Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UJI AKURASI PRODUK ESTIMASI CURAH HUJAN SATELIT GPM IMERG DI SURABAYA, INDONESIA Azka, Mukhamad Adib; Sugianto, Prabu Aditya; Silitonga, Andreas Kurniawan; Nugraheni, Imma Redha
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.914 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v19i2.3153

Abstract

Curah hujan merupakan parameter meteorologi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Saat ini, pengamatan secara in situ sangat kurang representatif untuk digunakan sebagai analisis karena jangkauannya yang sangat sempit sehingga memerlukan instrumen pendukung seperti satelit agar dapat memberikan gambaran yang lebih baik terkait distribusi hujan. Namun, data satelit juga belum tentu sepenuhnya benar karena resolusi dan kondisi dari setiap wilayah berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai akurasi, bias, korelasi, root mean square error (RMSE), dan mean absolute error (MAE) data estimasi curah hujan GPM IMERG dengan data curah hujan pengamatan langsung. Penelitian ini dilakukkan di Surabaya dengan menggunakan data estimasi curah hujan GPM IMERG dan data curah hujan pengamatan langsung dari Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya selama tahun 2017 mewakili musim hujan, musim kemarau, dan periode transisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data curah hujan produk GPM IMERG memiliki korelasi yang sangat baik untuk memperkirakan akumulasi curah hujan bulanan. Sedangkan, untuk akumulasi harian, memiliki korelasi yang sangat rendah. Sementara itu untuk akumulasi sepuluh harian, data curah hujan produk satelit GPM IMERG memiliki korelasi yang baik terutama di periode musim hujan dan musim kemarau, akan tetapi memiliki korelasi yang rendah selama periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Pada umumnya, produk ini sangat bagus dalam menentukan ada atau tidaknya hujan, tetapi performanya sangat rendah dalam menentukan besarnya intensitas curah hujan.
PREDIKSI INTENSITAS CURAH HUJAN MENGGUNAKAN PRODUK NOWCASTING RTR DIBANDINGKAN DENGAN PRODUK ESTIMASI CURAH HUJAN SRI PADA KEJADIAN BANJIR DI PALEMBANG TANGGAL 12 – 13 NOVEMBER 2018 Hidayat, Anistia M; Aofany, Diar; Arfianti, Dinda R; Nugraheni, Imma Redha; Ali, Abdullah
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.28 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v6i1.109

Abstract

Palembang merupakan salah satu wilayah rawan terdampak banjir di Indonesia. Sebanyak 24 kasus banjir terjadi selama kurun waktu 2017?2018 dan memiliki kecenderungan untuk terus meningkat sepanjang tahun terhitung sejak 1972. Merujuk pada latar belakang tersebut, penelitian ini memanfaatkan produk Rain Tracking (RTR) untuk estimasi intensitas dan distribusi spasial curah hujan secara nowcasting. Laporan sinoptik Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menunjukkan bahwa hujan yang sangat lebat terjadi dalam rentang waktu 14.00 ? 18.00 UTC tanggal 12 November 2018. Analisis produk CAPPI dan SSA menunjukkan adanya pola sebaran awan konvektif dengan nilai reflectivity maksimum pada inti badai mencapai 58 dBZ menyebar di atas lokasi penelitian pada pukul 16.10 UTC dan dikategorikan sebagai fase matang awan badai. Berdasarkan analisis MLVCUT (dBZ), nilai reflectivity maksimum pada fase matang awan badai adalah 48 dBZ dengan tinggi puncak awan mencapai 6,15 km. Pada waktu yang sama, analisis VVP menunjukkan adanya pola updraft kuat mencapai 9,25 m/s dan downdraft yang kuat mencapai ?8,27 m/s. Hasil prediksi dengan produk Rain Tracking (RTR) menunjukkan nilai intensitas curah hujan yang cenderung lebih mendekati hasil pengukuran curah hujan sebenarnya menggunakan ARG, dengan selisih nilai absolut berkisar antara 1,24 ? 14,76 mm/jam. Sementara selisih nilai absolut intensitas curah hujan antara produk SRI dan ARG dalam periode waktu yang sama menunjukkan penyimpangan yang lebih besar, yaitu 0,92 ? 24,53 mm/jam.
UJI AKURASI PRODUK ESTIMASI CURAH HUJAN SATELIT GPM IMERG DI SURABAYA, INDONESIA Azka, Mukhamad Adib; Sugianto, Prabu Aditya; Silitonga, Andreas Kurniawan; Nugraheni, Imma Redha
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 19, No 2 (2018): December 2018
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.914 KB) | DOI: 10.29122/jstmc.v19i2.3153

