Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Waste shells of cockle (Clinocardium nuttalli) as solid catalysts for transesterification of calophyllum inophyllum L. oil to biodiesel production Husni Husin; . Zuhra; Fikri Hasfita; Wahyu Rinaldi
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 2 (2013): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.718 KB)

Abstract

In this work, cockle (Clinocardium nuttalli) shell waste is massively produced by many restorant in Banda Aceh Indonesia. The cockle (Clinocardium nuttalli) shell is known high calcium; therefore it is potential to be used as calcium source of catalyst for transesterification reaction. The aim of thisresearch is to study the synthesis and characterization of Clinocardium nuttalli shell. Clinocardium nuttalli shell was prepared by calcinating the shell at 500 and 800°C. Synthesis of solid catalys was employed for transesterification reaction of calophyllum inophyllum L. oil. The reaction was carried out in batch reactor at temperature of 65oC and ratio of mrthanol:oil of 3:1 - 12:1. The synthesized samples were characterized by X-ray diffraction (XRD). Analysis data by XRD confirmed that the obtained crystal calcined at 500 oC areCaCO3 calcite, CaCO3 veterite, and CaO. XRD patterns of the colcined shell at 800 oC shows sharp peaks of crystalline phase of CaO. The best characteristics is obtained at calcined catalyst of 800oC with molar ratios of methanol:oil of 12:1, i.e. density 0.832 g/cm3, viscosity 4.92 cst, and yield 84.1%.
Pemanfaatan buah Seri (Muntingia Calabura L) untuk pembuatan Asam Asetnt menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum Fikri Hasfita; Leni Maulinda; Ayu Sari Devi
Jurnal Teknika Vol 11, No 2 (2015): Edisi November 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v11i2.6648

Abstract

Buah seri (lvluntingia Calabura L) merupakan tumbuhan neotropik yang pemanftatannya belum maksimal padahal didalam buah seri diketahui mengandung karbohklrat yang berpotensi sebagai bahan baku prrlbuabn esarn asetat. Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan karbohidrat yarrg tinggi dalam buah seri memungkinkan untuk difermentasikan menghasilkan asam asetat. Pen:buatan asam asetat berlcahan baku buah seri dilakukan secara fermenhsi mengekstrak bakteri Acelobacter Xylinium yang dilakukan dalam dua tahap yaitu fermentasi alkohol dan fennentasi asam aseht. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifrtas buah seri (Muntingia Calabura L) sebagai txhan baku asam asetat dengan menganalisa pengaruh waktu fermentasi 3, 6, 9, dan 12 hari, dan volume filfat 500, 550, 600 dan 650 ml, terhadap karakteristik asam asetat yang dihasilkan. Hasil penelitan yang telah dilakukan Cipei'oleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi t hari dengan jumlah alkohol sebanyak 650 ml yaitu 1,369 %. l-lasil densitas untuk asam asetat telah memenuhi nilai standar densilas yaitu sebesar 1,055-1,083 grlml, dari wakfu fermentasi 3 sampai 12 hari, sedangkan untuk yieid asam asetat nilai tertinggi diperoleh 4A.00o/o. Nilai pH terbaik diperoleh pada waktu fermenbsi t hari dengan penambahan jumlah alkohol 650 miyaitu 5,49.
DEKOMPOSISI AIR-METANOL MENJADI HIDROGEN PADA SEMIKONDUKTOR NATRIUM TANTALUM OKSIDA DENGAN MENGGUNAKAN LANTANUM SEBAGAI DOPING Husni Husin, Komala Pontas, Hesti Meilina, Fikri Hasfita
Jurnal Teknik Kimia USU Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jutek.v2i3.4252

Abstract

Synthesis of semiconductor photocatalysts lanthanum-doped sodium tantalum oxide (La-NaTaO3) and its performance on water-methanol decomposition has been carried out. This research aimed is to examine the effect of methanol as an electron donor in the reaction to photocatalytic of hydrogen production. The samples are characterized by x-ray diffractometer (XRD) to determine its composition. The results indicate that the products are composed of NaTaO3 and Ta2O5. The reaction is conducted by irradiating of water-methanol of 400 ml and 1 g of photocatalyst in Pyrex glass reactor for 4 h at a temperature of 30 oC.The methanol solution is poured into the reactor of 5, 10, and 15 vol.%.  For comparison, in this reaction is also used only pure water. The results depict that the rate of photocatalytic hydrogen evolution from pure water as much as  0.3(mmol / g.h). Hydrogen generation rate increased significantly when the methanol are added of 5%, 10%, and 15%, ie. 2.68, 4.79 and 8.72 ,(mmol / g.h),  respectively. This has been attributed to the effect of added methanol, which acts as sacrificial electron donor and consumes photogenerated holes and/or oxygen, thereby decreasing the rates of electron-hole recombination. Reaction mechanism in semiconductor particles of NaTaO3 is also reported.
Photocatalytic Hydrogen Production over Ni/La-NaTaO3 Nanoparticles from NaCl-water Solution in the Presence of Glucose as Electron Donor Husni Husin; Komala Pontas; Yunardi Yunardi; Adi Salamun; Pocut Nurul Alam; Fikri Hasfita
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.757 KB) | DOI: 10.22146/ajche.49553

