Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : chemical engineering journal storage cejs

KONVERSI MINYAK MENTAH NABATI DARI KULIT KOPI ARABICA DENGAN VARIASI RASIO METANOL TERHADAP PEMBUATAN BIOGASOLINE Aula Mayshura; Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Leni Maulinda; Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses konversi minyak mentah nabati yang diperoleh dari kulit kopi arabika menjadi biogasoline melalui variasi rasio metanol. Kulit kopi yang merupakan limbah pertanian dengan kandungan senyawa organik tinggi diproses menjadi bio-oil melalui pirolisis, kemudian diolah lebih lanjut dengan metode alkilasi menggunakan katalis asam H₂SO₄. Proses dilakukan melalui tahap refluks pada suhu 80°C dengan variasi waktu reaksi serta perbandingan bahan baku terhadap metanol, dilanjutkan dengan distilasi pada suhu 110°C untuk memisahkan fraksi bahan bakar. Hasil produk biogasoline diuji sifat fisik dan kimianya meliputi densitas, viskositas, rendemen (yield), nilai kalor, analisis gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta identifikasi komposisi senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio metanol berpengaruh signifikan terhadap karakteristik biogasoline, dengan yield tertinggi sebesar 43% (pada waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:1), densitas terendah sebesar 0,9192 g/ml (waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:4), viskositas terendah sebesar 1,385 mm²/s (waktu reaksi 6 jam dan rasio 1:4), dan nilai kalor yang dihasilkan mencapai 1.535 Kkal/Kg Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan baku biofuel berkualitas.
EKSTRAKSI MINYAK BIJI MIMBA (Azadirachta Indica A. Juss) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL YANG RAMAH LINGKUNGAN Reca Anggraini; Leni Maulinda; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22499

Abstract

Kelangkaan dan keterbatasan energi fosil mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya terbarukan, contoh biodiesel yang terbuat dari minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan waktu ekstraksi terhadap minyak biji mimba (Azadirachta indica A. Juss) menjadi bahan baku biodiesel ramah lingkungan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode refluks dengan pelarut etil asetat pada variasi suhu 75°C, 80°C, 85°C, 90°C, dan 95°C serta variasi waktu 60, 75, 90, 105, dan 120 menit. Parameter yang dijelaskan meliputi % rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, % asam lemak bebas (% ALB), serta karakterisasi menggunakan FTIR dan GC-MS. Dimana pada penelitian ini % hasil optimum pada suhu 95°C selama 120 menit sebesar 45,294%. Kepadatannya sebesar 0,9241 gr/ml. Viskositas sebesar 4,9453 mm²/s. bilangan asam pada suhu 75°C selama 60 menit, tercatat sebesar 0,3 mg-KOH/gr. % ALB sebesar 0,192%. Selain itu, analisis GC-MS terdapat 24 puncak trigliserida, dan analisis FTIR mendeteksi 8 panjang gelombang
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dengan Menggunakan Pelarut Etil Asetat Syarbaini Ginting; Leni Maulinda; Fikri Hasfita; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23989

Abstract

Permasalahan limbah kulit durian ( Durio zibethinus ) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal mendorong dilakukannya penelitian untuk mengekstraksi kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku potensial dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu distilasi dan rasio bahan terhadap pelarutan terhadap karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks memakai pelarut etil asetat pada suhu tetap 80°C, dengan variasi waktu distilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, serta rasio bahan terhadap pelarut 1:8, 1:9, 1:10, 1:11, dan 1:12. Parameter yang dijelaskan meliputi rendemen ( rendemen ), densitas, viskositas, serta identifikasi senyawa kimia menggunakan Fourier Transform Inframerah (FTIR) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada waktu distilasi 25 menit dan rasio bahan terhadap pelarut 1:12 , menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 8,90% , densitas sebesar 1,03 g/ml , dan viskositas sebesar 4,42 mPa·s. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C–H, dan C=O yang merupakan karakteristik senyawa minyak atsiri. Sementara itu, GC-MS mendeteksi senyawa dominan seperti B e Benzene, 1,2,4-trimethyl- , 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester , dan Hexadecanoic acid, methyl ester yang merupakan turunan senyawa aromatik dan asam lemak ester yang umum ditemukan dalam minyak atsiri dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, kulit durian memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi minyak atsiri untuk aplikasi industri ramah lingkungan.