Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Adistie, Fanny; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Lumbantobing, Valentina Belinda Malianti
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.838 KB)

Abstract

Gizi buruk pada balita merpakan permasalahan penting yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak. Terkait permasalahan gizi buruk diharapkan adanya kepekaan sosial supaya petugas kesehatan bisa dengan segera mengetahui adanya kasus gizi buruk berdasarkan laporan dan segera menindaklanjuti. Para kader kesehatan mempunyai peran penting terkait deteksi dini gizi buruk ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada 177 kader yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan mengacu pada Bagan Tatalaksana Gizi Buruk dari Kementerian Kesehatan RI yang diukur dengan skala Guttman. Hasil penelitian didapatkan bahwa 39% kader mempunyai pengetahuan yang baik, 54,2% kader mempunyai pengetahuan yang cukup dan 6,8% kader mempunyai pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini gizi buruk. Merujuk hal tersebut, perlu diadakannya kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk merancang suatu program kegiatan dengan tujuan untuk penguatan pendampingan kader kesehatan dalam deteksi dini gizi buruk.  Sehingga dapat meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
PERSEPSI PASIEN TERHADAP PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DENGAN POTENSI RAWAT LANJUT DI RUANG DARUSALAM 5 RS AL ISLAM BANDUNG Puteri, Deviany Eka; Susilaningsih, Francisca Sri; Marlianti Lumbantobing, Valentina Belinda
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.712 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.63

Abstract

Discharge planning for hospitalized patient where nurses role is not limited to only routine actvities, which is re-control information only. Discharge planning is a form of nurseattitude in nursing services. It is often found where discharge planning execution was only given when patient is about to leave the hospital and nurses role in implementing dischargeplanning is not optimal. The aim of this study is to find out patients perception toward discharge planning execution in Room Darusalam 5 Al Islam Bandung Hospital. This study isa descriptive study using consecutive sampling technique. The sample of this study were inpatients in Room Darusalam 5 Al Islam Hospital consist of 50 inpatients, the average ofpatient going home each day is 2-3 patients. The result of this study shows that patients perception toward discharge planning execution overall is 54% positive, however, there are still discharge planning execution lacking according to its components which are communication support fulfillment and education info fulfillment which has 58% patients perception as less positive. Therefore, strategy development in implementing discharge planning is needed.
PENGALAMAN HIDUP PASIEN PASKA STROKE DI BANDUNG (The Life Experiences of Post-Stroke Patients In Bandung) Setiawan, Iriani Dewi; Trisyani, Yanny; Lumbantobing, Valentina Belinda Marlianti
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.608 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i1.70

Abstract

Introduction: Stroke is the second leading cause of death in the world and the most common disability-causing disease. Stroke causes the physical changes of paralysis, social changes of communication problems, cognitive impairment and psychological effects of difficulty in understanding, forgetfulness, and depression. The impact of post-stroke patients is very complex and comprehensive in terms of physical, psychological, and social change. Health workers, especially nurses need to provide nursing care in post-stroke patients comprehensively. The purpose of this study was to explore the life experiences of post-stroke patients. Method:The research method used in this study was phenomenology. The subjects in this study were post-stroke patients with the number of informants of 6 post-stroke patients obtained through purposive sampling technique. The data collection was conducted through in-depth interviews with the help of recording devices conducted in March-April 2017. Result and analysis: The data were analyzed using Collaizi.  The results of the study showed that there were five themes related to the life experiences of post-stroke patients, namely: helplessness, sadness, anger, shame of life uncertainty, and decrease of social contact and hope to be healed. In conclusion, the results showed that post-stroke patients had physical and functional disorders causing psychological and social responses that affected the life experience. Discussion: Based on the results of this study, it is necessary to provide the peer support of post-stroke patients and appropriate information by health workers, family and the environment to help patients undergo the process of treatment and recovery. 
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP CARING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Susilaningsih, Fransiska Sri; Lumbantobing, Valentina Belinda Marlianti; Sholihah, Marisa Mar'atus
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHESIF
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3887.757 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v6i1.141

