Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kondisi Atmosfer Saat Kejadian Hujan Es di Sidoarjo 4 November 2024: Analysis of Atmospheric Conditions During the Hailstorm Event in Sidoarjo on 4 November 2024 An-Nizami, Muhammad Subhan; Alghazali, Muhammad Fathurrachman; Haryanto, Yosafat Donni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8107

Abstract

Penelitian ini menganalisis kejadian hujan es di Kabupaten Sidoarjo pada 4 November 2024 dengan pendekatan komprehensif, meliputi anomali suhu muka laut (SST), profil vertikal udara, parameter ketidakstabilan atmosfer, dan fase pertumbuhan awan. Data yang digunakan mencakup pengamatan lokal, data sounding atmosfer, dan data suhu muka laut dari NOAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali suhu muka laut positif mendukung peningkatan energi laten di atmosfer, yang memicu pertumbuhan awan cumulonimbus. Profil vertikal menunjukkan divergensi di lapisan atas yang mendukung ventilasi awan, serta kelembapan tinggi di lapisan bawah hingga tengah. Ketidakstabilan atmosfer tertinggi terjadi pada fase matang, dengan nilai Lifted Index -3,0 dan CAPE 911 J/kg, menandakan atmosfer sangat mendukung aktivitas konvektif intensif. Studi fase pertumbuhan awan mengonfirmasi intensitas maksimum awan cumulonimbus terjadi pada pukul 07.50 UTC.
Analisis Spasial dan Temporal Pengaruh Faktor Oseanografi terhadap Sebaran Klorofil-a di Perairan Manado Periode 2017–2019 An-Nizami, Muhammad Subhan; Reksadiwirya, Putu; Pangalo, Gracia Nadya Angelina; Nugraheni, Imma Redha
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol4iss2pp61-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor oseanografi terhadap sebaran klorofil-a di Perairan Manado selama periode 2017–2019. Data yang digunakan meliputi klorofil-a, suhu permukaan laut (SPL), salinitas, dan arus laut yang diolah secara spasial dan temporal dengan pembagian empat musim klimatologis (DJF, MAM, JJA, SON). Analisis hubungan antarparameter dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a tertinggi terjadi pada musim DJF dengan nilai mencapai 0,5–0,6 mg/m³ di wilayah pesisir, sedangkan nilai terendah terjadi pada musim JJA. Nilai koefisien determinasi tertinggi (R² adj. = 0,59) diperoleh pada musim DJF dengan faktor dominan suhu permukaan laut, diikuti oleh arus laut pada MAM dan salinitas pada JJA. Pada musim SON, nilai R² adj. hanya sebesar 0,17%, menunjukkan pengaruh oseanografi yang lemah terhadap variasi klorofil-a. Secara keseluruhan, suhu permukaan laut merupakan faktor paling berpengaruh terhadap produktivitas primer perairan. Hasil ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pemantauan ekosistem laut dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
Analisis Regresi Fase Kuat El-Niño dan La-Niña Terhadap Curah Hujan di Ekuatorial Pulau Kalimantan An-Nizami, Muhammad Subhan; Jaya Taruna, I Wayan Jyesta; Rahmadani, Nur Fitri; Disera, Tiara Emanuella; Giarno, Giarno
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1233

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak fase kuat El-Niño dan La-Niña terhadap curah hujan bulanan di wilayah ekuatorial Pulau Kalimantan, Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan data deret waktu selama 30 tahun (1991–2020) dari delapan stasiun meteorologi serta indeks Niño 3.4. Metode yang digunakan meliputi regresi linier berganda dan perhitungan anomali curah hujan untuk mengevaluasi pengaruh ENSO. Hasil menunjukkan bahwa fase kuat El-Niño secara konsisten menurunkan curah hujan di seluruh lokasi, dengan penurunan terbesar terjadi di SM Nangapinoh (-1035,28) dan SM Pangsuma (-909,19). Sebaliknya, fase kuat La-Niña menunjukkan dampak yang bervariasi secara spasial: SM Maritim Pontianak dan SM Tebelian mengalami peningkatan signifikan (1141,26 dan 308,55), sedangkan SM Nangapinoh dan SK Kalbar mencatat penurunan curah hujan. Variasi ini mengindikasikan sensitivitas lokal yang berbeda terhadap kejadian ENSO. Temuan ini menunjukkan bahwa respons iklim di Kalimantan tidak seragam dan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor geografis dan dinamika atmosfer lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman variabilitas hidroklimat lokal dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini serta strategi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif.