Desa Wisata Gunungsari merupakan salah satu desa dengan potensi budaya yang kaya, mencakup kuliner tradisional, artefak sejarah, hingga aktivitas seni dan tradisi lokal. Namun berbagai potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal karena masih rendahnya paparan budaya, kurang efektifnya strategi promosi, serta terbatasnya inovasi produk wisata yang mampu merepresentasikan identitas desa secara menyeluruh. Tantangan ini menegaskan perlunya pendekatan pengembangan yang tidak hanya bersifat top-down, namun juga melibatkan masyarakat sebagai actor utama. Program pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi masalah, pemetaan aset, hingga perencanaan strategi desa wisata berbasis budaya. Pendekatan ini dipilih guna mengintegrasikan aspirasi dan nilai lokal sebagai fondasi keberlanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, program literasi gastronomi ini memperkuat identitas budaya dan inovasi lokal untuk mewujudkan Desa Wisata Gunungsari sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang partisipatif.