Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan stunting sebagai upaya preventif kesehatan nasional di tingkat desa Harsono, Cecilia; Leonardo, Vande; Kartiningsih, Yuly; Irwanto, Bambang; Aritonang, Sovian; Erna, Erna
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.335

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih mendominasi di Indonesia, sebagai manifestasi kekurangan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Upaya pencegahan stunting saat ini diarahkan pada penguatan intervensi berbasis komunitas, salah satunya melalui program Posyandu. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan skrining stunting berbasis komunitas di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi status pertumbuhan anak. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods explanatory sequential. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kader kesehatan, bidan desa, dan ibu balita, dan dianalisis secara tematik menggunakan NVivo 15. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap 59 responden ibu balita, dan dianalisis menggunakan regresi linier dengan perangkat lunak Jamovi untuk menguji pengaruh variabel-variabel determinan terhadap skor Z panjang badan menurut umur (length-for-age z-score). Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan skrining stunting di Posyandu telah berlangsung secara rutin dan terintegrasi dalam sistem layanan kesehatan primer. Namun demikian, sejumlah hambatan masih ditemui, antara lain rendahnya tingkat pendapatan keluarga, kurangnya literasi gizi ibu, praktik pemberian ASI yang belum optimal, serta keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil. Hasil regresi linier mengidentifikasi bahwa usia ibu saat melahirkan serta kualitas air rumah tangga merupakan prediktor signifikan terhadap status pertumbuhan anak. Temuan penelitian ini sejalan dengan literatur global yang menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam pencegahan stunting, yang mencakup intervensi di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Penguatan kapasitas layanan kesehatan komunitas serta peningkatan literasi gizi ibu dipandang sebagai strategi kunci untuk menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan di tingkat lokal.
Perang total dan mobilisasi sumber daya nasional dalam Perang Dunia II: Pembelajaran strategis bagi ketahanan nasional Indonesia Widjayanto, Joni; Susetyo, Eko; Ghazalie, Ghazalie; Leonardo, Vande
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i22025p441-451

Abstract

Total war and the mobilization of national resources during World War II: Strategic insights for Indonesia’s national resilience This study highlights the importance of transforming Indonesia's national resilience in the face of contemporary threats such as cyberattacks, disinformation, ecological disasters, and geopolitical dynamics. Employing a qualitative approach with an intrinsic case study design, data were collected through policy analysis, interviews, and participatory observation. The findings reveal institutional fragmentation, weak intersectoral coordination, limited public participation, and threat literacy. The study proposes a conceptual model of national resilience comprising five dimensions: institutional structure, sectoral integration, adaptive capacity, public awareness, and geopolitical orientation. It emphasizes that without synergy among these elements, the resilience system remains vulnerable. Therefore, a new paradigm is needed more adaptive and participatory focusing on institutional reform, community empowerment, and a sharper geopolitical strategy in the Indo-Pacific region. Penelitian ini menyoroti pentingnya transformasi ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi ancaman kontemporer seperti serangan siber, disinformasi, bencana ekologis, dan dinamika geopolitik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui analisis kebijakan, wawancara, dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya fragmentasi kelembagaan, lemahnya koordinasi antar sektor, serta minimnya partisipasi masyarakat dan literasi ancaman. Studi ini mengembangkan model konseptual ketahanan nasional yang terdiri atas lima dimensi: struktur kelembagaan, integrasi sektor, kapasitas adaptif, kesadaran masyarakat, dan orientasi geopolitik. Ditekankan bahwa tanpa sinergi antar elemen tersebut, sistem ketahanan akan tetap rentan. Oleh karena itu, dibutuhkan paradigma baru yang lebih adaptif dan partisipatif, dengan fokus pada reformasi institusional, penguatan peran masyarakat, dan strategi geopolitik yang lebih tajam di kawasan Indo-Pasifik.