengetahui cara penginputan dan pelaporan PPh 21 pada instansi pemerintah, yaitu Badan Pusat Statistik Kota Bogor. Penginputan dan pelaporan PPh 21 menunjukkan bahwa penginputan data perpajakan dapat dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu penginputan langsung dan tidak langsung. Metode penginputan langsung dilakukan pada situs resmi DJP pada menu SPT 21 Instansi Pemerintah dengan mengisi format perekaman tersebut. Sedangkan metode penginputan tidak langsung dilakukan dengan menggunakan formulir bukti potong yang terdiri dari 4 lembar kerja dan hanya 3 lembar kerja saja yang perlu diisi, yaitu lembar kerja rekap, 21, dan dasar pemotongan. Kata kunci : PPh 21, Tarif Pajak, e-SPT  ABSTRACTIn government agencies, for example the Bogor City Central Statistics Agency, the tax profession is assigned to the Government Treasurer who is obliged to withhold/collect taxes, deposit and report taxes owed. DJP has a special page for government agencies, so the author is interested in knowing how to input and report PPh 21 to government agencies, namely the Bogor City Central Statistics Agency. Inputting and reporting PPh 21 shows that tax data input can be done using 2 methods, namely direct and indirect input. The direct input method is carried out on the official DJP website in the SPT 21 Government Agency menu by filling in the recording format. Meanwhile, the indirect input method is carried out using a proof of deduction form which consists of 4 worksheets and only 3 worksheets need to be filled in, namely recap worksheet, 21, and basic deductions.Keywords: PPh 21, Tax Rates, e-SPT