Zuairiyah, Zuairiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Adaptif: Integrasi Tauhid, Teknologi dan Sains untuk Mewujudkan Generasi Qur’ani Modern Zuairiyah, Zuairiyah; Tsaniyah, Rikha Iffatus; Hidayah, Nafisah; Saputri, Isna Ayu; Sahara, Milanda Laila; Achmad, Syaefudin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 4 (2025): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i4.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan kerangka konseptual dan model kurikulum yang mampu mengintegrasikan aspek spiritualitas, saintifik, dan teknologi secara utuh untuk merekonstruksi kurikulum Pendidikan Islam yang adaptif melalui integrasi nilai tauhid, teknologi, dan sains guna menjawab tantangan zaman dan membentuk generasi Qur’ani modern. Latar belakang penelitian ini adalah masih kuatnya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta lemahnya keterkaitan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review deskriptif-analitis terhadap berbagai jurnal ilmiah dan buku akademik yang terkait dengan rekonstruksi kurikulum pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tauhid sebagai fondasi epistemologis, sains sebagai metodologi, dan teknologi sebagai instrumen pembelajaran, mampu mengatasi fragmentasi keilmuan dan memperkuat dimensi spiritual peserta didik. Kurikulum adaptif yang dihasilkan bersifat kontekstual, partisipatoris, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan ini juga mendorong transformasi peran guru sebagai muaddib dan agen perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam wacana epistemologi pendidikan Islam dan rekomendasi praktis bagi pengembangan kebijakan kurikulum integratif yang transformatif, serta membuka ruang bagi studi lanjutan terkait implementasi dan evaluasi kurikulum ini di berbagai lembaga pendidikan Islam.
The Concept of Bughat in Islamic Political Fiqh: A Comparison of Madhhab Shafi'i and Hanafi Zuairiyah, Zuairiyah; Husna, Fathiyah; Azzahra, Kamila Nayli; Ulyani, Attikah; Siyono, Siyono
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 5 No. 1 (2026): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v5i1.435

Abstract

This study examines the differing perspectives of the Mazhab Shafi’i and Hanafi regarding the concept of bughat (rebellion) within Islamic political jurisprudence. The core issue lies in the variation of criteria, legal treatment, and evidential bases used by the two schools. Using a library research method, analyzing classical sources, relevant hadiths such as those indicating early signs of rebellion (at-thalab), and major fiqh works, the study finds that the Mazhab Shafi’i  requires the presence of military strength, leadership, and legitimate ta’wil to classify a group as bughat, and distinguishes between Muslim and non-Muslim rebels, prioritizing peaceful resolution. In contrast, the Mazhab Hanafi emphasizes governmental stability and allows pre-emptive defensive measures once signs of rebellion appear, without differentiating religious status. These differences stem from each Mazhab’s method of legal derivation. The findings highlight the significant implications of these methodological variations for the application of Islamic public law in contemporary political contexts.