Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Paving Block Dari Sampah Plastik (Anorganik) Di Desa Aikdewa Kec. Pringgasela Kab. Lombok Timur Siti Nurul Hijah; Suryahadi Suryahadi; Mohammad Hamsyuni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1484

Abstract

Meningkatnya produksi sampah sangat meresahkan pemerintah dan masyarakat sekitar yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi TPA khususnya di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Peningkatan produksi sampah tersebut jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik akan merusak lingkungan sekitar. Sampah anorganik sebagian besar berbahaya dan sulit dikomposkan. Misalnya beling, botol bekas, kaleng dan limbah-limbah yang berbahaya. Untuk sampah organik biasanya dijadikan pupuk kompos. Akibat produksi sampah yang sulit terdegradasi adalah sampah anorganik, sehingga perlu upaya untuk mereduksi menjadi produk yang bermanfaat. Salah satu alternatif daur ulang limbah anorganik (plastik) adalah menjadi salah satu bahan campuran dari paving block. Pelaksanaan pelatihan pengelolaan sampah anorganik kepada pemuda Karang Taruna Tuhu Karya Desa Aikdewa untuk merubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Dengan berusaha memberikan sumbangsih dan mengajak masyarakat setempat mengubah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis yaitu Paving Block. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar bisa membuat sendiri tanpa harus membeli dan membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam program Zero Waste. Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini adalah mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk merubah sampah anorganik menjadi Paving Block.
PELATIHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK DARI SAMPAH PLASTIK (ANORGANIK) DI DESA AIKDEWA KEC. PRINGGASELA KAB. LOMBOK TIMUR Siti Nurul Hijah; Surya Hadi; Mohammad Hamsyuni
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 6, No 3 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6166

Abstract

Meningkatnya produksi sampah sangat meresahkan pemerintah dan masyarakat sekitar yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi TPA khususnya di Desa Aikdewa Kec. Pringgasela Kab. Lombok Timur. Peningkatan produksi sampah tersebut jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik akan merusak lingkungan sekitar. Sampah anorganik sebagian besar berbahaya dan sulit dikomposkan. Misalnya beling, botol bekas, kaleng, dan limbah-limbah yang berbahaya. Untuk sampah organik biasanya dijadikan pupuk kompos. Akibat produksi sampah yang sulit terdegradasi adalah sampah anorganik, sehingga perlu upaya untuk mereduksi menjadi produk yang bermanfaat. Salah satu alternatif daur ulang limbah anorganik (plastik) adalah menjadi salah satu bahan campuran dari paving block.Pelaksanaan pelatihan pengelolaan sampah anorganik kepada masyarakat dan pemuda Karang Taruna Tuhu Karya Desa Aikdewa untuk merubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Dengan berusaha memberikan sumbangsih dan mengajak masyarakat setempat mengubah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis yaitu Paving Block. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar bisa membuat sendiri tanpa harus membeli dan membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam program Zero Waste. Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini adalah mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk merubah sampah anorganik menjadi Paving Block.
Pengaruh Campuran Limbah Anorganik (Plastik) Sebagai Pengganti Semen Terhadap Kuat Tekan Paving Block Siti Nurul Hijah; Mohammad Hamsyuni; Prita Dewi Basoeki; Isdaryanto Iskandar
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i2.3451

Abstract

The increased production of waste that is hard to degrade is inorganic waste, so it takes effort to reduce it into a useful product.  One of the alternatives, inorganic waste recycling is becoming one of the mixture ingredients of paving blocks. This research aimed to determine the best composition of mixture ingredients towards the compressive strength of paving blocks with plastic waste as a substitute for cement. Research methods with experimental testing in the laboratory using paving blocks mixed with plastic waste as a substitute for cement. Plastic waste used is cleaned first and dried, chopped into smaller pieces afterward, and heated inside a cauldron until melted and ready to be mixed with sand. The composition used is 80% plastic: 20% sand, 70% plastic: 30% sand, 60% plastic: 40% sand, and 50% plastic: 50% sand. The result of the compressive strength test of paving block composition affected by a proper mixture of plastic waste as a substitute of cement towards compressive strength of paving block is type LDPE with a variation of 50%: 50%, with average compressive strength of 8,5 MPa with category D of paving block quality that good to be used for park and another usage. For the absorption capacity test of the paving blocks that absorb most of the water is located in the ratio of 50% plastic: 50% sand with 1,30% satisfy SNI requirement 03-0691-1996 entering grade A with average water absorption of 3%.
Penerapan Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Gerabah Berbasis Web Untuk memudahkan Masyarakat Melakukan Pembelian Muhammad Wasil; Muhamad Sadali; Muhammad Hamsyuni
Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2023): Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jit.v6i2.17526