Abstract

Nanoparticles La-NaTaO3 photocatalyst has been synthesized via a sol-gel route. A Ninanoparticle (NPs) as a cocatalyst is loaded on La-NaTaO3 by a simple impregnation method.The products are characterized by X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope(SEM), a high-resolution transmission electron microscope (HRTEM) and X-ray photoelectronspectroscopy (XPS). X-ray diffraction of the La-NaTaO3 samples shows perovskite-typecrystalline orthorhombic structure. Small particulate solids of La-NaTaO3 (30-250 nm) areobserved by SEM measurement. The nickel particles are detected from HRTEM images isaround 4-8 nm. The hydrogen evolution over La-NaTaO3 with NaCl is much higher than thatwithout NaCl. The photoactivity of La-NaTaO3 is enhanced when Ni is loaded on the surfaceof La-NaTaO3. The optimum loading amount of nickel is found to be 0.3 wt.% for La-NaTaO3,and it is more effective for H2 production from NaCl-water solution in the presence glucose.It is revealed that the loaded Ni can interact with each other and cooperate on improving thephotocatalytic activity. In the case of glucose as an electron donor, the activity ofphotocatalytic hydrogen generation over Ni/La-NaTaO3 increases dramatically. NaCl andglucose can promote markedly the photocatalytic hydrogen evolution. The Ni/La-NaTaO3nanoparticles system appears to be a promising candidate, which is very important to practicalapplications, including the production of H2 from NaCl-water solution in the presence ofglucose.
Pengaruh waktu dan konsentrasi asap cair terhadap daya tahan ikan tuna Nia Sagita Lestari; Novi Sylvia; Sulhatun Sulhatun; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6593

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang pemanfaatan asap cair dalam pengawetan pada ikan tuna sebagai umber protein baru. Dimana protein merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsentrasi asap cair terhadap kuantitas protein dari daging ikan tuna dengan menggunakan proses pengawetan. Adapun prosedur penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan bahan baku dilakukan dengan membuang kotoran dari daging dan dikecilkan ukurannya elanjutnya direndam dengan air bersih dan di cuci dengan berih. Proses pengawet di lakukan dengan cara merendam ikan ke dalam asap cair dan di tiriskan selama 15 menit dengan konsentrasi berbeda. Adapun tahap analisa yang dilakukan meliputi: analisa kadar protein dan uji organoleptic. Untuk analisa kadar protein meliputi tahap destruksi, destilasi dan titrasi. Sehingga dapat diketahui hasil yang relatif baik diperoleh pada konsentrasi 100 % yaitu 24,1 %.
Permodelan Aplikasi Kontrol PID-Temperatur Kontrol Pada Desuperheater (Bh-1074) Pada PT – Pupuk Iskandar Muda Dengan Menggunakan Metode Response Surface Methodology Monika Ramazela; Nasrul ZA; Fahirul Muhar; Azhari Azhari; Novi Sylvia; Fikri Hasfita; Raudhatul Ulfa; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7957

Abstract

PID merupakan salah satu metode kendali dengan tiga buah parameter, P (proportional) yang berfungsi untuk memberikan respon sistem, I (integral) yang berfungsi untuk mengkoreksi dan mereduksi offset dan D (derivatif) yang berfungsi untuk mereduksi overshoot. Desuperheater digunakan untuk melakukan proses desuperheating yaitu menurunkan suhu superheat dan mengembalikan uap ke keadaan jenuh serta meningkatkan Yield H2O dalam kondisi gas. Metodologi penelitian ini adalah membuat Model steady state Desuperheater sesuai dengan data yang diperoleh di PT.Pupuk Iskandar Muda. Setelah model steady state diperoleh maka model tersebut diubah menjadi model dynamic dengan cara ditambahkan temperatur kontrol valve pada bagian yang ingin dikontrol. Kemudian pasang kontrol yang diinginkan dalam plant tersebut didalam Aspen hysys. Setelah itu melakukan tunning terhadap parameter Kc, Ti dan Td dengan cara memberikan gangguan pada set point dan melakukan analisa terhadap hasil yang diperoleh mengguakan Response Surface Methodology (RSM). Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan temperatur pada nilai Kc, Ti dan Td terbaik. Hasil respon tercapat didapatkan pada nilai Kc 3,69; nilai Ti 0,0269 dan nilai Td 0,0015 dengan waktu 17.4921 detik.
Meningkatkan Kemandirian Pengungsi Rohingya: Vocational Life Skill Training (Pelatihan Keterampilan Pengolahan Detergen Cair) Oleh Dosen Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Di Kota Lhokseumawe Suryati, Suryati; Leni Maulinda; Wusnah; Fikri Hasfita; Meriatna; Nasrul ZA; Lukman Hakim
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.24195

