Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EXPLORATION OF ETHNOMATHEMATICS IN BENGKULU AS A SOURCE OF MATHEMATICS LEARNING FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Agusdianita, Neza; Yusnia; Dwi Shofiya Magfira Izzania, Rizqa; Lorenza, Sovia
ATTA`DIB Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Merdeka Curriculum implements a multicultural approach in learning. Therefore, ethnomathematics is needed in elementary school mathematics learning. The purpose of this study is to explore the ethnomathematics found in Bengkulu and integrate it into the mathematics curriculum as a learning resource for first-grade elementary school students. This qualitative research with an ethnographic approach was conducted over a period of one year. The research activities include: (1) Identifying the ethnomathematics found in Bengkulu, (2) Mapping the learning achievements and indicators of the mathematics subject in the Merdeka Curriculum for first-grade elementary school, (3) Analyzing the ethnomathematics of Bengkulu City that can be integrated into the learning achievements and indicators of the mathematics subject in the Merdeka Curriculum for first-grade elementary school, and (4) Developing a draft of recommended mathematics teaching materials based on Bengkulu ethnomathematics. The research results obtained are (1) data on Bengkulu ethnomathematics, (2) mapping of learning achievements and indicators of the mathematics subject in the Merdeka Curriculum for first-grade elementary school, and (3) a product of mathematics teaching materials based on the ethnomathematics of Bengkulu City.
Pendampingan Peningkatan Literasi Sains Siswa bagi Guru Melalui Model TGT Berbantuan Multimedia Interaktif Menggunakan Canva Winarni, Endang Widi; Muktadir, Abdul; Yusnia, Yusnia; Heryanto, Debi; Lorenza, Sovia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.107683

Abstract

Perkembangan teknologi telah mendorong peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam pembuatan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini berfokus pada pendampingan guru SD dalam penggunaan aplikasi Canva untuk menciptakan multimedia interaktif berbasis model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Model ini tidak hanya meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan materi, tetapi juga membantu siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar, khususnya pada pembelajaran IPA. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi guna mendukung literasi sains siswa. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan dapat menciptakan kondisi belajar yang inovatif, mendorong literasi sains yang lebih baik di kalangan siswa, serta berkontribusi pada pendidikan yang sesuai dengan tuntutan abad ke-21.
Kemampuan Menyusun Instrumen Penilaian Hasil Belajar Aspek Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Menggunakan Bahan Ajar Evaluasi Pendidikan Mahasiswa Pendidikan Dasar Winarni, Endang Widi; Muktadir, Abdul; Yusnia, Yusnia; Lorenza, Sovia; Heryanto, Debi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107284

Abstract

This study aims to develop assessment instruments in basic education within a master’s degree program with a focus on improving student competencies. The methodology employed is Research and Development (R&D) utilizing the ADDIE approach, specifically targeting the evaluation stage. Data were collected through a Likert scale in the form of posttest evaluations of 25 master’s students in Basic Education. Results indicated an average posttest score of 73.41, with variance reflecting student achievement diversity. Most students demonstrated a good understanding across knowledge, attitude, and skill aspects. Hypothesis analysis utilizing a one-sample t-test revealed significance at p=0.000, indicating a significant positive effect on students’ ability to construct assessment instruments. In conclusion, the appropriate use of evaluative teaching materials can enhance pedagogical competencies, supporting the development of educational quality at the postgraduate level.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian dalam pendidikan dasar pada program S-2 dengan fokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pengembangan Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE yang dikhususkan pada tahap evaluasi. Data dikumpulkan melalui skala Likert berupa penilaian posttest terhadap 25 mahasiswa S-2 Pendidikan Dasar. Hasil menunjukkan rata-rata nilai posttest sebesar 73,41, dengan varians yang mencerminkan variasi dalam pencapaian mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa menunjukkan pemahaman yang baik dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Analisis hipotesis menggunakan one-sample t-test menunjukkan signifikansi p=0,000, menandakan adanya pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyusun instrumen penilaian. Kesimpulannya, penggunaan bahan ajar evaluasi yang tepat dapat meningkatkan kompetensi pedagogis mahasiswa, mendukung pengembangan kualitas pendidikan di jenjang pascasarjana.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Elektronik Bahan Ajar Berbasis Model LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi dan Refleksi) untuk Siswa Sekolah Dasar Lorenza, Sovia; Badeni, Badeni; Winarni, Endang Widi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107461