Abstract

Curah hujan merupakan parameter meteorologi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Saat ini, pengamatan secara in situ sangat kurang representatif untuk digunakan sebagai analisis karena jangkauannya yang sangat sempit sehingga memerlukan instrumen pendukung seperti satelit agar dapat memberikan gambaran yang lebih baik terkait distribusi hujan. Namun, data satelit juga belum tentu sepenuhnya benar karena resolusi dan kondisi dari setiap wilayah berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai akurasi, bias, korelasi, root mean square error (RMSE), dan mean absolute error (MAE) data estimasi curah hujan GPM IMERG dengan data curah hujan pengamatan langsung. Penelitian ini dilakukkan di Surabaya dengan menggunakan data estimasi curah hujan GPM IMERG dan data curah hujan pengamatan langsung dari Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya selama tahun 2017 mewakili musim hujan, musim kemarau, dan periode transisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data curah hujan produk GPM IMERG memiliki korelasi yang sangat baik untuk memperkirakan akumulasi curah hujan bulanan. Sedangkan, untuk akumulasi harian, memiliki korelasi yang sangat rendah. Sementara itu untuk akumulasi sepuluh harian, data curah hujan produk satelit GPM IMERG memiliki korelasi yang baik terutama di periode musim hujan dan musim kemarau, akan tetapi memiliki korelasi yang rendah selama periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Pada umumnya, produk ini sangat bagus dalam menentukan ada atau tidaknya hujan, tetapi performanya sangat rendah dalam menentukan besarnya intensitas curah hujan.
IDENTIFIKASI ARAH SEBARAN DAN KETINGGIAN ERUPSI GUNUNG BERAPI MENGGUNAKAN CITRA RADAR CUACA Rahma, Nayla Alvina; Verdyansyah, Aprizal; Faza, Muhammad Zakky; Nugraheni, Imma Redha; Deranadyan, Gumilang
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.981

Abstract

Erupsi vulkanik pada waktu yang lama dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan aktivitas penerbangan. Radar cuaca dapat dimanfaatkan untuk monitoring dan identifikasi sebaran debu vulkanik secara real time. Penelitian ini memanfaatkan radar Gematronik dengan produk yang digunakan antara lain: CMAX, VCUT, dan CAPPI sehingga dapat menganalisis debu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi. Dalam kasus kejadian erupsi Gunung Agung tanggal 28 Juni 2018 didapatkan nilai reflektivitas maksimum mencapai 30-35 dBZ, sedangkan pada produk VCUT didapatkan ketinggian kolom debu vulkanik mencapai 7.5 km. Jenis material erupsi dapat diketahui dengan produk VCUT. Produk CAPPI V yang telah ditentukan batasnya yaitu 3 km, 5 km, dan 7 km menggambarkan arah gerakan debu vulkanik berdasarkan lapisannya. Arah sebaran debu vulkanik dominan ke barat dan barat daya. Dilihat secara horizontal maupun vertikal, debu vulkanik mempunyai karakteristik yang khas yaitu nilai echo reflektivitas menurun seiring menjauhi pusat erupsi.
UJI AKURASI PRODUK ESTIMASI CURAH HUJAN SATELIT GPM IMERG DI SURABAYA, INDONESIA Mukhamad Adib Azka; Prabu Aditya Sugianto; Andreas Kurniawan Silitonga; Imma Redha Nugraheni
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 19 No. 2 (2018): December 2018
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v19i2.3153

