Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

INTERAKSI DAN SOLIDARITAS SOSIAL DALAM TRADISI AMBUR SALIM PADA MASYARAKAT KELURAHAN LOLOAN TIMUR, JEMBRANA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Muhammad Daffy Rizaldy; I Gusti Made Arya Suta Wirawan; I Wayan Putra Yasa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34221

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan proses interaksi sosial dalam pelaksanaan tradisi ambur salim pada masyarakat Kelurahan Loloan Timur, Jembrana, (2) mendeskripsikan bentuk solidaritas sosial yang terbangun dalam tradisi ambur salim pada masyarakat Kelurahan Loloan Timur, Jembrana, (3) mendeskripsikan aspek-aspek yang terdapat pada tradisi ambur salim yang berpotensi menjadi sumber belajar sosiologi di SMA. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap pengumpulan data diantaranya (1) purposive sampling, (2) observasi non-partisipatif, (3) in-depth interviewing, (4) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) interaksi sosial dalam perhelatan ambur salim menciptakan proses interaksi asosiatif dan disosiatif, (2) dalam perhelatan ambur salim membentuk solidaritas mekanik dan gambaran gemeinschaft, (3) ambur salim mengandung aspek sosiologis dan pedagogis yakni wahana mempelajari suatu tradisi, alat atau media dalam melihat proses kerjasama (co-operation), alat atau media dalam meningkatkan solidaritas, mengandung nilai-nilai karakter yang sejalan dengan Kurikulum 2013 dan berpotensi menjadi sub materi pada mata pelajaran sosiologi di jenjang SMA.Kata kunci: Ambur Salim, Interaksi Sosial, Solidaritas Sosial, Sumber Belajar, Nilai-Nilai Karakter
PEMERTAHANAN BUDAYA BALI PADA UMAT KRISTEN DI DESA BLIMBINGSARI, KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI SMA Alista Lusia Viana; I Gusti Made Arya Suta Wirawan; Desak Made Oka Purnawati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39077

Abstract

Desa Blimbingsari merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Melaya yang mayoritas penduduk desa tersebut penganut Kristen Protestan namun masih menggunakan adat Bali dalam kehidupan sosial budaya mereka. Peneliti mengkaji fenomena ini dengan tujuan 1) mengkaji fenomena pemertahanan budaya Bali pada umat Kristen. 2) mengidentifikasi aspek kehidupan budaya Bali yang masih dilestarikan oleh masyarakat Bali Kristen di Desa Belimbingsari. 3) mengidentifikasi strategi pemertahanan sosial budaya masyarakat Bali Kristen di Desa Blimbingsari. 4) menggali aspek-aspek yang sesuai dengan masalah pemertahanan sosial budaya masyarakat Bali Kristen di Desa Belimbingsari yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, dan studi dokumen. Penentuan narasumber menggunakan purposive sampling kemudian menganalisis dan menguji keabsahan data menggunakan pendekatan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu, 1) adanya pemertahanan budaya Bali yang dilakukan oleh masyarakat Desa Blimbingsari. 2) terdapat beberapa aspek kehidupan budaya Bali yang masih dilestarikan seperti penggunaan penjor, gamelan, baju adat Bali serta penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Blimbingsari. 3) terdapat strategi dalam melakukan pemertahan budaya seperti tetap menggunakan gamelan, bahasa Bali, dan pakaian adat Bali, bahkan arsitektur bangunan adat Bali juga masih dipertahankan. 4) sebagai bahan ajar dimana siswa bisa menjadikan kehidupan sekitar sebagai studi kasus untuk memahami materi perubahan sosial budaya yang mana didalam upaya pemertahanan tidak lepas dari sebuah perubahan.
POLA ADAPTASI SOSIAL BUDAYA MAHASISWA AFIRMASI PAPUA DI LINGKUNGAN KAMPUS (STUDI KASUS MAHASISWA AFIRMASI PAPUA DI UNIVERSITAS PENDIDIDKAN GANESHA) Gregorius A.S Jamlean; I Gusti Made Arya Suta Wirawan; I Wayan Putra Yasa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39078

