Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral di Puskesmas Sentani Rainuny, Yance Ronard; Saitis, Innal; Makualaina, Fenska Narly
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i2.1656

Abstract

Kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) merupakan faktor kunci dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS. Di Puskesmas Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, masih ditemukan tantangan dalam menjaga konsistensi konsumsi ARV oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap terapi ARV serta efektivitas edukasi mandiri dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik random sampling terhadap 59 responden yang menjalani terapi ARV. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan yang rendah yaitu sebanyak 55 responden 93,2 % dari total 59 responden. Temuan ini menunjukkan bahwa harus ada edukasi mandiri lebih lanjut untuk peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program edukasi dan dukungan sosial sebagai strategi peningkatan kepatuhan terapi ARV di fasilitas layanan kesehatan primer.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF DI KAMPUNG SEREH KABUPATEN SENTANI Setyawan, Ferdinta Daniesta; Imba, Farhan; Saitis, Innal; Sari, Nawang Wulan N; Oktavia, Fitri; Hattu, Eydrene Beatrix; Longe, Sendy Stefanie
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.206

Abstract

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan jenis tanaman pilihan yang berkhasiat sebagai obat dengan perawatan yang mudah dan biaya relatif murah. TOGA menjadi alternatif obat keluarga yang aman karena jarang menimbulkan efek samping, mudah diolah dan dikonsumsi untuk pertolongan pertama pada kasus penyakit ringan seperti demam, batuk, atau membantu menjaga stamina. Keberadaan TOGA di lingkungan rumah menjadi sangat penting. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dan untuk memberikan informasi mengenai penyakit artritis, hipertensi yang dapat diobati menggunakan TOGA kepada masyarakat yang berada di Kampung Sereh Kabupaten Sentani. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan, serta pemberian bibit pohon TOGA untuk ditanam. Target mitra yaitu para KADER yang berada di Posyandu yang berada di Kampung Sereh. Hasil pengembangan kegiatan di Kampung Sereh terutama untuk para KADER dapat meningkatkan motivasi ibu-ibu rumah tangga yang datang untuk lebih memanfaatkan TOGA sebagai pengobatan, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai artritis, hipertensi dan bahan-bahan alamiah yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri artriti dan hipertensi.
Sosialisasi Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura Pitasari, Nawang Wulan Nago; Saitis, Innal; Setyawan, Ferdinta; Imba, Farhan
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/x7d8tw76

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi pada semua usia karena dapat menimbulkan komplikasi serius hingga kematian. Lingkungan yang tidak sehat, seperti ventilasi buruk, kurang pencahayaan, serta paparan polusi udara, meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Kurangnya perilaku pencegahanmisalnya tidak mencuci tangan, tidak memakai masker, dan rendahnya kepedulian terhadap gejala awal juga mempercepat penyebaran penyakit ini. Gejala yang awalnya terlihat ringan dapat berkembang menjadi kondisi berat seperti pneumonia jika tidak segera ditangani. Edukasi dan sosialisasi merupakan langkah penting untuk mengendalikan ISPA dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan deteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Harapan, Kabupaten Jayapura, dilakukan untuk memperkuat pemahaman warga terkait faktor risiko, gejala, dan cara pencegahan ISPA. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjadi penggerak dalam menyebarkan informasi kesehatan kepada lingkungan sekitar
Penyuluhan Diabetes Melitus sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Peserta Prolanis di Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura Pitasari, Nawang Wulan Nago; Saitis, Innal; Setyawan, Ferdinta; Imba, Farhan
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/r4sp2k35

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia. Keberhasilan pengendalian DM sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien dalam pengelolaan penyakit, meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) mengenai diabetes melitus melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura pada bulan Oktober–November 2024 dengan sasaran lansia peserta PROLANIS. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan pihak puskesmas dan diawali dengan pemeriksaan kesehatan rutin, meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu, tekanan darah, dan asam urat, yang selanjutnya menjadi dasar pemberian edukasi terfokus tentang diabetes melitus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta setelah penyuluhan, yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan kemampuan menjawab pertanyaan terkait faktor risiko, pengelolaan, serta pencegahan komplikasi diabetes melitus.
EVALUASI KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK PASIEN BPJS DI RSUD MADI Imba, Farhan; Saitis, Innal; Oktavia, Fitri; Batoteng, Wise Raya; Warwer, Yefi Sofia; Asmuruf, Vrin Welmince; Annisa, Nur
JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/jaim.v2.i1.212

Abstract

Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat memiliki standar pelayanan kefarmasian yang wajib diterapkan, salah satunya adalah skrining resep. Skrining resep dilakukan oleh Farmasis untuk mencegah terjadinya medication error atau kesalahan pengobatan. Tujuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan resep pasien BPJS kesehatan RSUD Madi Kabupaten Paniai Periode Januari-Desember tahun 2024 secara aspek administratif dan farmasetik. Metode yang dilakukan merupakan jenis penelitian non ekperimental dengan metode Observasional dengan rancangan penelitian deskriptif dan metode pengambilan data secara retrospektif, Sampel yang diamati sebanyak 100 lembar resep. Hasil menunjukkan bahwa presentase kelengkapan secara administratif ditemukan  lengkap, dengan rincian sebagai berikut: Nama pasien, umur pasien, jenis kelamin pasien, alamat pasien, nomor rekam medis, tanggal resep, nama dokter, alamat dokter, nomor telepon dokter, dan asal ruangan resep dinyatakan Lengkap 100%, Tinggi badan pasien: 95% lengkap, Berat badan pasien: 47% lengkap, Nomor SIP dokter: 64% lengkap. Sedangkan dari aspek farmasetik, ditemukan lengkap, dengan rincian sebagai berikut: Nama obat, dosis obat, jumlah obat, ketersediaan obat, dan aturan pakai dinyatakan lengkap 100%, Bentuk sediaan 91% lengkap, kekuatan sediaan 90% lengkap. Kesimpulan: Penulisan resep di RSUD Madi Kabupaten Paniai masih ditemukan kekurangan kelengkapan, baik pada aspek administratif maupun farmasetik, belum memenuhi persyaratan jika mengacu pada ketentuan Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.