Abstract

Pottery is one of the works of applied art that are that are found in many regions in Indonesia, one of which is fottery in the hamlet of Manggis, Aikdewa village, Pringgasela district. In full also do not have a wide marketing area, because on average they stilluse a conventional system that only relies on the buyer coming home to make purchases and orders for the pottery. The results of pottery crafts are fruit piggy banks, animals, flowers pots, etc selling pottery, then a web-based pottery sales and ordering system was created so that it could be accessed by the wider community, the aim of which was to increase income from these crafts and introduce products online so that they could be accessed anywhere as long as they were connected. Crafts in the hamlet of Dasan Manggis can have an impact on increasing the economy for the community, it can also increase the interest and insight of the younger generation to better understand and understand the process of making the pottery that will be produced.
Analysis of Factors Affecting Income Red Onion Farming in Woha District, Bima Regency Ardin Irawan; M. Yasin; Muh. Hamsyuni
Fin Sinergy: Jurnal Manajemen Keuangan Vol 1 No 2 (2023): Fin Synergy: Jurnal Manajemen Keuangan
Publisher : Doktoral Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/fin.v1i2.472

Abstract

This research aims to determine the income of red onion farming and to examine the influence of factors such as land area, capital, labor, production, and prices on red onion farming income in the Woha District, Bima Regency. The study was conducted in the Woha District, Bima Regency, from August to September 2023. The sample size of respondents in this study was 34 individuals determined through Proportional Random Sampling technique. Primary data were collected through observation, interviews, and documentation. To achieve the research objectives, multiple linear regression analysis was employed using the SPSS program. The research results indicate that the average revenue of red onion farming in the Woha District, Bima Regency, per production cycle is Rp. 70,100,735, with average expenses of Rp. 39,267,367 and average income of Rp. 30,833,368. Simultaneously, factors such as land area (X1), capital (X2), labor (X3), production (X4), and prices (X5) significantly influence the income (Y) of red onion farming in the Woha District, Bima Regency, with a coefficient of determination (R2) of 99.9%. Partially, factors such as land area (X1), capital (X2), production (X4), and prices (X5) significantly affect the income (Y) of red onion farming in the Woha District, Bima Regency, while labor (X3) does not have a significant impact.
Efisiensi Dan Saluran Pemasaran Ternak Kambing Di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Fadia, Fadia; Muhsin, Muhsin; Hamsyuni, M
Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran Vol 1 No 3 (2024): Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Saluran Pemasaran Ternak Kambing yang ada di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, (2) Besarnya Margin Pemasaran Ternak Kambing di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, ( 3) Efisiensi Saluran Pemasaran Ternak Kambing di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara Purposive Sampling Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara secara langsung dengan responden menggunakan kuisioner yang telah disiapkan dan dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ini adalah Peternak yang mengusahakan ternak kambing di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran ternak kambing yang ada di Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat terdiri dari 2 Saluran Pemasaran yaitu: (1) Peternak-Konsumen dan (2) Peternak-Pengepul-Konsumen. Margin tertinggi yaitu pada saluran ke II yakni sebesar Rp.300.000/Ekor. Kemudian saluran I tidak memiliki Margin karena tidak melibatkan pedagang perantara sehingga harga ditingkat konsumen sama dengan harga ditingkat peternak. Tingkat Efisiensi Pemasaran yang terkecil adalah Saluran Pemasaran I yakni sebesar 0%, dibandingkan dengan Saluran Pemasaran II dengan presentase 4,42%.
PELATIHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK DARI SAMPAH PLASTIK (ANORGANIK) DI DESA AIKDEWA KEC. PRINGGASELA KAB. LOMBOK TIMUR Hijah, Siti Nurul; Hadi, Surya; Hamsyuni, Mohammad
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 3 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6166

