Globalisasi dan modernisasi menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional, termasuk gamelan, sehingga menimbulkan tantangan dalam pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran generasi muda dalam pelestarian gamelan di Desa Waru, Kabupaten Karanganyar, sekaligus merancang strategi pemberdayaan yang relevan dengan karakter mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif partisipatoris dengan kerangka Participatory Rural Appraisal (PRA), di mana remaja berperan sebagai aktor utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi reflektif, dan dokumentasi visual, serta metode co-design untuk menentukan jadwal latihan, pembagian instrumen, komposisi gamelan, dan konten digital. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: peningkatan partisipasi dan antusiasme remaja, munculnya kedekatan emosional dan makna baru terhadap gamelan, terbentuknya Komunitas Karawitan Remaja secara mandiri, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pelestarian. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya efektif apabila generasi muda dilibatkan sebagai subjek aktif, diberi ruang eksplorasi kreatif, dan didukung secara partisipatoris.
Copyrights © 2026