Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

dakwah.pwpmjatim.id: Webtool untuk Gen Z tentang Sebaran Fasilitas Layanan Ibadah dan Kanal Media Sosial Masjid Binaan Muhammadiyah Jawa Timur Luqman Hakim; Ilyas Nuryasin; M Artabah Muchlisin; Hidayaturrahman Hidayaturrahman; Izuddin Karim; Burhanuddin Burhanuddin; Thoat Stiawan; Fakhruddin Alamsyah; Dikky Syadqamullah; Ahmad Shobrun Jamil
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.15442

Abstract

Muhammadiyah memang sudah banyak menggunakan teknologi modern, termasuk media sosial, untuk melakukan komunikasi dan menyampaikan informasi dakwah, namun intensitas dan kapasitasnya masih terbilang rendah dibandingkan dengan komunitas yang harus dijangkau. Pemuda Muhammadiyah sebagai penerus gerakan Muhammadiyah tentu harus merumuskan dan segera mengeksekusi langkah-langkah konkrit dalam mendigitalisasi program dakwahnya. Platform digital http://dakwah.pwpmjatim.id adalah salah satu upaya Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur bersama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang dalam membangun ekosistem digital dakwah yang simpel dan mudah.  Fitur web disusun sebaran fasilitas layanan ibadah dan kanal media sosial masjid binaan Muhammadiyah Jawa Timur. Pin titik lokasi tunggal (berwarna biru putih merah), akan menunjukkan menu tautan media sosial instagram, facebook dan youtube sehingga dapat dimanfaatkan pengguna untuk lebih jauh menikmati layanan online masjid. Namun fitur ini masih terus dikembangkan karena mayoritas masjid belum memiliki kanal media sosial. Platform ini dibangun untuk membantu Muhammadiyah di Jawa Timur menampilkan peta lokasi, fasilitas, layanan dan kanal-kanal media sosial masjid dalam binaannya. Kedepan, platform ini dapat diintegrasikan dengan berbagai platform digital dalam binaan Muhammadiyah sehingga manfaatnya dapat lebih luas meliputi bidang pendidikan, sosial, budaya dan tentunya bidang dakwah Muhammadiyah. Platform ini juga direncanakan akan diperluas hingga dapat memetakan masjid binaan Muhammadiyah dalam skala nasional bahkan internasional.
Pendampingan pengelolaan dana sosial masjid muhammadiyah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan Huda, Fatkur; Amin, Rukhul; Syadqomullah, Dikky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33550

Abstract

Abstrak Masjid memiliki peran strategis dalam pengelolaan dana sosial umat, namun masih banyak masjid yang menghadapi tantangan dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan yang akuntabel. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid Muhammadiyah dalam mengelola dana zakat, infaq, dan shodaqah secara transparan melalui metode pendampingan langsung. Empat masjid di wilayah Surabaya menjadi mitra kegiatan ini yakni masjid Baiturrahman, masjid Baiturrahim, Masjid Syaifunnur dan Masjid Sholihin. Pendekatan yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi di lapangan, pendampingan teknis pencatatan dan pelaporan, hingga publikasi laporan kepada jamaah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keteraturan pencatatan, penyusunan laporan keuangan, serta partisipasi jamaah terhadap dana sosial. Pengurus masjid yang semula tidak memiliki sistem pencatatan mulai menerapkan praktik keuangan sederhana yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode pendampingan langsung terbukti efektif dalam konteks masjid dengan keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola dana sosial dan mendorong peran masjid sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat. Kata kunci: dana social; masjid; pencatatan keuangan; pendampingan; partisipasi jamaah. Abstract Mosques have a strategic role in managing the social funds of the people, but there are still many mosques that face challenges in terms of accountable financial recording and reporting. This service activity aims to increase the capacity of Muhammadiyah mosque administrators in managing zakat, infaq, and shodaqah funds transparently through direct mentoring methods. Four mosques in the Surabaya area are partners in this activity, namely the Baiturrahman mosque, the Baiturrahim mosque, the Syaifunnur Mosque and the Sholihin Mosque. The approach used includes problem identification, socialization in the field, technical assistance in recording and reporting, and publication of reports to pilgrims. The results showed a significant increase in the regularity of recording, preparation of financial statements, and the participation of pilgrims in social funds. Mosque administrators, who originally did not have a recording system, began to implement simple financial practices that were orderly and accountable. The direct mentoring method has proven to be effective in the context of mosques with limited human resources and technology. This activity makes a real contribution in strengthening the governance of social funds and encouraging the role of mosques as a pillar of economic empowerment of the people. Keywords: social funds; mosque; financial records; mentoring; congregation participation.
Inklusi Keuangan Syariah Bagi Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Maqashid Syariah Fatkur, Fatkur Huda; Syadqomullah, Dikky Syadqomullah; Azis, Anzal Atsmara Azis
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 3 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i3.11529

Abstract

                Financial inclusion is an important element in equitable economic development. However, people with disabilities still face obstacles in accessing Islamic financial services. In fact, the Islamic financial system based on the principles of al-'adl (justice) and maṣlaḥah (benefit) is in line with the goal of Maqāṣid al-Syarī'ah to protect property (hifz al-mal), soul (hifz al-nafs), and human dignity (ḥifẓ al-'irdh). This study aims to analyze the inclusion of Islamic finance for people with disabilities in Indonesia through a literature review (library research) with a qualitative descriptive approach to legal sources, scientific literature, and regulatory agency reports. The results of the study show that despite regulations such as Law No. 8 of 2016, the Compilation of Sharia Economic Law (KHES), and POJK No. 6/POJK.07/2022, the application of Maqāṣid al-Syarī'ah values in Islamic financial services has not been optimal due to the limitations of inclusive infrastructure, low literacy, and the absence of specific technical guidelines. This research emphasizes the need to integrate the principles of Maqāṣid al-Syarī'ah in digital policies, regulations, and innovations in order to realize an inclusive and socially just Islamic financial system.