Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAMPAK NEGATIF PERTAMBANGAN TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN TANJUNG MENANTI - KABUPATEN BUNGO Ari Endra Nasution; Ade Kurnia Putri; Devit Rahmawati; Desmawita; Marisa Oktavia; Aswana
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i1.52

Abstract

Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) khususnya penambangan emas dewasa ini di berbagai daerah semakin banyak dilakukan oleh masyarakat. Penambangan dilakukan secara tradisional yang meniadakan perhatian terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penanganan limbah dan lahan bekas tambang pun tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh masyarakat pelaku PETI tersebut. Akibat dari hal tersebut maka akan dapat menimbulkan masalah lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri. Penyampaian informasi dampak negatif PETI ini merupakan isu yang sangat sensitif di tengah masyarakat karena merupakan mata pencarian masyarakat. Hampir 80 % mata pencarian masyarakat di Desa Tanjung Menanti adalah berasal dari PETI. Pemilihan metode sosialisasi yang tepat agar informasi dapat tersampaikan ke masyarakat perlu dipikirkan agar tidak menimbulkan perdebatan dengan masyarakat. Dalam kegiatan ini, digunakan metode sosialisasi dengan menyebarkan media berupa kalender berisi informasi gambar dan tulisan terkait dampak negatif PETI tersebut dengan membagi-bagikan secara door to door kepada masyarakat. Kalender bergambar tersebut diharapkan akan dapat memperlihatkan informasi sepanjang tahun. Selain itu, dokumentasi kegiatan juga di-share di media sosial agar informasi dapat tersebar lebih luas lagi. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat dapat melek informasi dan tumbuh kesadaran akan dampak negatif dari aktivitas PETI tersebut.
Sosialisasi Kepada Siswa SMK Akan Pentingnya Ilmu Rekayasa (Engineering) Khususnya Terhadap Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Desmawita; Devit Rahmawati; Ari Endra Nasution; Marisa Oktavia; Ade Kurnia Putri; Aswana; Sucitra Wijaya; Irfan satria permana; M. Sodri Renjani; Doli Jumat Rianto; Randy M. Oswara; Lucki Farhan; Naufal Putra Hermawan; Daniel Divandry Pasaribu; M. Yusuf Safiqri; Ripan Andri; Alya Nabila sari
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.70

Abstract

Pendidikan rekayasa (engineering) memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam bidang infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam. Namun, pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap peran dan kontribusi ilmu rekayasa masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap siswa SMK terhadap pentingnya ilmu teknik sipil dan teknik pertambangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta evaluasi menggunakan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SMK Setih Setio 1 Muara Bungo dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual sesuai karakteristik pendidikan vokasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar engineering, peran engineer dalam pembangunan nasional, serta keterkaitan aspek teknis dengan keselamatan kerja dan lingkungan. Selain peningkatan aspek kognitif, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap siswa menjadi lebih positif terhadap profesi teknik dan meningkatkan minat terhadap bidang teknik sipil dan teknik pertambangan. Kesimpulannya, sosialisasi ilmu rekayasa efektif sebagai upaya awal membangun kesadaran dan wawasan keberlanjutan pada siswa SMK, serta berpotensi mendukung penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada pembangunan nasional yang berkelanjutan.