Abstract

Curah hujan merupakan parameter meteorologi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Saat ini, pengamatan secara in situ sangat kurang representatif untuk digunakan sebagai analisis karena jangkauannya yang sangat sempit sehingga memerlukan instrumen pendukung seperti satelit agar dapat memberikan gambaran yang lebih baik terkait distribusi hujan. Namun, data satelit juga belum tentu sepenuhnya benar karena resolusi dan kondisi dari setiap wilayah berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai akurasi, bias, korelasi, root mean square error (RMSE), dan mean absolute error (MAE) data estimasi curah hujan GPM IMERG dengan data curah hujan pengamatan langsung. Penelitian ini dilakukkan di Surabaya dengan menggunakan data estimasi curah hujan GPM IMERG dan data curah hujan pengamatan langsung dari Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya selama tahun 2017 mewakili musim hujan, musim kemarau, dan periode transisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data curah hujan produk GPM IMERG memiliki korelasi yang sangat baik untuk memperkirakan akumulasi curah hujan bulanan. Sedangkan, untuk akumulasi harian, memiliki korelasi yang sangat rendah. Sementara itu untuk akumulasi sepuluh harian, data curah hujan produk satelit GPM IMERG memiliki korelasi yang baik terutama di periode musim hujan dan musim kemarau, akan tetapi memiliki korelasi yang rendah selama periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Pada umumnya, produk ini sangat bagus dalam menentukan ada atau tidaknya hujan, tetapi performanya sangat rendah dalam menentukan besarnya intensitas curah hujan.
IDENTIFIKASI ARAH SEBARAN DAN KETINGGIAN ERUPSI GUNUNG BERAPI MENGGUNAKAN CITRA RADAR CUACA Studi Kasus Erupsi Gunung Agung, 28 Juni 2018 Studi Kasus Erupsi Gunung Agung, 28 Juni 2018: (Identification of Volcanic Ash Propagation and Height Using Weather Radar Imagery, Case study: Mt. Agung Eruption, June 28, 2018) Nayla Alvina Rahma; Aprizal Verdyansyah; Muhammad Zakky Faza; Imma Redha Nugraheni; Gumilang Deranadyan
Geomatika Vol. 26 No. 2 (2020): JIG Vol. 26 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi vulkanik pada waktu yang lama dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan aktivitas penerbangan. Radar cuaca dapat dimanfaatkan untuk monitoring dan identifikasi sebaran debu vulkanik secara real time. Penelitian ini memanfaatkan radar Gematronik dengan produk yang digunakan antara lain: CMAX, VCUT, dan CAPPI sehingga dapat menganalisis debu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi. Dalam kasus kejadian erupsi Gunung Agung tanggal 28 Juni 2018 didapatkan nilai reflektivitas maksimum mencapai 30-35 dBZ, sedangkan pada produk VCUT didapatkan ketinggian kolom debu vulkanik mencapai 7.5 km. Jenis material erupsi dapat diketahui dengan produk VCUT. Produk CAPPI V yang telah ditentukan batasnya yaitu 3 km, 5 km, dan 7 km menggambarkan arah gerakan debu vulkanik berdasarkan lapisannya. Arah sebaran debu vulkanik dominan ke barat dan barat daya. Dilihat secara horizontal maupun vertikal, debu vulkanik mempunyai karakteristik yang khas yaitu nilai echo reflektivitas menurun seiring menjauhi pusat erupsi.
ANALISIS SECARA FISIS DAN DINAMIS KEJADIAN HUJAN PENYEBAB BANJIR DI MAKASSAR TANGGAL 20 FEBRUARI 2022 SETIAWAN, ARIF; TUNA, MIRANDA SAHFIRA; QULUB, ALFI RIFQI; NUGRAHENI, IMMA REDHA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.488 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.40961

Abstract

Pada tanggal 20 Februari 2022, Sejumlah titik di Kota Makassar terendam banjir yang disebabkan karena hujan lebat yang terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan data curah hujan BMKG, curah hujan yang tercatat pada tanggal tersebut adalah sebesar 166 mm/hari. Dilakukan analisis secara fisis dengan memanfaatkan produk radar cuaca untuk melihat sebaran awan konvektif dan akumulasi curah hujan, serta analisis dinamika atmosfer untuk melihat kondisi atmosfer saat kejadian hujan lebat dan mengetahui penyebab terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan lebat tersebut. Penelitian ini menggunakan produk CMAX, SRI dan RIH pada citra radar cuaca serta parameter angin, vortisitas, dan vertical velocity dari data reanalysis ERA5 ECMWF. Dari hasil analisisnya dapat diketahui bahwa banjir di Kota Makassar disebabkan karena hujan dengan intensitas lebat yang turun di wilayah tersebut dan diikuti oleh hujan intensitas sedang dalam jangka waktu yang cukup lama. Kejadian hujan sedang-lebat yang menyebabkan banjir di Makassar adalah disebabkan karena awan konvektif yang cukup luas yang menutupi wilayah tersebut. Selain itu, adanya daerah konvergensi angin di sebelah barat daya Kota Makassar yang memicu terjadinya pengangkatan udara ke atas juga menjadi faktor pemicu pertumbuhan awan konvektif penyebab curah hujan yang tinggi di Wilayah MakassarKata kunci: Banjir, Hujan Lebat, Radar Cuaca, Dinamika Atmosfer
Analisis Perubahan Garis Pantai Akibat Terjadinya Siklon Tropis Seroja di Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur Zikri, Muhammad Aulia; Al Farrosi, Ahmad Ijmal; Rahmadani, Nur Fitri; Nugraheni, Imma Redha
Jurnal Kelautan Vol 17, No 2: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v17i2.24748