Abstract

Meningkatnya produksi sampah sangat meresahkan pemerintah dan masyarakat sekitar yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi TPA khususnya di Desa Aikdewa Kec. Pringgasela Kab. Lombok Timur. Peningkatan produksi sampah tersebut jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik akan merusak lingkungan sekitar. Sampah anorganik sebagian besar berbahaya dan sulit dikomposkan. Misalnya beling, botol bekas, kaleng, dan limbah-limbah yang berbahaya. Untuk sampah organik biasanya dijadikan pupuk kompos. Akibat produksi sampah yang sulit terdegradasi adalah sampah anorganik, sehingga perlu upaya untuk mereduksi menjadi produk yang bermanfaat. Salah satu alternatif daur ulang limbah anorganik (plastik) adalah menjadi salah satu bahan campuran dari paving block.Pelaksanaan pelatihan pengelolaan sampah anorganik kepada masyarakat dan pemuda Karang Taruna Tuhu Karya Desa Aikdewa untuk merubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Dengan berusaha memberikan sumbangsih dan mengajak masyarakat setempat mengubah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis yaitu Paving Block. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar bisa membuat sendiri tanpa harus membeli dan membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam program Zero Waste. Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini adalah mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk merubah sampah anorganik menjadi Paving Block.
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA) Muhammad Hamsyuni; Baiq Santi Rengganis
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Dalam rantai pasok terdapat tiga aliran yang harus dikelola yaitu aliran produk, aliran uang dan informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi padi pasca panen pada penggilingan padi serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran dalam rantai pasok padi pasca panen. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik sedangkan metode pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pertama yang terlibat dalam rantai pasok beras yaitu petani, penggilingan padi, tengkulak, pedagang pengecer, dan konsumen. Kedua pola saluran rantai pasok memiliki tiga pola saluran, yaitu : aliran produk dimulai dari petani menjual gabah ke penggilingan padi dan tengkulak, kemudian gabah tersebut diolah menjadi beras dan di jual kepada pedagang pengecer dan konsumen. Aliran keuangan dua pola saluran sama-sama menguntungkan. Aliran informasi yang terjadi mengalir dua arah petani dengan penggilingan padi, petani dengan tengkulak, penggilingan padi dengan tengkulak, penggilingan padi dengan pedagang pengecer, dan pedagang pengecer dengan konsumen. Margin tataniaga untuk masing-masing saluran ternyata berbeda. Pada saluran satu besar margin totalnya yaitu Rp3.300 per kg pada saluran dua margin totalnya sebesar Rp1.100 per kg dan saluran terakhir margin totalnya sebesar Rp2.000 per kg. Petani padi mendapat nilai tambah 15%, penggilingan padi medapat nilai tambah 49%, Tengkulak mendapat nilai tambah 16% dan pedagang pengecer mendapat nilai tambah sebesar 20%
Analisis Kelayakan Usahatani Tembakau Rajangan Varietas Virginia Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Ubudiyah, Lailatul; Herdiana, Herdiana; Hamsyuni, Muhammad
JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik
Publisher : Program Studi Manajemen, STIE Hidayatullah, Depok, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jimp.v3i2.588

Abstract

Tembakau merupakan hasil dari tanaman perkebunan semusim yang termasuk dalam genus Nicotiana. Tembakau berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai bahan baku rokok, cerutu, tembakau kunyah, dan tembakau hirup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani tembakau rajangan varietas Virginia di Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya komoditas tembakau dalam perekonomian lokal, serta tantangan yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga, perubahan cuaca dan iklim dan biaya produksi yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 30 petani. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif (analisis kelayakan usahatani) untuk menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap sebesar Rp 7.745.604 dan biaya variabel sebesar Rp 14.685.313 , sehingga total biaya produksi mencapai Rp 22. 430.917. Penerimaan rata-rata dari usahatani ini adalah Rp 60.397.800, yang menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp 37.966.883. Analisis kelayakan menggunakan R/C Ratio menunjukkan nilai 2,7, yang berarti setiap pengeluaran Rp 1 menghasilkan penerimaan Rp 2,7. Dengan demikian, usahatani tembakau rajangan varietas Virginia dinyatakan layak untuk dikembangkan. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, termasuk masalah modal (27% responden) dan cuaca yang tidak menentu (73% responden), yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha tembakau. Keberlanjutan penelitian ini sangat diharapkan. Pemerintah disarankan membentuk koperasi pertanian dengan permodalan bunga rendah dan menyediakan pelatihan manajemen keuangan untuk petani. Petani tembakau varietas Virginia diharapkan menerapkan teknologi irigasi efisien dan mendapatkan informasi cuaca akurat. Penelitian lanjutan tentang strategi pengembangan usahatani tembakau juga diperlukan.
Prospek Pendapatan Usaha Tani Blewah (Cucumis Melo L. ) Varietas Bisma Di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Ali, Muhammad; Novida, Sari; Hamsyuni, Muhammad
Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 2 No 4 (2025): Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pendapatan usahatani blewah varietas Bisma di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik quota sampling sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani blewah sebesar Rp 4.844.287 per musim tanam dengan total penerimaan Rp 9.600.000 dan total biaya Rp 4.755.713. Nilai R/C Ratio sebesar 2,02 mengindikasikan bahwa usahatani blewah menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Kendala utama yang dihadapi petani antara lain keterbatasan modal (53,33%), kendala pemasaran (30%) dan kendala budidaya (16,67%).