Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Literatur Molecular Docking Senyawa Flavonoid Terhadap Peran Enzim CYP3A4 Mardiyah, Mahirah; Maulud, Dessylva; Haqi, Moch Alif; Firdaus, M. Brilyan Nurul; Rahmawati, Linda Nur; Azzahra, Laila Meirin; Anjani, Mery; Sari, Linda Purnama; Dwiandati, Maharani Chyntia; Khairunisa, Lubna; Rhamadianto, Muhamad Iqbal
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.9162

Abstract

Flavonoid merupakan metabolit yang dihasilkan dari senyawa dalam tumbuhan, Flavonoid adalah turunan dari 2-fenil-benzil-γ-piron. Enzim CYP merupakan kumpulan enzim yang mengandung heme serta memiliki peran penting dalam proses metabolisme obat dan xenobiotik lainnya (biotransformasi fase I). Tujuan studi literatur ini untuk mengidentifikasi dan mengkaji enzim peran CYP3A4 dalam proses inhibisi atau induksi secara molekuler docking  melalui penggunaan senyawa flavonoid. Riset ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 3,8″-biapigenin memiliki aktivitas paling kuat dengan nilai IC50 sebesar 0,08 μM, didukung oleh jumlah donor dan akseptor ikatan hidrogen yang tinggi serta energi bebas ikatan yang rendah. Berdasarkan analisis aturan Lipinski, baicalein dan chrysin memiliki jumlah H donor dan akseptor yang rendah sehingga diprediksi memiliki permeabilitas dan penyerapan yang baik. Konformasi enzim CYP3A4 dengan senyawa flavonoid terbaik terdapat pada naringin dengan energi bebas ikatan -65,8 kkal/mol, menunjukkan kekuatan ikatan yang sangat kuat antara flavonoid dan CYP3A4. Dapat disimpulkan, senyawa 3,8”-biapigenin, chrystin, baicalein, dan naringin direkomendasikan sebagai kandidat pengembangan obat baru.
Studi Literatur Nanoemulsi Ekstrak Tanaman Sebagai Penyembuh Luka Bakar Mardiyah, Mahirah; Haqi, Moch Alif; Rahmawati, Linda Nur; Azzahra, Laila Meirin; Sari, Linda Purnama; Khairunisa, Lubna; Lestari, Dwintha
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66036

Abstract

Nanoemulsi merupakan sistem penghantaran obat yang berbasis lipid stabil secara termodinamika mempunyai ukuran nanometer.  Luka bakar merupakan kerusakan di permukaan kulit tubuh yang diakibatkan oleh paparan eksternal. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji sediaan nanoemulsi sebagai penyembuh luka bakar, dengan pembahasan yang komprehensif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini metode studi literatur, dengan berbagai sumber Pustaka dengan tujuan untuk menganalisis sediaan nanoemulsi yang berguna untuk penyembuhan luka bakar. Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan metode energi tinggi, Teknik sonikasi menghasilkan gelombang ultrasonik berintensitas tinggi dihasilkan dari probe sonikator Berbagai ekstrak tanaman telah diinkorporasi ke dalam sistem nanoemulsi untuk memanfaatkan potensi terapeutiknya seperti tanaman daun salam, daun mobe, Tamarix aphylla, Eucalyptus Essential Oil, dan kurkumin. Metode sonikasi probe menghasilkan tetesan 50-100 nm, nanoemulsi yang mengandung ekstrak tanaman tersebut terbukti adanya efek aktivitas penyembuhan luka bakar yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. nanokurkumin liposomal, pro nanokurkumin, Tamarix aphylla, Eucalyptus Essential Oil, dan krim nanoemulsi memiliki potensi pengembangan lebih lanjut untuk penyembuhan luka bakar. 
PENEGAKAN SANKSI DAN ASAS KEWARGANEGARAAN DALAM KASUS PEMBERIAN OBAT KERAS TANPA RESEP DOKTER DI APOTEK Linda Nur Rahmawati; Haqi, Moch Alif; Lubna Khairunisa; Miftah Fajar Raihan Firmansyah; Sugiartiningsih
Ganesha Civic Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v8i1.6846

Abstract

The misuse of prescription-only drugs, particularly antibiotics, has become a critical public health issue in Indonesia, driving antimicrobial resistance (AMR) which caused 147,000 deaths in 2021 and an annual economic loss of IDR 2.4 trillion. Despite regulations, illegal access remains as high as 41% in licensed pharmacies. This study examines prescription drug regulations, the role of pharmacists, and legal sanctions, while integrating professional integrity with national defense (Bela Negara) values. Using a normative analytical literature review of primary sources (Health Law No. 17/2023, PMK No. 73/2016, BPOM regulations) and secondary data, the results indicate a dominance of non-prescription amoxicillin sales driven by low pharmacist knowledge and weak field oversight, rendering current regulations ineffective. This is exacerbated by poor public education and the lack of reliable prescription verification. In conclusion, a digital transformation for real-time prescription validation is required, alongside strengthened pharmaceutical care standards (assessment, counseling, and MTM). These measures must be supported by consistent criminal sanctions and civic-based education (PKn) to bolster practitioner integrity, break the chain of AMR, and ensure rational drug use.