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pola adaptasi yang di lakukakan mahasiswa Papua di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, (2) untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang di alami oleh mahasiswa Papua di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, (3) untuk mengetahui peran kampus memberi pendidikan agar mereka merasa nyaman di lingkungan   Universitas Pendidikan Ganesha. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan deskriptif – kualitatif melalui tahap observasi, pengumpulan data, wawancara, dan di lengkapi dengan dokumentasi serta catatan lapangan. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Analisis datanya menggunakan model miles huberman meliputi: pengumpulan data, reduksi data, pengumpulan data, penarikan kesimpulan/verivikasi. Hasil penelitian ini yakni : (1) pola adaptasi yang di lakukan mahasiswa yakni, mengikuti berbagai organisasi, aktif dalam kegiatan belajar, memperkenalkan budaya, dan aktif dalam kegiatan keagamaan, (2) hambatan yang dirasakan yakni, minimnya pengetahuan pada jurusan yang ditempuh, penggunaan bahasa, keterlambatan pencairan beasiswa, interaksi dengan mahasiswa dan masyarakat, (3) peran kampus dalam memberikan pendidikan dengan menyediakan fasilitas kampus berupa perpustakaan, wifi, asrama, auditorium, UPT TIK, GOR, kepastian keamanan, kesehatan, dan pendidikan.
EKSISTENSI BUDAYA KAWIN TUNGKU DI KALANGAN PEMUDA MANGGARAI KECAMATAN CIBAL NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Maria Muda Mai Meria Lapak; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, penyebab pemuda Manggarai Kecamatan Cibal khususnya di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong menolak adanya budaya kawin tungku, mengetahui perubahan dan eksistensi dari budaya kawin tungku, dan mengetahui aspek apa saja dari budaya kawin tungku yang bisa dijadikan seebagai sumber beajar Sosiologi. Penelitia ini mengguunakan metode deskrpptif Kualitatif. Kawin tungku adalah budaya lokal dari masyarakat Manggarai, dimana budaya ini adalah budaya perkawinan sedarah. Tujuan dari kawin tungku padda masyarakat Manggarai adalah melanggengkan hubungan keluarga agar tidak putus. Dari penelitian tersebut adapun hasil yang ditemukan adalah Gereja melarang adaya tungku dipicu beberapahal yaitu meninjau dari segi kesehatan dan ajaran Gereja.sebagian besar masyarakat juga mengatakan bahwa aturan Gereja sangat berpengaruh bagi eksistensi budaya tungku ini. Point yang kedua ditemukan bahwa budaya kawin tungku ini mengalami perubahan yaitu Perubaan Prosesi pada budaya tungku dan Perubahan Nilai selain itu dijelaskan pula faktor pemicu perubahan tersebut serta Eksistensi dari budaya ini sudah menurun dikalangan pemuda di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong. Dari hal tersebut peneliti mengeksplor hal apa saja yang bisa dijadikan dari penelitian budaya kawin tungku yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi SMA kelas XII yaitu terkait perubahan sosial pada sebuah kebudayaan. 
PECALANG SEBAGAI AGEN SOSIALISASI BERBASIS LOCAL GENIUS DALAM MENGHADAPI COVID-19 DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SOSIOLOGI SMA (STUDI KASUS DI DESA SAWAN, SAWAN, BULELENG BALI) Ida Bagus Ari Jaya Putra; I Ketut Margi; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39080

Abstract

Pecalang ikut andil dalam penerapan kesehatan dimasa pandemi covid-19 dikarenakan pecalang merupakan naungan dibawah Desa Adat yang berbasis local genius. Dikatakan sebagai local genius karena pecalang lahir dari awig-awig desa adat detempat yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah tingkat banjar pakraman dan atau wilayah desa pakraman. dikatakan sebagai local genius karena pecalang berlandaskan tradisi budaya dan bersifat ekslusif didalamnya. Dalam hal ini pecalang juga lebih dekat dengan masyarakat karena pecalang merupakan masyarakat dari desa setempat. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menngacu kepada silabus kondisi khusus yang dikeluarkan oleh Kementria Pendidikan dan Kebudayaan RI pada K-13 KD 3.4 dan 4.4. Tujuan penelitian ini ialah (1) memberikanwawasan batu tentang local genius yang ada di Desa Sawan sebagai pencegahan virus covid-19, (2) menambah wawasan kepada aparatur desa dan masyarakat desa mengenai peran pecalang dimasa pandemi covid-19, (3) menambah wawasan kepada aparatur desa tentang pentingnya pecalang sebagai agen sosialisasi berbasis local genius dalam penerapan protokol kesehatan di Desa Sawan, (4) memberikan wawsan mengenai unsure-unsur yang terkandung dalam peran pecalang sebagai agen sosialisasi dalam pembelajaran sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan penumpulan data berupa observasi dan wawancara.
IMPLEMENTASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SOSIOLOGI SMA NEGERI 1 SUKASADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2019/2020 DIMASA PANDEMI COVID -19 Sekar Wiranti; I Wayan Mudana; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i3.45783

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kendala yang dihapi guru serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dalam bentuk uraian singkat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan pembelajaran Sosiologi yang dilakukan oleh guru kurang sesuai dengan RPP yang telah disiapkan. (2) Kendala yang dialami guru yakni, pengelolaan waktu, menentukan metode pembelajaran, dan melakukan penilaian sikap. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan RPP yakni dengan menggunakan dua aplikasi pembelajaran,menyesuaikan metode pembelajaran, melaksanakan MGMP, dan melaksanakan workshop.Kata kunci: Kurikulum 2013, pembelajaran sosiologi, SMA Negeri 1 Sukasada
Peran Perpustakaan Umum Bagi Masyarakat : Studi Kasus Perpustakaan Umum di Bali Luh Putu Sri Ariyani; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
ACARYA PUSTAKA Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v3i2.13059

