Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Deteksi Fraud Heptagon dalam Mengungkap Determinan Tax Evasion: Analisis Konfiguratif dalam Perspektif Behavioral Accounting Alif Faruqi Febri Yanto; Mohamad Nazril Ilham; Selma Putri Safira
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Fraud Heptagon terhadap perilaku tax evasion pada wajib pajak badan yang terdaftar di KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan rasio pajak Indonesia menjadi 9,31% pada tahun 2025, yang mengindikasikan masih kuatnya praktik ketidakpatuhan pajak dan tax evasion. Teori Fraud Heptagon digunakan untuk menjelaskan pengaruh faktor perilaku, psikologis, dan kemampuan teknis terhadap tax evasion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi, kapabilitas, dan keserakahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax evasion, sedangkan tekanan berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, peluang, sikap, arogansi, dan ketidaktahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap tax evasion. Keserakahan diidentifikasi sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku tax evasion. Nilai R-square sebesar 0,637 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 63,7% variasi dalam perilaku tax evasion. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tax evasion lebih dipengaruhi oleh motivasi keuntungan, pembenaran moral, dan kapabilitas teknis dibandingkan faktor situasional maupun psikologis lainnya. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi otoritas pajak untuk memperkuat pengawasan berbasis perilaku serta mengembangkan strategi pencegahan tax evasion yang lebih komprehensif.
Penerapan Expected Credit Loss (ECL) dalam Pembentukan Cadangan Kerugian Kredit Berdasarkan PSAK 71 Zahra Mardhiyanik; Selma Putri Safira
Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Accounting Unipa
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan membawa perubahan dalam pengakuan dan pengukuran kerugian kredit melalui pendekatan Expected Credit Loss (ECL). Pendekatan ini menggantikan incurred loss pada PSAK 55 dengan pengukuran yang lebih forward-looking karena mempertimbangkan risiko kredit sejak awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ECL berdasarkan PSAK 71 dalam pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) serta implikasinya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data sekunder berupa data kredit, data anuitas, hasil perhitungan ECL, dan dokumen pendukung yang diperoleh selama kegiatan magang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi proses perhitungan ECL, pembentukan CKPN, seta dampaknya terhadap penyajian laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ECL menghasilkan cadangan kerugian kredit yang mempertimbangkan estimasi risiko masa depan melalui komponen Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD), dan Exposure at Default (EAD). Penerapan ECL memungkinkan CKPN dibentuk lebih dini, mendukung prinsip kehati-hatian, serta meningkatkan relevansi informasi keuangan bagi pengguna laporan keuangan.
Dampak Penerapan Tarif Efektif Rata -Rata (TER) PPh 21 Terhadap Proses Administrasi Pemotongan Gaji Non – Pegawai Pada PT ABC Ananda Kusuma; Selma Putri Safira
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jrma.v14i1.13635

Abstract

Penelitian ini membahas perhitungan pajak gaji karyawan dengan menggunakan penghasilan bruto sebagai dasar perhitungan, yang meliputi gaji pokok, tunjangan, komisi, dan bonus. PPh Pasal 21 dipotong dari penghasilan bruto sesuai ketentuan tarif pajak sehingga diperoleh pendapatan bersih wajib pajak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan tarif efektif PPh Pasal 21 (TER) dalam proses administrasi perpajakan, khususnya terkait perhitungan pajak dan penentuan PTKP/TER pada pegawai tidak tetap. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana peneliti melakukan wawancara dengan narasumber pada Kantor Konsultan Pajak IDEAZ serta melakukan observasi partisipatif untuk melihat dampak perhitungan PPh Pasal 21 terhadap penerimaan pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tarif efektif PPh Pasal 21 dapat mempermudah administrasi perhitungan pajak dalam penentuan PTKP dan golongan TER secara lebih sistematis, namun perhitungannya memerlukan perhatian terhadap berbagai komponen dalam skema TER.
ANALISIS PENERAPAN ISAK 35 DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN ENTITAS BERORIENTASI NONLABA : STUDI KASUS PADA ENTITAS X barlintia najwa; Selma Putri Safira
Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Accounting Unipa
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the implementation of ISAK 35 in the presentation of financial statements of a nonprofit educational organization, referred to as Entity X. The research focuses on evaluating the conformity of financial statement presentation with ISAK 35, particularly regarding report titles, net asset classification, and disclosure of the basis of presentation. A qualitative case study approach was employed using data obtained from anonymized financial statements, internship observations, brief confirmations with internal parties, ISAK 35 documents, and previous studies. The data were analyzed descriptively by comparing Entity X's financial statement presentation with the requirements of ISAK 35. The findings indicate that Entity X has prepared the main components of financial statements required for nonprofit entities. However, several aspects of the presentation remain inconsistent with ISAK 35. The financial statements still use business-oriented report titles and account descriptions, net assets have not been classified based on donor restrictions, and the notes to the financial statements do not explicitly state ISAK 35 as the basis for presentation. These findings suggest that the completeness of financial statement components does not necessarily indicate compliance with nonprofit financial reporting standards. The study provides practical insights for nonprofit entities and accounting service offices in improving the presentation of financial statements in accordance with ISAK 35.