Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dekonstruksi elemen horor dalam kumpulan cerpen Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha Nugroho, Ponco Adi; Widyatwati, Ken; Suryadi, M.; Anggraeni, Rezki Amelia; Baihaqy, Muhammad Rayhan
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1371

Abstract

This study reveals the deconstruction of horror elements in the short story collection Sihir Perempuan by Intan Paramaditha. The elements are the monster and art-horror elements formulated in Noël Carroll's theory of horror. This research uses a deconstruction approach. The material objects are the short stories "Pemintal Kegelapan," "Vampir," and "Jeritan dalam Botol" from the Sihir Perempuan collection. The analysis technique used is interpretive interpretation. This study draws upon Noël Carroll's horror genret heory and Jacques Derrida's deconstruction. As a qualitative descriptive study, findings are presented in narrative form. The results show that the author deconstructs both monster and art-horror elements. The monster, typically used in conventional horror as a symbol of external threat, becomes a representation of women's suffering caused by social systems. Art-horror, usually employed to evoke fear and disgust, undergoes a shift in meaning, becoming a complex emotional experience of empathy and acceptance of suffering. These forms of deconstruction emphasize that horror in Sihir Perempuan not only frightens readers but represents women's suffering and critiques patriarchal structures.
Perubahan Sosial Mantan Yakuza dalam Kehidupan Sosial Pada Film Yakuza and The Family BAIHAQY, MUHAMMAD RAYHAN; Widyawati, Ken; Suryadi, M; Anggraeni, Rezki Amelia
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER (IN PROGRESS)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.131966

Abstract

  Penelitian ini mengkaji strategi reintegrasi sosial dua tokoh dalam film Yakuza and The Family (2021), yakni Kenji Yamamoto dan Shuhei Hosono, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori stigma sosial dari Erving Goffman. Fokus analisis terletak pada bagaimana masing-masing tokoh menghadapi stigma sebagai mantan anggota yakuza dan merespon tantangan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap narasi film, dialog, dan visual dalam film. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kenji gagal menjalani reintegrasi akibat keterasingan sosial, lemahnya dukungan interpersonal, serta statusnya sebagai mantan pemimpin yakuza yang memperkuat stigma masyarakat terhadap dirinya. Sebaliknya, Hosono menunjukkan keberhasilan dalam reintegrasi melalui strategi penyesuaian diri, penerimaan terhadap norma sosial baru, serta dukungan dari lingkungan yang lebih terbuka. Selain itu,kebijakan pemerintah dan status dalam yakuza juga berperan penting. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan reintegrasi tidak hanya ditentukan oleh niat pribadi, melainkan bergantung pada sejauh mana individu mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka benar-benar telah berubah dan pantas diterima kembali dalam kehidupan sosial