Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Inkubator Usaha Tenun Pagatan sebagai Upaya Pembangunan Ekonomi Berbasis Komunitas Perempuan di Kabupaten Tanah Bumbu Anjani Anjani; Muhammad Najeri Al Syahrin; Akhsanul Rahmatullah; Sri Hidayah; Charennina Marsha Diandra; Erin Erin; Fitri Annisa
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i3.3128

Abstract

The potential of rural women weavers in the Sabumi Group in Pagatan, Tanah Bumbu Regency, is highly significant, particularly in the villages of Manurung, Mundalang, and Saring. Among a total of 67 weavers, 63 are women, highlighting the dominant role of women in preserving and developing the traditional Pagatan weaving craft. This community service program aims to establish a Pagatan weaving business incubator through the formation of a youth group that functions as a center for training, production, and business development for women’s weaving communities. Additionally, the program seeks to create a digital platform for promoting and marketing Pagatan woven products through social media and online marketplaces. The implementation involved several stages, including mapping the complete network of weaving actors, conducting a SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats, and providing training on digital marketing strategies. Furthermore, activities included content creation, product digitalization, and the establishment of a shared marketplace account to expand the market reach of woven products. One of the key achievements was the formation of the Kelompok Tenun Muda Majang Kaluku, consisting of 20 young weavers from Manurung and Mundalang villages. This group is expected to play a vital role in sustaining the weaving tradition while introducing modern business and marketing practices. Overall, this initiative demonstrates that integrating traditional skills with digital marketing innovation can enhance economic empowerment for rural women, foster cultural preservation, and strengthen local creative economies in Tanah Bumbu Regency.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI EKONOMI KREATIF PADA PROGRAM INKUBATOR TENUN PAGATAN DI KABUPATEN TANAH BUMBU Anjani Anjani; Muhammad Najeri Al Syahrin; Akhsanul Rahmatullah; Sri Hidayah; Erin Erin; Charennina Marsha Diandra; Fitri Annisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2735

Abstract

Perempuan merupakan pilar pembangunan yang krusial, namun implementasinya sering terkendala terutama dalam pemanfaatan potensi ekonomi. Program Inkubator Tenun Pagatan ini bertujuan memberdayakan komunitas perempuan penenun di Kabupaten Tanah Bumbu melalui pendekatan ekonomi kreatif. Tenun Pagatan sebagai warisan budaya dan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan, permasalahan yang terjadi pada pengelolaan tenun minimnya akses pelatihan manajemen usaha, inovasi produk, dan terbatasnya jangkauan pasar. Metode pengabdian dilakukan selama 7 bulan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, melalui tahapan Identifikasi Awal, Sosialisasi, Pelatihan Peningkatan Kapasitas (Analisis SWOT, Desain Inovasi, Manajemen Usaha), dan Digitalisasi Usaha. Tujuan spesifiknya meliputi pembentukan Inkubator Usaha, peningkatan kemandirian, regenerasi perajin (membentuk Kelompok Tenun Muda Majang Kaluku), dan perluasan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas penenun Kelompok SABUMI, ditandai dengan penguasaan manajemen usaha, perolehan NIB (Nomor Induk Berusaha), dan kreasi produk turunan inovatif. Program ini berhasil mengatasi tantangan pemasaran dengan mengimplementasikan pemasaran online melalui marketplace (Shopee). Dampak signifikan yang dicapai adalah penguatan posisi perempuan sebagai aktor ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan perajin, memastikan Tenun Pagatan menjadi aset budaya sekaligus sumber ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Kreatif, Tenun Pagatan, Digitalisasi, Inkubator Usaha