Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI KONDISI RESERVOIR BERDASARKAN MONITORING GEOKIMIA FLUIDA PADA SUMUR PRODUKSI AGS-2 DAN AGS-8 LAPANGAN PANAS BUMI PATUHA, JAWA BARAT Ari Gunawan Sentosa; Agus Didit Haryanto; Dewi Gentana; Hendy Sujarmaitanto
JURNAL GEOMINERBA (JURNAL GEOLOGI, MINERAL DAN BATUBARA) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Geominerba 2022
Publisher : PPSDM Geominerba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58522/ppsdm22.v7i2.102

Abstract

Patuha Geothermal Field is a vapor-dominated fluid system that mostly produces dry steam which associated with Quaternary Patuha Volcano. This field is located in Bandung Regency, West Java and has been exploited since 2014. This exploitation can cause changes in fluid characteristics of reservoir therefore the monitoring activity is carried out to identify these changes. This study uses fluid chemistry and tracer flow test data from two production wells, AGS-2 and AGS-8. The method used is a geochemical analysis of geothermal fluids. The results showed that the fluid from these wells are still influenced by magmatic volatiles which AGS-8 shows higher intensity than AGS-2. The concentration of non-condensable gases (NCG) has decreased since the start of exploitation, indicates that the boiling process is still ongoing in reservoir. AGS-2 well has meteoric water influx which causes the low value of dryness and enthalpy ​​also high potential of silica scaling compared to AGS-8.
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAN MORFOTEKTONIK DAERAH PATUHA: MORFOMETRY AND MORPHOTECTONIC CHARACTERISTICS OF THE PATUHA AREA Sandy Rahmanto; Nana Sulaksana; Dewi Gentana
Journal of Geoscience Engineering & Energy (JOGEE) VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i1.15196

Abstract

Peristiwa subduksi Jawa dicirikan dengan adanya kegempaan di Pulau Jawa yang menunjukkan tektonik aktif. Analisis geomorfologi kuantitatif di daerah Patuha bagian Selatan sebagai daerah penelitian untuk mengetahui proses geologi melalui aspek morfometri; rasio percabangan sungai (Rb) dan kerapatan pengaliran (Dd), dan morfotektonik ; sinusitas muka gunung (Smf). Analisis geomorfologi kuantitatif dilakukan menggunakan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia dan Digital Elevation Model (DEM). Hasil analisis geomorfologi kuantitafif menunjukkan di daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitas tektonik kelas sedang diperlihatkan oleh rentang nilai Smf ; 1,70 - 3,06 yang mengakibatkan deformasi, diindikasikan oleh rentang nilai Rb;2,62 - 2,63 dan 5,50 - 7,00, membentuk tekstur bentang alam sedang, dengan rentang nilai Dd; 2,92 - 4,10 km/km2.
Karakteristik Morfotektonik Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Zakia Lukman; Nana Sulaksana; Dewi Gentana; Murni Sulastri
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i2.593

Abstract

Subduksi antara Lempeng Samudra Indo-Australia dan Lempeng Benua Eurasia membentuk Indonesia berada di wilayah cincin api yang memiliki potensi panas bumi yang besar. Gunung Seulawah Agam dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dipilih sebagai daerah studi dikarenakan memiliki manifestasi panas bumi di permukaan, mengindikasikan daerah tersebut memiliki potensi panas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengindraan jauh dan perhitungan variabel morfotektonik dengan menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Tujuan penelitian untuk mengetahui pola utama kelurusan geologi dan tingkat aktivitas tektonik yang menggambarkan karakteristik morfotektonik dan hubungannya terhadap kemunculan manifestasi panas bumi di daerah studi. Karakteristik morfotektonik di daerah ini menunjukkan daerah yang mengalami tingkat pengangkatan rendah hingga tinggi (nilai Vf ; 0,47 – 1,24), terdeformasi dan tidak terdeformasi (nilai Rb ; 2,98 – 6,27), memiliki tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif (nilai Smf ; 1,07 – 2,07) dan kerapatan kelurusan rendah hingga tinggi (Ld ; 0 – 1,51 km-1). Kemunculan manifestasi panas bumi permukaan terdapat pada tepi dan perpotongan kelurusan-kelurusan struktur geologi (patahan) yang memiliki pola utama berarah baratlaut - tenggara. Daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki kerapatan kelurusan sedang hingga tinggi dan tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif. Katakunci: Morfotektonik, manifestasi panas bumi permukaan, pola kelurusan geologi
ALTERASI HIDROTERMAL GUNUNG RENDINGAN BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DAN X-RAY DIFFRACTION (XRD) Gentana, Dewi; Sulaksana, Nana; Sukiyah, Emi; Yuningsih, Euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i3.231

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah panas bumi Gunung Rendingan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Daerah penelitian dipengaruhi oleh Sesar Semangko, mempunyai pola sesar berarah Barat Laut -Tenggara dan Timur Laut – Barat Daya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui himpunan mineral alterasi berdasarkan analisis petrografi dan X-Ray Diffraction (XRD). Analisis petrografi digunakan untuk mengetahui mineral alterasi sebagai indikator temperatur dan fluida hidrothermal di daerah penelitian. Analisis XRD dilakukan untuk mengindentifikasi jenis mineral lempung. Berdasarkan analisis petrografi dan XRD pada batuan permukaan di daerah penelitian menghadirkan mineral kelompok lempung yang terdiri dari smektit, ilit, serisit dan kaolinit. Hasil analisis petrografi dan XRD terhadap serbuk bor (cutting) dari sumur  XD-1, XD-2 dan XD-3 memperlihatkan  himpunan mineral alterasi hidrotermal smektit-kaolinit-serisit dan ilit-epidot pada sumur XD-1, himpunan mineral serisit-smektit, smektit-ilit dan  ilit-epidot pada sumur XD-2, himpunan mineral smektit-kaolinit dan ilit-smektit-epidot pada sumur XD-3. Berdasarkan himpunan mineral alterasi tersebut dapat diperkirakan temperatur bawah permukaan di daerah penelitian berkisar 150°-300°C pada kedalaman 700 – 1900 mKu sebagai zona reservoir. Kehadiran mineral kalk-silikat yaitu epidot bersama wairaikit dan prehnit sebagai indikator zona reservoir memiliki temperatur yang baik. Batuan di daerah penelitian memiliki permeabilitas yang baik dengan kehadiran mineral adularia.