Abstract

ABSTRAKPerubahan garis pantai di wilayah pesisir disebabkan oleh berbagai faktor alami dan antropogenik seperti gelombang laut, arus permukaan, dan aktivitas manusia. Perubahan ini dapat berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia di wilayah tersebut. Penelitian ini fokus pada perubahan garis pantai di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, sebagai dampak Siklon Tropis Seroja pada April 2021. Data satelit Sentinel-2A dan data oseanografis digunakan untuk menganalisis perubahan garis pantai, arah, dan ketinggian gelombang signifikan, serta kecepatan arus permukaan selama periode siklon. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketinggian gelombang signifikan mencapai 4 m dan arus berkecepatan melebihi 1,1 m/s. Perubahan garis pantai menunjukkan sebagian besar wilayah penelitian mengalami abrasi, dengan Desa Waduwalla, Ledeae, dan Ramedue mengalami abrasi yang besar. Di sisi lain, Desa Lobohede mengalami akresi terbesar. Jarak abrasi terbesar mencapai 34,97 m dengan laju abrasi 46,28 m/tahun. Total luas daratan yang mengalami abrasi adalah 45,18 hektar, sementara akresi hanya 1,13 hektar. Hasil ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak Siklon Tropis Seroja terhadap perubahan garis pantai di Pulau Sabu, yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan perlindungan pesisir dan mitigasi risiko di masa depan.Kata Kunci: Garis pantai, abrasi, akresi, Sentinel-2AABSTRACTShoreline changes in coastal areas are caused by various natural and anthropogenic factors such as ocean waves, surface currents and human activities. These changes can have significant impacts on the environment and human life in the region. This study focuses on shoreline changes on Sabu Island, East Nusa Tenggara, as a result of Tropical Cyclone Seroja in April 2021. Sentinel-2A satellite data and oceanographic data were used to analyze shoreline changes, significant wave height and  direction, and surface current velocity during the cyclone period. The analysis showed that significant wave heights reached 4 m and current speeds exceeded 1,1 m/s. Shoreline changes showed that most of the study area experienced abrasion, with Waduwalla, Ledeae and Ramedue villages experiencing major abrasion. On the other hand, Lobohede Village experienced the greatest accretion. The largest abrasion distance reached 34,97 m with an abrasion rate of 46,28 m/year. The total area of land experiencing abrasion is 45,18 hectares, while accretion is only 1,13 hectares. These results provide a better understanding of the impact of Cyclone Seroja on shoreline change in Sabu Island, which can be used to formulate coastal protection and risk mitigation policies in the future.Keywords: Shoreline, abrasion, accretion, Sentinel-2A  
Prakiraan Perubahan Suhu Permukaan Laut dengan Neuralprophet di Taman Laut Bunaken Syahrin, Khairummin Alfi; Disera, Tiara Emanuella; Nesty Youwe, Angelina Serena Gracella; Merdeka, Juang; Saputra, Agung Hari; Norman, Yosik; Nugraheni, Imma Redha
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol3iss2pp42-50

Abstract

Penelitian ini mengkaji prediksi suhu permukaan laut (SPL) di Taman Laut Bunaken yang diproyeksikan meningkat secara signifikan, dengan dampak yang berpotensi besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan model Neuralprophet, yang merupakan pengembangan dari Facebook Prophet dan menunjukkan peningkatan kinerja prediksi. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi SPL hingga tahun 2032, serta mengidentifikasi konfigurasi hyperparameter Neuralprophet yang memberikan performa optimal. Model Neuralprophet dilatih menggunakan 80% data, menghasilkan nilai MAE training sebesar 0.204115, RMSE training sebesar 0.258052, dan Loss training sebesar 0.004066. Pada tahap pengujian dengan 20% sisa data, model menghasilkan MAE validasi sebesar 0.216127, RMSE validasi sebesar 0.27317, dan Loss validasi sebesar 0.003463. Hasil prediksi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata SPL sebesar 0.003815°C per bulan selama 120 bulan, dengan estimasi total peningkatan SPL sebesar 0.4578°C pada tahun 2032.
Identifikasi Karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) serta Analisis Profil Vertikal Atmosfer di Wilayah Laut Banda dan Sekitarnya (Studi Kasus 9 dan 10 Maret 2024) Adzan, Muhizzadin Abdul; Setyowati, Pertiwi Risky; Sari, Nining Baidila; Nugraheni, Imma Redha
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 1 (2025): El-Jughrafiyah : February, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i1.35883