Abstract

Integrating technology is very important to carry out learning in this era. In addition, literacy improvement continues to be encouraged to improve students' literacy skills, including through social studies learning in the classroom. This study aims to describe the presentation of social studies books for class V which is reviewed from the aspects of the literacy model, orientation, collaboration and reflection stages. In addition, it also reviews aspects of integrating technology through the learning process presented in the book. This study uses a qualitative descriptive method with key instruments, namely the researcher with an analysis guideline. The research was carried out with an analysis sheet through a qualitative descriptive approach with data analysis techniques in the form of content analysis. Data collection was carried out using document analysis with stages of data reduction, presentation and conclusion drawn. The results of the study show that there is no integration of technology presented in the IPAS book of social studies materials, and the lack of specific stages of the LOK-R (Literacy, Orientation, Collaboration and Reflection) model that can help students develop their literacy, so it can be concluded that it is very important to carry out the electronic development of teaching materials based on the LOK-R model for elementary school students.Pengintegrasian teknologi begitu penting untuk menyelenggarakan pembelajaran di era ini. Selain itu, peningkatan literasi terus digalakkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berliterasi termasuk melalui pembelajaran IPS di kelas. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan sajian buku IPAS materi IPS kelas V yang ditinjau dari aspek tahapan model literasi, orientasi, kolaborasi dan refleksi. Selain itu juga meninjau terkait aspek pengintegrasian teknologi melalui proses pembelajaran yang disajikan dalam buku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen kunci yaitu peneliti dengan lembar pedoman analisis. Penelitian dilakukan dengan lembar analisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berupa analisis isi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan analisis dokumen dengan tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengintegrasian teknologi yang disajikan dalam buku IPAS materi IPS, dan minimnya tahapan model LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi dan Refleksi) secara spesifik yang dapat membantu siswa mengembangkan literasinya, sehingga dapat disimpulkan sangat penting untuk dilakukan pengembangan elektronik bahan ajar berbasis model LOK-R untuk siswa sekolah dasar.
Pendampingan Penerapan Model Pembelajaran RME Berbasis Etnomatematika Bagi Guru di SDN 06 Desa Tapak Gedung Agusdianita, Neza; Kurniawan, Adhadi; Zoraya, Intan; Yusnia, Yusnia; Izania, Rizqa Dwi Shofiya Maghfira; Lorenza, Sovia; Heryanto, Debi
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 7, No 2 (2025): DEDIKASI: Community Service Report - July
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v7i2.98059

Abstract

The Realistic Mathematics Education (RME) approach based on ethnomathematics has been introduced as a significant innovation in mathematics teaching in primary schools, linking mathematical concepts with local culture and students' daily lives. The objective of this service initiative is to enhance teachers' competencies in implementing RME, as well as to make mathematics learning more engaging and meaningful for students. The methods employed in this service initiative include training and mentoring for teachers, consisting of seminars, discussions, and direct teaching practices. The results of this initiative indicate a significant improvement in teachers' knowledge and skills in utilizing the RME learning model. Evaluation shows that the average student scores increased from 60.25 in the pretest to 91.25 in the posttest, indicating the success of this method's implementation. The conclusion drawn from this activity is that continuous mentoring for teachers in integrating ethnomathematics into RME learning is crucial for enhancing the quality of mathematics education, especially in the context of local culture. The application of this model not only improves students' understanding of the material but also fosters their interest in mathematics as a whole.
Analisis Nilai Kemandirian dalam Buku IPAS Materi IPA Pada Kurikulum Merdeka Fase B Lorenza, Sovia; Dalifa, Dalifa; Agusdianita, Neza; Winarni, Endang Widi; Yusnia, Yusnia
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.84014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sajian nilai kemandirian dalam buku panduan guru dan buku pegangan siswa mata pelajaran IPAS materi IPA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gaya sajian buku panduan guru diperoleh kemunculan indikator pekerja keras (25%), berani dalam bertindak (16,66%),kreatif (25%),percaya diri (8,33%),menemukan identitas dirinya (16,66%),dan dapat mengambil keputusan sendiri (8,33%).Pada aspek pola sajian buku panduan guru diperoleh kemunculan indikator pekerja keras (21,15%), berani dalam bertindak (11,53%),kreatif (19,23%), percaya diri (26,92%), berkeinginan sesuatu tanpa bantuan orang lain (4%),menemukan identitas dirinya (2%),dapat mengambil keputusan sendiri (7,70%) dan memiliki daya tahan terhadap tantangan (7,70%).Pada pola sajian buku pegangan siswa diperoleh kemunculan indikator pekerja keras (23,07%),memiliki daya tahan terhadap tantangan (9,62%),berani dalam bertindak (1,92%), kreatif (25%),percaya diri (26,92%), dan dapat mengambil keputusan sendiri (13,46%).Dapat disimpulkan nilai kemandirian muncul melalui kemunculan indikator