Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KKN Tematik Terintegrasi “Pemberdayaan Masyarakat Kotesan melalui Optimalisasi Pendidikan, Edukasi Sosial Lingkungan, dan Pengembangan Inovasi Ekonomi Kreatif” Putranto, Anggoro Bimo; Aliyah Ardhian Az Zahra; Satria Lafadz Wicaksana; Ancelin Aloysia Prasetyo; Suci Auliyya Alfir; Laksmi Aliyya Wismayadewi; Kalya Salsabila; Shofia Luthfi Dzulfahmi; Nadhifah Bayu Sukma; Aulia Anisa Az-Zahra; Ari Diana Susanti
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 5 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i5.6616

Abstract

Livestock farming is an important sector in Indonesia, both economically and socially, in every community. The livestock sector supports and supplements the livelihoods of people who spend their days working in the fields. Small and large-scale livestock farming must be accompanied by an understanding of proper animal care and maintenance. Looking at the data and conditions in the field, especially in Kotesan Village, Prambanan District, many people still work in the agricultural sector and most of them have livestock such as goats and cows. Several incidents and deaths of goats and cows are also often found due to a lack of education about livestock care. There is a need for supplements and the fulfillment of livestock needs that are considered easy and basic. For this reason, the UNS 106 KKN team in Kotesan Village initiated the use of alternative feed as a supplement to the main feed in the form of silage and mineral blocks. Silage is used as a supplement and mineral blocks are used as additional nutrients to supplement the minerals needed by goats and cows. Until the training on making feed was held to educate farmers in Kotesan Village to prevent deaths due to paralysis and lack of livestock nutrition. With participants from the Joint Farmer Group in Kotesan Village, the UNS 106 Community Service Program team conducted training on making alternative livestock feed, namely silage and mineral blocks.
TRANSFORMASI KETERLIBATAN REMAJA DALAM MELESTARIKAN SENI GAMELAN MELALUI PRA PADA KOMUNITAS DESA WARU, KARANGANYAR Ayyas Yahya; Arini, Arini; Aulia Anisa Az-Zahra; Aulia Dwi Ananda Putri; Charunia Putri Banowati; Erina Dewi Fatmasari
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7642

Abstract

Globalisasi dan modernisasi menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional, termasuk gamelan, sehingga menimbulkan tantangan dalam pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran generasi muda dalam pelestarian gamelan di Desa Waru, Kabupaten Karanganyar, sekaligus merancang strategi pemberdayaan yang relevan dengan karakter mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif partisipatoris dengan kerangka Participatory Rural Appraisal (PRA), di mana remaja berperan sebagai aktor utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi reflektif, dan dokumentasi visual, serta metode co-design untuk menentukan jadwal latihan, pembagian instrumen, komposisi gamelan, dan konten digital. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: peningkatan partisipasi dan antusiasme remaja, munculnya kedekatan emosional dan makna baru terhadap gamelan, terbentuknya Komunitas Karawitan Remaja secara mandiri, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pelestarian. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya efektif apabila generasi muda dilibatkan sebagai subjek aktif, diberi ruang eksplorasi kreatif, dan didukung secara partisipatoris.