Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Status Gizi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Rosy Arima Deviani; Ibtidau Niamilah; Khoirun Nisa Alfitri
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.81

Abstract

Padatnya aktivitas dan jadwal kuliah membuat mahasiswa bersifat acuh tak acuh terhadap makanan. Pada kondisi ini, perlu diterapkan perilaku makan yang sesuai seperti mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kesehatan. Kandungan serat dalam sayur dan buah dapat menetralkan kolesterol jahat dan lemak sehingga dapat mengatasi kejadian overweight. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi sayur dan buah dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini zmerupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 91 mahasiswa, yang dipilih melalui teknik proportional random sampling menggunakan Microsoft excel. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner SQ-FFQ. Data terkait status gizi diperoleh dari pengukuran berat badan serta data tinggi badan diperoleh melalui metode recall. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil analisis konsumsi sayur dan buah dengan status gizi menunjukkan p-value kurang dari (< 0,05). Penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.  
UJI DAYA TERIMA DAN ANALISIS KANDUNGAN GULA TOTAL PADA SOFTDRINK BUNGA ROSELLA DAN STEVIA SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS Tiara Handayani; Khoirun Nisa Alfitri; Diah Puspitasari
JURNAL TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PERTANIAN (JIPANG) Vol. 7 No. 02 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jipang.v7i02.6145

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease whose prevalence continues to increase and is associated with high sugar consumption. One of the strategies for managing diabetes is the development of low-calorie functional beverages that remain sensorially acceptable. This study aims to test the acceptability and analyze the total sugar content of soft drinks based on roselle flowers (Hibiscus sabdariffa L.) and stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) as a natural zero-calorie sweetener. This research uses an experimental method with a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). Four formulations were tested, namely: F0 (2.5% roselle + 16% granulated sugar), F1 (2.5% roselle + 0.5% stevia), F2 (2.5% roselle + 0.7% stevia), and F3 (2.5% roselle + 1% stevia). A hedonic test was conducted on the parameters of color, aroma, taste, and texture by semi-trained panelists with inclusion criteria (students had already received material related to hedonic testing, were willing to be panelists, were physically and mentally healthy, and had eaten more than 30 minutes prior) and exclusion criteria (flu or anosmia, ageusia or loss of taste, a history of stomach acid, and smoking). Data were analyzed using Kruskal-Wallis followed by Post Hoc Mann-Whitney. The results of the hedonic test for taste (p=0.0039) and color (p=0.0035) attributes showed significant differences, while there were no significant differences for aroma (p=0.2796) and texture (p=0.1975) attributes. Post-hoc analysis showed that F1 was preferred over F3. The total sugar content of F1 was 9,74%, while that of F0 was 7,54%. The independent t-test showed a significant difference between the total sugar content of F1 and F0 (p=0.0003).
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Astuti; Silvi Lailatul Mahfida; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.205

Abstract

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5% dan di DIY sebesar 21,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu praktik yang kurang tepat serta karakteristik ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan praktik pemberian makan pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah ibu dan balita usia 0-59 bulan berjumlah 166 responden dengan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah karakteristik ibu yaitu pendidikan, pekerjaan, usia ibu, dan jumlah anak sebagai variabel independen diukur menggunakan kuesioner dan praktik pemberian makan pada balita sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan kuisioner Caregiver`s Feeding Style Questionnaire (CFSQ). Penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian utama yang berjudul “Estimasi Status Gizi Balita Berdasarkan Role Model Makanan, Food Skill, dan Demokratis Parental Feeding Pada Ibu Bekerja di Yogyakarta” yang dilakukan di bulan Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Fisher’s Exact, dan Kruskal Wallis dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,029, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,080, tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,3403, dan tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,350. Sebaiknya ibu lebih memperhatikan praktik pemberian makan yang baik dan benar untuk meningkatkan status gizi anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
Hubungan Tingkat Stress dan Kualitas Tidur dengan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji di Yogyakarta Adristi, Nabila Marella; Khoirun Nisa Alfitri; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i6.556

Abstract

Di Yogyakarta sebanyak 44,2% mahasiswa sering mengonsumsi makanan cepat saji. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya kualitas tidur yang buruk serta tingkat stress yang tinggi dikarenakan beban tugas. Tujuan penelitian ini menelaah kaitan tingkat stress dan kualitas tidur dengan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji pada mahasiswa Yogyakarta. Metode pada penelitian ini yaitu kuantitatif observasional serta pendekatan cross-sectional menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner PSS-10 untuk stress, PSQI untuk kualitas tidur dan Q-FFQ untuk makanan cepat secara online dengan menggunakan media google form yang disebar ke seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hasil dianalisis menggunakan korelasi pearson. Kriteria inklusi penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Yogyakarta yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksluksi yaitu mahasiswa yang memiliki anak dan terdiagnosis stres oleh dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69,5% mahasiswa memiliki tingkat stress sedang, sebanyak 95,8% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk, dan sebanyak 73,7% mahasiswa sering mengonsumsi makanan cepat saji. Dari hasil analisis tingkat stress dengan frekuensi makanan cepat saji didapatkan p-value sebesar 0.2785, didapatkan p-value sebesar 0.9229 dari analisis kualitas tidur dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Disimpulkan tingkat stres dan kualitas tidur tidak menunjukkan keterkaitan yang signifikan dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji pada mahasiswa di Yogyakarta. Peneliti menyarankan diadakannya workshop coping skills untuk pengelolaan stress akademik dan penyediaan makanan sehat di lingkungan kampus.