Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ecofeminism and Gender Equality: Peran Perempuan Dayak Meratus Dalam Mempertahankan Keberlanjutan Ekologi Nabawi, Ahmad; Rahima, Annisa; Suhasti, Indri; Hamid, Ismar; Sari, Nur Mila; Sabila, Sahla Ghina
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i2.2025.833-847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai ekofeminisme, wujud kesetaraan gender, wujud inklusi sosial dan mempromosikan model pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam berbasis ekofeminisme, kesetaraan gender dan inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di Desa Datar Ajab Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekofeminisme tercermin dari berbagai proses pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam. Penerapan ladang berpindah pada aktivitas produksi yang berdampak pada terjaganya sifat alamiah tanah, pengelolaan hutan yang tidak eksploitatif dan pemanfaatan sungai yang tidak menggunakan bahan kimia. Perempuan Dayak Meratus berperan penting dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekologi. Sumber daya alam yang dimanfaatkan mengutamakan nilai-nilai femininitas dalam pengelolaannya. Dominasi femininitas muncul akibat utuhnya kesetaraan gender dan terwujudnya inklusi sosial. Perempuan Desa Datar Ajab memiliki keterlekatan yang sangat kuat dengan alam, yang tercermin dari waktu yang mereka habiskan untuk berinteraksi dengan alam
Pembuatan Kamus Bahasa sebagai Sarana Pelestarian Bahasa Dayak Pitap Ludina, Kurnia; An’amta, Dimas Asto Aji; Rian; Anwar, Muhammad Andika; Salsabila, Nabila; Sabila, Sahla Ghina; Ulfa, Ryusda; Yolianda, Chintia; Mutia; Irfan, Muhammad
Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/hb.v3i2.726

Abstract

This community service project was carried out in Langkap Village, Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan, for 57 days, from July 17 to September 11, 2025. The main issue faced by the community was the decreasing ability of the younger generation to understand the equivalence of the Dayak Pitap language in Indonesian. Although the language is still used in daily life, many words have begun to lose their meaning and understanding among younger speakers. In response to this situation, the project focused on developing a Dayak Pitap–Indonesian Dictionary as a concrete effort to preserve the local language and provide an accessible learning resource for the community. The implementation used a participatory approach through live-in, field observation, and in-depth interviews with traditional leaders, including the Head of Adat, Deputy Head of Adat, and the Balian of Kaitan Customary Hall. The program began with the socialization of activities, followed by vocabulary collection, translation, validation, transcription, alphabetical arrangement, and book design. The result was a total of 396 validated vocabulary entries from 717 words collected. The final product, available in both printed and digital (PDF) forms, serves as a learning medium and documentation tool for the Dayak Pitap language. The existence of this dictionary is expected to increase awareness among the younger generation about the importance of preserving their mother tongue as part of the Dayak Pitap cultural identity. This project marks an initial yet meaningful step toward maintaining the local linguistic heritage for future generations.