Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK SISWA DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI ALOR Abdullah, Munandar Maskur; Noho, Mahmud Abdullah; Kadir, Abdul Hamid; H. Masa, Tamrin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33991

Abstract

ABSTRAK                                                                            Keterbatasan media pembelajaran yang sesuai menjadi tantangan utama dalam proses belajar-mengajar bagi siswa dengan gangguan pendengaran di SLB Negeri Alor. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inklusif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu observasi, sosialisasi, workshop pembuatan media, serta uji coba dan pendampingan penggunaan media. Mitra dalam kegiatan ini adalah 6 orang guru dan kepala sekolah SLB Negeri Alor. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi langsung selama proses implementasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan hard skill guru dalam merancang dan mengaplikasikan media pembelajaran visual sebesar 75%, serta peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar sebesar 68%. Media yang dikembangkan berupa modul cetak visual dan video pembelajaran dengan subtitle dan bahasa isyarat. Program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di SLB lain di wilayah NTT. Kata kunci: media pembelajaran inklusif; gangguan pendengaran; SLB; hard skill; partisipasi belajar ABSTRACTThe limited availability of appropriate learning media is a major challenge in the teaching and learning process for students with hearing impairments at SLB Negeri Alor. This community service aims to develop inclusive learning media that can increase active participation and student understanding. The activity was carried out through several methods, namely observation, socialization, media creation workshops, and trials and assistance in the use of media. The partners in this activity were 6 teachers and the principal of SLB Negeri Alor. Evaluation was carried out through questionnaires and direct observation during the implementation process. The results of the community service showed an increase in teachers' hard skills in designing and applying visual learning media by 75%, as well as an increase in student participation in learning activities by 68%. The media developed were in the form of visual print modules and learning videos with subtitles and sign language. This program has a positive impact on the quality of learning and is a model of good practice that can be replicated in other SLBs in the NTT region. Keywords: inclusive learning media; hearing impairment; SLB; hard skills; learning participation
PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI PELATIHAN TARI LEGO-LEGO BAGI SISWA SD ISLAM COKROAMINOTO 01 KALABAHI Noho, Mahmud Abdullah; Lapung, Jamra; Kamahi, Mi’raj; Lekidela, Mahmud; Djae, Muhammad Arif
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui lembaga pendidikan. Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Tari Lego-Lego merupakan warisan budaya tradisional yang kaya makna filosofis dan sosial, terutama nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong sebagai identitas kolektif masyarakat. Namun, pengaruh teknologi, globalisasi, dan budaya populer modern membuat generasi muda kurang mengenal dan menghargai budaya daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan Tari Lego-Lego bagi siswa SD Islam Cokroaminoto 01 Kalabahi serta menganalisis pengaruh kegiatan tersebut terhadap pemahaman, kepedulian, dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Peserta penelitian berjumlah 15 siswa. Pelatihan meliputi pengenalan gerak dasar, praktik bersama, dan evaluasi pertunjukan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Tari Lego-Lego efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal dan menjadi media pendidikan karakter yang menyenangkan. Siswa mampu bekerja sama, menunjukkan solidaritas, dan mengekspresikan identitas budaya melalui pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi strategi tepat untuk melestarikan budaya lokal melalui pendidikan formal sejak usia dini.Kata kunci: Budaya Lokal; Tari Lego-Lego; Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pelestarian Budaya. ABSTRACTPreserving local culture is a collective responsibility that must be carried out sustainably, including through educational institutions. In Alor Regency, East Nusa Tenggara, the Lego-Lego Dance is a traditional cultural heritage rich in philosophical and social meaning, particularly the values of togetherness, solidarity, and mutual cooperation, which serve as a collective identity for the community. However, the influence of technology, globalization, and modern popular culture has resulted in younger generations becoming less familiar with and appreciative of their local culture. This study aims to describe the implementation of Lego-Lego Dance training for students at Cokroaminoto 01 Kalabahi Islamic Elementary School and to analyze the impact of this activity on their understanding, awareness, and love of local culture. The method used was descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation of activities. Fifteen students participated in the study. The training included an introduction to basic movements, group practice, and evaluation of group performances. The results showed that the Lego-Lego Dance training effectively increased students' understanding of local culture and served as a fun character education medium. Students were able to work together, demonstrate solidarity, and express their cultural identity through the performance. Thus, this training is an appropriate strategy for preserving local culture through formal education from an early age.Keywords: Local Culture; Lego-Lego Dance; Character Education; Elementary School; Cultural Preservation.