Abstract

Kecerdasan emosional penting dimiliki oleh mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat professional. Kemampuan mengelola emosi yang baik akan membantu seseorang untuk dapat memahami diri sendiri dan orang lain, memiliki empati terhadap orang lain, serta mampu melakukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi. Kemampuan tersebut mempengaruhi sikap seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, dimana dalam pelaksanaannya caringadalah inti dalam setiap asuhan keperawatan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi (descriptive correlational) yang bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2014 sampai 2017 yang berjumlah 607 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 241 mahasiswa. Terdapat 2 instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kuesioner kecerdasan emosional dan kuesioner sikap caring yang telah diuji masing-masing nilai validitas dan reliabilitasnya. Analisa univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional mahasiswa tinggi (51%) dan sikap caring positif (45,2%). Hasil uji hubungan didapatkan korelasi positif antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa (Pvalue = 0.000; r = 0,515) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah hampir setengah mahasiswa keperawatan Unpad yang memiliki kecerdasan emosional rendah, 72% memiliki sikap caring dengan kategori negatif. Sehingga saran bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi sikap caring mahasiswa serta upaya untuk meningkatkan sikap caring tersebut.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang pada Balita Fanny Adistie; Valentina Belinda Marlianti Lumbantobing; Nenden Nur Asriyani Maryam
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.249 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.18863

Abstract

Salah satu masalah kesehatan terkait pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita yang dapat menimbulkan dampak buruk dalam jangka pendek maupun jangka panjang adalah stunting. Saat ini, pemerintah berusaha menanggulangi stunting dengan upaya intervensi gizi spesifik. Agar program tersebut dapat berjalan dengan efektif maka deteksi dini anak dengan stunting penting untuk dilakukan selain pemberian stimulasi tumbuh kembang yang tepat bagi anak. Berdasarkan data Puskesmas Jatinangor di Desa Cipacing terdapat 14 anak yang berada pada status stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini stunting serta stimulasi tumbuh kembang pada anak. Sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan dengan total sampel sebanyak 31 orang. Kegiatan pemberdayaan berupa satu hari pelatihan yang terbagi dalam 3 sesi dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab serta demonstrasi dan re-demonstrasi oleh para kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan para kader kesehatan yaitu sebelum dilakukan kegiatan sebanyak 61,3% kader memiliki pengetahuan yang baik dan setelah dilakukan kegiatan meningkat menjadi sebanyak 93,5%. Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader kesehatan setelah dilakukan intervensi (p = 0,000). Namun, untuk aspek psikomotor yang diukur setelah dilakukan pelatihan, didapatkan hampir setengah dari jumlah responden masih berada pada kategori kurang baik. Maka dari itu, diharapkan kegiatan pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini stunting serta stimulasi tumbuh kembang pada anak sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan memberikan kontribusi atas terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umunya dan anak pada khususnya. Kata kunci: Balita, deteksi dini, kader kesehatan, stunting.
PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Fanny Adistie; Nenden Nur Asriyani Maryam; Valentina Belinda Malianti Lumbantobing
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.838 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14844

Abstract

Gizi buruk pada balita merpakan permasalahan penting yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak. Terkait permasalahan gizi buruk diharapkan adanya kepekaan sosial supaya petugas kesehatan bisa dengan segera mengetahui adanya kasus gizi buruk berdasarkan laporan dan segera menindaklanjuti. Para kader kesehatan mempunyai peran penting terkait deteksi dini gizi buruk ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada 177 kader yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan mengacu pada Bagan Tatalaksana Gizi Buruk dari Kementerian Kesehatan RI yang diukur dengan skala Guttman. Hasil penelitian didapatkan bahwa 39% kader mempunyai pengetahuan yang baik, 54,2% kader mempunyai pengetahuan yang cukup dan 6,8% kader mempunyai pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini gizi buruk. Merujuk hal tersebut, perlu diadakannya kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk merancang suatu program kegiatan dengan tujuan untuk penguatan pendampingan kader kesehatan dalam deteksi dini gizi buruk.  Sehingga dapat meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Kajian Kebutuhan Belajar Klien dengan Penyakit Jantung Koroner Rega Dwi Putri; Aan Nur’aeni; Valentina Belinda
Journal of Nursing Care Vol 1, No 1 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v1i1.15771

