Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

The Kadar Fenolat dan Flavonoid Si Ungu Mentawai Reny Salim
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 1 (2021): jurnal Katalisator Volume 6 No 1, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.809 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v6i1.174

Abstract

Daun dari tumbuhan ungu telah dikenal mempunyai sifat antioksidan. Sifat antioksidan ini disebabkan oleh keberadaan senyawa metabolit sekunder golongan fenolat. Flavonoid merupakan senyawa golongan fenolat terbesar yang ditemukan di alam. Warna ungu dari daun ungu memperlihatkan bahwa sifat antioksidan berasal dari senyawa golongan flavonoid. Hal ini menimbulkan ketertarikan untuk mengukur kadar fenolat dan flavonoid yang dimiliki oleh daun ungu yang diambil dari Mentawai. Metode yang digunakan dalam penentuan kadar fenolat dan flavonoid masing-masing adalah metode Folin Ciocalteu dan aluminium klorida. Daun ungu diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut kloroform, etil asetat, dan air. Hasil pengukuran kadar fenolat ekstrak etonol dan fraksi (kloroform, etil asetat, dan air) berturut-turut adalah (65,6;37,44;106,98;52,3) mgGAE/gram ekstrak. Hasil pengukuran kadar flavonoid ekstrak etanol dan fraksi (kloroform, etil asetat, dan air) berturut-turut adalah (45,7;42,9;50,7;43,5) mgRE/gram ekstrak.
KEBERADAAN MINERAL PENUNJANG KESEHATAN TUBUH PADA AIR MINUM ISI ULANG Reny Salim
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.643 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.605

Abstract

Air sebagai sumber mineral bagi manusia mulai dilirik oleh para ilmuwan. Air yang kaya akan mineral saat ini mulai dimanfaatkan sebagai salah satu penunjang peningkatan kesehatan. Kandungan mineral air menjadi faktor penting sebagai salah satu syarat air minum yang memenuhi standar layak minum karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup berkenaan dengan air minum terutama air minum isi ulang. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat agar memperhatikan kandungan mineral dari air yang diminumnya. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dari 3 sumber air (air tanah, air gunung, dan air PDAM). Pengukuran kadar mineral dalam sampel menggunakan spektrofotometer serapan atom. Mineral yang diukur ada 3 mineral yaitu besi, kalsium dan magnesium. Mineral kalsium dan magnesium dikenal sebagai kesadahan mempunyai kadar memenuhi batasan standar. Sementara itu mineral besi dari salah satu sumber melampaui ambang batas yang ditetapkan maka hal ini perlu menjadi hal yang diperhatikan oleh BPOM.