S., Rismawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP ISLAM TERPADU BINA INSAN PALU S., Rismawati; Lasawali, Adhriansyah A.; Firmansyah, Eka; Anirah, Andi
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.10090

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis secara mendalam problematika penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Islam Terpadu Bina Insan, sebuah sekolah swasta di Kota Palu yang menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan sarana pendukung. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran inti, dan staf kurikulum yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan relevansi pengalaman. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode tematik yang divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengungkap tiga hambatan utama: (1) rendahnya pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, dan pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila; (2) lemahnya dukungan kelembagaan, termasuk ketiadaan tim kurikulum internal dan minimnya pemanfaatan teknologi pembelajaran; serta (3) terbatasnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang relevan dengan konteks sekolah. Meskipun terdapat inisiatif guru untuk beradaptasi melalui pembelajaran mandiri dan kolaborasi internal, upaya tersebut masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi dalam sistem sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan kapasitas guru, penguatan struktur kelembagaan, dan pengembangan model pelatihan berbasis komunitas agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan kontekstual, efektif, dan berkelanjutan.
Islamic Classical Texts Learning to Foster Students’ Moderate Attitudes Lasawali, Adhriansyah A.; Masdul, Muhammad Rizal; Suryadinata, A. Moh. Ickamal; S., Rismawati; Husain, Muhammad Zakir
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 4 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i4.290

Abstract

This study aims to analyse the internalisation of religious moderation at Al-Istiqamah Modern Islamic Boarding School through Islamic classical texts (kitab kuning) instruction amid religious polarisation and contemporary educational demands. The research addresses a gap in previous studies by presenting the integration of traditional and modern methods, a tiered curriculum, and social interaction within the pesantren as contributing factors in shaping moderate attitudes, including freedom in choosing a mazhab, tolerance, and openness. This research employs a qualitative approach with a case study method. This study collected data through observation, in-depth interviews, and documentation, and analysed them through data reduction, data presentation, and verification stages. The findings reveal that kitab kuning learning in this institution is conducted formally in the classroom by modifying traditional methods into modern approaches based on the Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah curriculum. The materials include classical kitab and miniature kitab kuning covering fiqh, usul fiqh, hadith, tafsir, Arabic language, and other Islamic sciences. This process significantly contributes to fostering students' moderate attitudes, as reflected in their freedom to choose a school of thought, tolerance toward differing opinions, decisiveness in religious choices, and openness to interacting with various Islamic organisations. The study offers originality by demonstrating that moderation is shaped not only through curricular content but also through social interaction, teacher role modelling, and students’ autonomy in choosing a school of thought. It also opens pathways for future research, including comparative studies among Islamic boarding schools or investigations into the sustainability of moderation values among alums.