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang harus dikontrol seumur hidup. Hal ini membutuhkan kepatuhan dari penderitanya, salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan adalah melalui pendidikan kesehatan, namun demikian pendidikan kesehatan seringkali kurang efektif karena tidak melalui hasil kajian kebutuhan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan belajar klien dengan PJK di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah klien PJK yang menjalani rawat inap dan rawat jalan. Teknik sampling dilakukan dengan consecutive sampling, pengambilan data dilakukan selama 30 hari dan didapatkan sebanyak 105 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen A Turkish Version of the Cardiac Patients Learning Needs Inventory (TR-CPLNI). Analisis data menggunakan mean dan distribusi frekuensi dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kebutuhan belajar dengan mean tertinggi, yaitu kebutuhan tentang anatomi dan fisiologi jantung (4,41±0,71); kebutuhan tentang informasi obat (4,34±0,76); kebutuhan informasi tentang gaya hidup (4,30±0,77); kebutuhan tentang informasi diet (4,19±0,82); serta kebutuhan tentang manajemen gejala (4,08±0,93), dan kelima kebutuhan ini masuk kedalam kategori kebutuhan belajar yang penting bagi pasien PJK. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh kebutuhan belajar pasien PJK berdasarkan persepsi pasien adalah penting, termasuk didalamnya kebutuhan tentang informasi anatomi dan fisiologi jantung yang menjadi kebutuhan belajar yang paling penting dirasakan oleh pasien PJK. Tenaga kesehatan perlu memenuhi dan menyusun program pendidikan kesehatan bagi pasien PJK, meliputi seluruh kebutuhan belajar pasien ini.Kata kunci: Kajian, kebutuhan belajar, penyakit jantung koroner. Study of The Learning Needs for Clients with Coronary Heart DiseaseAbstractCoronary Heart Disease (CHD) is a disease that must be controlled. This requires adherence from the sufferer, and one of efforts improving adherence can be done through health education. However, health education is often less effective because it is not based on the needs assessment. The purpose of the study was identified the learning needs of clients with CHD in one hospital in Bandung. The method of the research used quantitative descriptive method. The samples was patients with CAD who undergone inpatient and outpatient. The sampling technique used consecutive sampling, data retrieval for 30 days and obtained of 105 respondents. The data was collected by A Turkish Version of the Cardiac Patients Learning Needs Inventory (TR-CPLNI) instrument. Data was analized using mean and frequency distribution with percentage. The results showed that there were five learning needs with the highest mean, namely the need for anatomy and cardiac physiology (4.41±0.71); the need for drug information (4.34±0.76); need for information about lifestyle (4.30±0.77); the need for dietary information (4.19±0.82); and the need for symptom management (4.08±0.93), and these needs were in important category according to patients perception. Based on the results of the study it can be concluded that all the learning needs of CHD patients based on patient perception was important and the need for information on cardiac anatomy and physiology became the most important learning need felt by CHD patients. Health workers need to meet and develop health education programs for CHD patients covering all the learning needs of these patients.Keywords: Coronary heart disease, learning needs.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP CARING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Fransiska Sri Susilaningsih; Valentina Belinda Marlianti Lumbantobing; Marisa Mar'atus Sholihah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3887.757 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v6i1.141

Abstract

Kecerdasan emosional penting dimiliki oleh mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat professional. Kemampuan mengelola emosi yang baik akan membantu seseorang untuk dapat memahami diri sendiri dan orang lain, memiliki empati terhadap orang lain, serta mampu melakukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi. Kemampuan tersebut mempengaruhi sikap seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, dimana dalam pelaksanaannya caringadalah inti dalam setiap asuhan keperawatan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi (descriptive correlational) yang bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2014 sampai 2017 yang berjumlah 607 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 241 mahasiswa. Terdapat 2 instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kuesioner kecerdasan emosional dan kuesioner sikap caring yang telah diuji masing-masing nilai validitas dan reliabilitasnya. Analisa univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional mahasiswa tinggi (51%) dan sikap caring positif (45,2%). Hasil uji hubungan didapatkan korelasi positif antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa (Pvalue = 0.000; r = 0,515) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan sikap caring mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah hampir setengah mahasiswa keperawatan Unpad yang memiliki kecerdasan emosional rendah, 72% memiliki sikap caring dengan kategori negatif. Sehingga saran bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi sikap caring mahasiswa serta upaya untuk meningkatkan sikap caring tersebut.