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan di wilayah tropis memiliki dinamika atmosfer yang unik, termasuk pembentukan sistem mesoscale seperti Mesoscale Convective Complex (MCC). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik MCC yang terjadi di perairan Laut Banda dan sekitarnya pada 9–10 Maret 2024 berdasarkan kriteria Maddox (1980). Penelitian ini menggunakan pendekatan multidata yang terdiri dari data citra satelit Himawari-9, Automatic Weather Station (AWS), dan model reanalysis ECMWF untuk mengidentifikasi suhu puncak awan, luasan awan, eksentrisitas, durasi kejadian, serta kondisi atmosfer pendukungnya. Hasil menunjukkan bahwa MCC fase matang terjadi selama 14 jam dengan suhu puncak awan ≤ -80°C serta rata-rata luasan awan ± 315.784 km² dan eksentrisitas sekitar 0.951307. Berdasarkan metode Cloud Convective Overlays (CCO), distribusi awan cumulonimbus (Cb) mencapai maksimum pada pukul 20–02 UTC. Analisis curah hujan di Kota Baubau menunjukkan intensitas maksimum 46,1 mm/jam selama kejadian MCC, sementara profil vertikal menunjukkan kondisi atmosfer unstable dengan nilai vertical velocity didominasi negatif sekitar -1.8 Pa/s hingga 0 Pa/s. Kelembaban relatif (RH) pada lapisan 1000–10 mb didominasi ≥ 80% yang mendukung pertumbuhan MCC dan presipitasi intensif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif berbasis multidata dalam identifikasi karakteristik MCC dan analisis kondisi atmosfer di wilayah Indonesia.
Co-Authors Adzan, Muhizzadin Abdul Agung Hari Saputra Agustina Dwi Putri Ariyanto Al Farrosi, Ahmad Ijmal Ambinari Rachmi Putri An-Nizami, Muhammad Subhan Andreas Kurniawan Silitonga Anggi M. Hanif Aofany, Diar Aprizal Verdyansyah Arfianti, Dinda R Aries Kristianto Arif Setiawan Arifah Dwi Yuliani Arzhida, Bima Avrionesti, Avrionesti Azka, Mukhamad Adib Azka, Mukhamad Adib Carundyatama, Daniar Ihza Deni Septiadi Deranadyan, Gumilang Disera, Tiara Emanuella DISERA, TIARA EMANUELLA Ekky Amiral Faqi Ekky Amiral Faqi Eko Wardoyo Faza, Muhammad Zakky Gumilang Deranadyan Hanif Kurniadi Hapsoro Agung Nugroho Hidayat, Anistia M Hilmi Hasani Samsuri Islamiardi, Rossian Nursiddiq Ismah Atikah Khairunnisa Kholis Nur Cahyo Krisna Dwi Oktabrian Lestari, Tri Anggun Lilik Ardiyanto Lu'lu Nuthmainati Fu'adah Maulana, Rezky Fajar Maulidyah, Meldisa Putri Merdeka, Juang Muhammad Alfaridzi Muhammad Jouhar Syah Muhammad Zakky Faza Mukhamad Adib Azka Nayla Alvina Rahma Nesty Youwe, Angelina Serena Gracella Novitarini, Putu Widya Pangalo, Gracia Nadya Angelina Prabu Aditya Sugianto QULUB, ALFI RIFQI Raden Mohamad Herdian Bhakti Radjab, Fachri Rahma, Nayla Alvina Rahmadani, Nur Fitri Rejeki, Hasti Amrih Reksadiwirya, Putu Rendy Syahril Amanu Rista Hernandi Virgianto Rizka Erwin Lestari SARAGIH, RIO HANSYEN Sari, Nining Baidila Setyowati, Pertiwi Risky Silitonga, Andreas Kurniawan Silitonga, Andreas Kurniawan Soegiarto, Ita Sony Ariwibowo Sugianto, Prabu Aditya Sugianto, Prabu Aditya Syadza Siskayani Putri Syahrin, Khairummin Alfi Tamba, Kristian Adi Putra TUNA, MIRANDA SAHFIRA Verdyansyah, Aprizal Wardoyo, Eko Yosik Norman Yusuf Jati Wijaya Zikri, Muhammad Aulia