Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Literasi Digital Guru Melalui Pelatihan Pembuatan E-Module Interaktif Berbasis Aplikasi Book Creator Di PKBM Hati Nurani Bangsa Kania, Nia; Angraini, Lilis Marina; Hariri, Dewi Damayanti; Mahmudah, Hilda; Wibawa, Fayza Sandya
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1698

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru PKBM Hati Nurani Bangsa melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan e-module interaktif berbasis aplikasi Book Creator. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, workshop, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 15 guru yang mengajar pada program Paket A, B, dan C di PKBM Hati Nurani Bangsa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi literasi digital guru. Skor rata-rata pre-test sebesar 55,3 (kategori rendah) meningkat menjadi 82,6 (kategori tinggi) pada post-test. Sebanyak 87% guru berhasil menghasilkan minimal satu e-module interaktif sesuai mata pelajaran yang diampu. Implementasi e-module dalam kelas juga meningkatkan keterlibatan siswa, dengan 70% peserta didik lebih aktif bertanya dan merespon pembelajaran. Selain itu, terbentuk Tim Penggerak Literasi Digital dan panduan teknis pembuatan e-module sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dengan pendampingan intensif efektif meningkatkan literasi digital guru dan kualitas pembelajaran. Program ini berpotensi direplikasi di PKBM lain sebagai strategi untuk mendukung transformasi digital pendidikan nonformal.
Peningkatan Literasi Numerasi Siswa Kelas 3 SD Melalui Pengenalan Konsep Perkalian dan Permainan "Domino Perkalian" Cahyaningsih, Ujiati; Mahmudah, Hilda; Hariri, Dewi Damayanti; Herviani , Silvi Salsabila; Nurmeidha, Bella; Linggakusuma, Ayib Sunandi; Ikbal, Mohamad Nasir
Papanda Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v4i1.2406

Abstract

Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa kelas 3 SD Negeri Paninggaran masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, khususnya perkalian, yang berdampak pada rendahnya keterampilan pemecahan masalah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi melalui pengenalan konsep perkalian dan penerapan permainan “Domino Perkalian” sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif berbasis pengalaman, melibatkan 34 siswa yang dibagi ke dalam kelompok kecil. Tahapan kegiatan meliputi penyajian konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang menggunakan media konkret, dilanjutkan dengan permainan “Domino Perkalian” berbasis kolaboratif dan kompetitif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap operasi perkalian. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman numerasi, tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, pendekatan berbasis permainan terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Designing contextual worksheets to measure creative thinking skills in mathematics on probability Mahmudah, Hilda; Nurhikmayati, Iik; Kania, Nia; Yasir, Yasir
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 13 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v13i3.18984

Abstract

Students' low mathematical creative thinking skills are the motivation for this study. The aim of this research is to develop context-based student worksheets (LKPD) that assess high school students' mathematical creative thinking abilities. This study uses the ADDIE development model with five stages (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), and the research is limited to the implementation stage. The subjects were Grade X students of SMAN 2 Majalengka. The instruments used included practicality questionnaires for teachers and students, validity questionnaires for media and material experts, and effectiveness tests through small-scale trials. A Likert scale was used to collect practicality and validity data, while N-gain analysis was applied to measure effectiveness. The results showed that LKPD with a contextual approach was valid, with an average material expert score of 3.17 and media expert score of 3.50. The practicality was also very good, with teacher practicality at 96.15% and student practicality at 87.26%. The average effectiveness was in the moderate category with an N-gain value of 0.38. Based on these results, it can be concluded that the developed LKPD is feasible, practical, and effective in improving students’ mathematical creative thinking skills. The contribution of this research lies in providing empirically tested, context-based LKPD that can be used as an innovative learning resource to foster mathematical creative thinking in high school students.
Exploring Creative Thinking in Probability Through Polya’s Framework and Contextual Learning Mahmudah, Hilda; Kania, Nia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3452

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan keterampilan penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai situasi yang menantang pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa menerapkan empat tahap pemecahan masalah Polya dalam menyelesaikan soal peluang kontekstual secara kreatif. Sebanyak 32 siswa kelas XII di salah satu SMA negeri di Majalengka terlibat sebagai subjek penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan berdasarkan hasil tes tertulis, tiga siswa dipilih secara purposif untuk mengikuti wawancara mendalam, yang masing-masing mewakili kategori kemampuan berpikir kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian kontekstual, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian secara sistematis, namun masih mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah dan memeriksa kembali hasil. Hanya 16% siswa yang melakukan refleksi akhir secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan strategi penyelesaian, yang mencerminkan kelancaran dan elaborasi dalam berpikir kreatif matematis. Namun, keterbatasan siswa dalam memahami konteks permasalahan membatasi keluwesan dan keaslian mereka dalam menghasilkan berbagai pendekatan penyelesaian masalah. The ability to think creatively in mathematics is crucial for pupils to deal with a variety of difficult problems in the twenty-first century. The purpose of this study is to examine how students creatively solve contextual probability questions using Polya's four stages of problem-solving. Using a descriptive qualitative approach, 32 twelfth-grade students from a Majalengka public high school served as research subjects based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities. Semi-structured interviews, observations, and contextual essay examinations were used to gather data. The study's findings indicate that while most students can follow the solution plan methodically, they still struggle with comprehending the issue and analyzing the findings. Just 16% of students completed their final reflection successfully. based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities.