Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mediasi Sebagai Bentuk Diversi Dalam Alternatif Penyelesaian SengketaTindak Pidana Anak di Bawah Umur (Studi Kasus di Polres Kota Bengkulu) Baihaqi Mumtazy; Muhammad Reyhan Saputra; Muhammad Rofiq; Asep Suherman
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/vapet481

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of mediation as a form of diversion in Alternative Dispute Resolution (ADR) for juvenile crimes at the Bengkulu City Police Resort, focusing on its position as a non-litigation mechanism recognized by positive law. This study uses a normative approach with a literature review method. The results of the study indicate that mediation as a form of diversion is the simplest and most flexible form of Alternative Dispute Resolution (ADR), as it allows the parties to communicate directly with the involvement of a third party as a mediator. Mediation not only produces a mutually beneficial solution (win-win solution) but also maintains good relations between the disputing parties, unlike litigation processes that tend to produce winners and losers. Furthermore, the results of mediation can be legally binding if outlined in a peace agreement and ratified by the court, thus having the same legal force as a court decision. Thus, mediation as a form of diversion plays a strategic role in resolving disputes involving juvenile crimes peacefully and efficiently while maintaining long-term relationships between the parties
Analisis Yuridis Terhadap Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sebagai Upaya Pencegahan Bencana Ekologis Di Provinsi Bengkulu Rahmattullah Almuzzaky; Baihaqi Mumtazy; Edra Satmaidi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15685

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air. Kerusakan DAS akibat alih fungsi lahan, deforestasi, pertambangan, dan pembangunan yang tidak terkendali telah meningkatkan potensi bencana ekologis, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan, khususnya di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait konservasi DAS serta mengkaji efektivitas implementasinya sebagai upaya pencegahan bencana ekologis di Provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh data sekunder dari dokumen kebijakan dan laporan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum nasional telah mengatur konservasi DAS secara komprehensif, namun implementasinya di tingkat daerah masih menghadapi kendala berupa lemahnya pengawasan, konflik kepentingan ekonomi, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan hukum daerah, peningkatan pengawasan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan DAS secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya bencana ekologis.