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan solusi terhadap keterbatasan akses ekonomi dan keterampilan pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe. Kegiatan dilaksanakan melalui Vocational Life Skill Training (VLST) berupa pelatihan pengolahan detergen cair yang mudah diproduksi, bernilai ekonomis, dan memiliki prospek pasar. Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat terdiri dari beberapa langkah yang meliputi (1) Survey, sosialisasi dan tahap persiapan; (2) Tahap pelaksanaan dan pelatihan pembuatan deterjen cair; (3) Monitoring dan Evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi teori, praktik langsung pembuatan detergen cair, dan post-test untuk menilai peningkatan keterampilan, serta uji pasar untuk mengukur respon konsumen. Hasil menunjukkan tingkat kehadiran mencapai 100% dari 70 peserta terdaftar. Rata-rata nilai pre-test sebesar 56,4 meningkat signifikan menjadi 90,2 pada post-test (+33,8 poin). Produk detergen cair yang dihasilkan sebanyak 50 liter dikemas dalam 100 botol berukuran 500 mL, kemudian diuji coba di pasar lokal. Respon konsumen menunjukkan kepuasan rata-rata 85%, dengan aspek daya bersih memperoleh nilai tertinggi (90%). Program ini berdampak pada peningkatan keterampilan vokasional, peluang usaha, serta kemandirian ekonomi pengungsi. Dengan demikian, pelatihan berbasis life skill terbukti efektif dan dapat direkomendasikan sebagai model pemberdayaan berkelanjutan bagi kelompok marginal dan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi pengungsi serta berpotensi untuk direplikasi ke lokasi pengungsian lain. Kata kunci: pengabdian masyarakat, pelatihan keterampilan teknis, detergen cair, pengungsi rohingya
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan Fikri Hasfita; Devi, Sri Marlia; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim; Jalaluddin; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22496

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000. Kata kunci: Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor.
Analisa Pengaruh Konsentrasi Pelarut Dan Suhu Ekstraksi Terhadap karakteristik Pektin Dari Jeruk Bali (Citrus maxima) Nanda Aulia Risma; Agam Muarif; Sulhatun Sulhatun; Fikri Hasfita; Wusnah Wusnah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22372

Abstract

Pektin merupakan asam poligalakturonat yang berbentuk rantai panjang dan tidak bercabang serta memiliki gugus metil ester. Pektin membentuk koloid dan gel dalam larutan sehingga dapat digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan. Kebutuhan pektin di Indonesia cenderung mengalami peningkatan di setiap tahun. Jeruk bali merupakan tanaman buah yang mengandung banyak komponen nutrisi yang terkandung didalamnya. Sebagian besar komponen jeruk bali terletak dalam kulitnya, diantaranya terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, likopen, vitamin C, serta yang paling dominan adalah pektin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dan konsentrasi pelarut terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut HCl lalu dilakukan pengendapan pektin dengan menambahkan etanol 96% kedalam filtrat pektin dengan perbandingan 1:1 dan didiamkan selama 24 jam, kemudian endapan dicuci menggunakan etanol 96% untuk menghilangkan sisa asam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 5 jam untuk mendapatkan pektin kering. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah berat bubuk sampel 10 gram dan volume pelarut 250 ml. Varibel bebas dalam penelitian ini yaitu konsentrasi pelarut 0,1N, 0,15N, 0,2N, dan 0,25N dan suhu 60oC, 70oC, 80oC dan 90oC. Karakteristik yang dianalisa adalah yield, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, derajat esterifikasi dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap hasil pektin yang didapatkan. Semakin tinggi konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi maka hasil rendemen, kadar metoksil dan kadar galakturonat akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pektin dengan yield tertinggi 18,8%, kadar air terendah 5,20%, kadar metoksil tertiggi 8,618%, dan kadar galakturonat tertinggi 78,848%. Kata Kunci : Asam Klorida, Ekstraksi, Pektin, Kulit Jeruk Bali, dan Suhu
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dengan Menggunakan Pelarut Etil Asetat Syarbaini Ginting; Leni Maulinda; Fikri Hasfita; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23989

Abstract

Permasalahan limbah kulit durian ( Durio zibethinus ) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal mendorong dilakukannya penelitian untuk mengekstraksi kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku potensial dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu distilasi dan rasio bahan terhadap pelarutan terhadap karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks memakai pelarut etil asetat pada suhu tetap 80°C, dengan variasi waktu distilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, serta rasio bahan terhadap pelarut 1:8, 1:9, 1:10, 1:11, dan 1:12. Parameter yang dijelaskan meliputi rendemen ( rendemen ), densitas, viskositas, serta identifikasi senyawa kimia menggunakan Fourier Transform Inframerah (FTIR) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada waktu distilasi 25 menit dan rasio bahan terhadap pelarut 1:12 , menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 8,90% , densitas sebesar 1,03 g/ml , dan viskositas sebesar 4,42 mPa·s. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C–H, dan C=O yang merupakan karakteristik senyawa minyak atsiri. Sementara itu, GC-MS mendeteksi senyawa dominan seperti B e Benzene, 1,2,4-trimethyl- , 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester , dan Hexadecanoic acid, methyl ester yang merupakan turunan senyawa aromatik dan asam lemak ester yang umum ditemukan dalam minyak atsiri dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, kulit durian memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi minyak atsiri untuk aplikasi industri ramah lingkungan.