Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Sumatera Barat M Arizal; Marwan Marwan
Jurnal Ecogen Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Ecogen
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmpe.v2i3.7414

Abstract

This research aimed to know how the effect of Gross Regional Domestic Bruto and Human Devolopment Indeks (HDI) toward open unemployment rate in West Sumatera with selected model is the Fixed Effect Model (FEM) The data were used panel data during the period 2010-2017, with the technique of collecting documentation data and library studies obtained  from relevant institusions and agencies. The independent variables of this study are Gross Regional Domestic Bruto (X1) and Human Devolopment Indeks r (X2). The research method used is Odinary Least Square (OLS) that use classical Assumtions, determination coeffisient test (R2), and hypothesis test used t-test with significance level of 5%.. The estimation results show that, gross regional domestic product have a negative and significant effect on open unemployment rate in West Sumatera, and Human Development Indeks have a positive and significant effect on open unemployment in West Sumatera. Meanwhile simultaneously Gross Regional Domestic Bruto and Human Devolopment Indeks affect the open unemployment rate in West Sumatera. Keyword:  open unemplument, human development indeks, gross domestic product and ordinary keast square (ols)
Mental Health Effects on Job Retention in Indonesia Arizal, M.; Wisana, I Dewa Gede Karma
Journal of Developing Economies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jde.v8i1.37445

Abstract

This study examines the effect of mental health proxied by depression on job retention. The primary independent variable is the change in depression scores in 2007 and 2014. It discovers the number of individuals whose depression scores remained, decreased, and increased. The dependent variable was being employed or unemployed in 2014. The data used in this study are from the Indonesia Life Family Survey (IFLS). The method used is logistic regression. The test results from 9675 observations showed that individuals who experienced symptoms of depression in the previous period decreased their work retention by 5.55%. Both men and women in this study showed significant results. This study confirms the long-term effect of depressive disorders on job retention.
Faktor-Faktor Sosioekonomi yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Timur Firmansyah, Muh.; Arizal, M.; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor sosioekonomi yang memengaruhi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Timur selama periode 2015–2024. Dengan menggunakan data panel dari 38 kabupaten/kota (380 observasi), analisis dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster-robust standard errors untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, upah riil, dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, pendidikan tidak berpengaruh signifikan, yang mengindikasikan adanya mismatch antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, peningkatan penyerapan tenaga kerja, dan penyelarasan hasil pendidikan dengan kebutuhan industri untuk mengurangi disparitas pengangguran di Jawa Timur.
Peran Human Capital pada Hubungan Investasi dan Pengangguran : Dynamic Panel Approach Arizal, M.; Firmansyah, Muh.; Husein, Farid
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari investasi terhadap tingkat pengangguran dengan menggunakan variabel human capital sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan adalah data panel provinsi di Indonesia dari tahun 2012-2023. Dengan menggunakan dynamic panel data model berupa System GMM, studi ini menemukan bahwa secara langsung variabel investasi tidak signifikan mempengaruhi pengangguran walaupun arah hubungan kedua variabel ini negatif. Namun temuan menariknya adalah ketika investasi berinteraksi dengan variabel human capital yaitu variabel indeks pembangunan manusia, maka secara statistik terbukti dapat mengurangi pengangguran. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa investasi saja tidak cukup untuk mengurangi pengangguran, tetapi harus disertai dengan sumber daya manusia yang memadai agar dapat memanfaatkan nilai tambah yang dihasilkan investasi sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran
Financial Literacy Counseling for Farming Households Toward Climate Change Resilience in Waru Village, Parung District ARIZAL, M.; Khatimah, Khusnul
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6526

Abstract

Climate change is a real threat to the long-term viability of farms and the economic stability of farming families, especially in rural Indonesia. This makes farmers even more vulnerable because they can't plan their finances flexibly when they don't know how much they'll make from their harvest. The goal of this community service project is to help farming families become more financially literate. It took place on October 30, 2025, in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, and involved 30 members of the PKK of Waru Village. The extension materials taught people how to manage their household income and expenses, keep simple financial records, plan their finances for the seasons, and get to know formal financial institutions. A questionnaire was used to evaluate participants' financial knowledge and access to financial institutions. The results show that 76.6% of participants knew about banks, 60% had savings accounts, and 73.3% knew about more than one type of bank. After the extension, comprehension levels were over 80% of the target set. These results show that using contextual and participatory lecture methods as a first step to help rural farming communities address climate change challenges is an effective way to improve their financial literacy.
Apakah Peningkatan Human Capital Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Penurunan Kemiskinan: Pendekatan Berbasis Data Panel Indonesiadi Indonesia Jamar, Nuraisyah; Arizal, M.; Andeaz, Muhammad Faiz
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6534

Abstract

Studi ini menginvestigasi efek dari Indeks Pembangunan Manusia (IPMI) terhadap kebahagiaan, dengan kemiskinan sebagai variabel mediasi, menggunakan data panel level provinsi di Indonesia untuk tahun 2014, 2017, dan 2021. Studi ini menggunakan Persamaan Struktural (SEM), menggabungkan inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel kontrol. Temuan studi menunjukkan bahwa IPM memberikan dampak negatif yang substansial pada kemiskinan dan pengaruh langsung positif yang cukup signifikan pada kebahagiaan. Meskipun demikian, pengaruh tidak langsung dari IPM pada kebahagiaan melalui kemiskinan tidak signifikan, menunjukkan bahwa kemiskinan tidak berfungsi sebagai mediator yang efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan subjektif lebih dipengaruhi oleh kualitas pembangunan manusia secara langsung daripada indikator kemiskinan.