Abstract

AbstrakThis study aims to (1) identify problems faced by public libraries in its development, (2) identify public library management system in Bali; (3) identify various programs developed in public libraries. This research is conducted by using qualitative research methods so that the target of this study is not on measurement, but on the understanding of social phenomena from the perspective of the participants or according to the perspective of emik. The results show that the common problems faced by public libraries are as follows: library buildings that are less representative; Lack of human resources / librarians; lack of library operational funds; job placement uncertainty. Public library management system is almost the same in every library, which distinguishes the allocation of funds disbursed by local governments. While the programs developed in public libraries include: mobile library; story telling; cross-service collection; rare library search; and special services. Keywords: public library, management, flagship program
Technological Adaptation Trends for Sociology Teachers in Online Learning during Covid-19 Pandemic Ni Kadek Marhaeni Desyantari; I Wayan Putra Yasa; I Gusti Made Arya Suta Wirawan; Lola Utama Sitompul; Irwan Nur
Media Komunikasi FPIPS Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v22i1.43591

Abstract

Online learning during the COVID-19 pandemic has forced sociology teachers to adapt to technology as a supporting medium, so that teaching and learning activities can be carried out correctly. The research method used in this research is the descriptive qualitative method. The research data are the results of interviews and observations. Sources of research data are sociology teachers in Singaraja City High School. Data collection techniques using observation and interviews. The data analysis technique is triangulation using (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) concluding. This research indicates that sociology teachers use some aplications to support their online learning activities. However, some of these applications that are most often used include WhatsApp Group, Google Classroom, and Educandy as a game education. The main reasons why they use this application because it was faster, more effective and efficiently. The obstacles experienced by sociology teachers are the lack of ability to adapt to available technology so that sociology teachers only use three supporting application, and students who do not have signals, quotas, and cell phones become obstacles for sociology teachers in delivering material and assignments to the students concerned. And student delays in collecting assignments are obstacles for sociology teachers in providing assessments. The solutions taken are IT mastery training, the use of learning videos, educational games, and students who are constrained by signals and quotas can visit schools.
Environmental Awareness-Based Education at English Corner Community in Sidetapa Village Kadek Arlinda Devi Suyanti; I Wayan Putra Yasa; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Media Komunikasi FPIPS Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v22i1.43883

Abstract

This study aims to explain the implementation of an environmental awareness-based education model for children in the English Corner Community in Sidetapa Village. This study uses a qualitative approach, with data collection techniques through purposive sampling, field observations, in-depth interviews, and document studies. To develop the validity of the data obtained by the researchers using the triangulation method, namely by combining various data collection techniques and existing sources. This study indicates that environmental awareness education provided by English Corner Community volunteers is given on the sidelines of the English course, starting with guiding children about the importance of protecting the environment. Collection of plastic waste around Sidetapa Village and using the environment as an object of learning media by linking objects in the environment translated into English. Thus, children at English Corner Community have the personality to care about the cleanliness of the environment.
Definisi Sexual Harassment Berdasarkan Jenis Kelamin di Kalangan Mahasiswa Lola Utama Sitompul; Luh Putu Sendratari; Santana Sembiring; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Sosioglobal Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i2.45785

Abstract

Pelecehan seksual memiliki cakupan definisi yang luas. Tindakan pelecehan seksual sangat beragam bentuknya namun secara umum dikategorikan ke dalam bentuk verbal maupun non-verbal (fisik). Seberapa jauh suatu tindakan dianggap sebagai sexual harassment tergantung pada bagaimana seorang individu mendefinisikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods (campuran) eksplanatori sekuensial. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap yaitu mengumpulkan data kuantitatif pada tahap pertama, menganalisis hasilnya, dan kemudian menggunakan hasilnya untuk merencanakan (atau membuat) fase kedua yakni data kualitatif. Responden dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mendefinisikan pelecehan seksual oleh mahasiswa/i dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan relasi yang dimiliki. Faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual yang paling utama adalah adanya keinginan seseorang untuk melakukan tindakan pelecehan seksual yang didasari oleh hawa nafsu yang menyimpang. Bentuk pelecehan yang paling banyak dialami oleh responden dan informan adalah siulan dan dibagikan hal-hal yang berbau pornografi oleh orang lain yang lebih banyak direspon dengan diam oleh para korban. The definition of sexual harassment is broad. Sexual harassment can take many forms, but it is generally classified as verbal or nonverbal (physical). The extent to which an act is perceived as sexual harassment is determined by the individual. A sequential explanatory mix methods approach is used in this study. Data collection is conducted in two stages: collecting quantitative data in the first stage, analyzing the results, and then using the results to plan (or create) the qualitative data in the second stage. The respondents and informants in this study were Sociology Education students of Universitas Pendidikan Ganesha. The findings demonstrated that the students' definitions of sexual harassment are influenced by the level of comfort in their relationship. The desire to commit acts of sexual harassment based on deviant passions is the most important factor causing sexual harassment. The most common form of harassment experienced by respondents and informants is whistling and sharing pornographic things by others, to which more victims respond silently.